
TUGUJOGJA– Perayaan Tahun Baru Imlek yang bertepatan dengan tradisi Padusan membawa berkah besar bagi sektor pariwisata Kabupaten Bantul.
Ribuan wisatawan memadati sejumlah destinasi unggulan sejak awal libur panjang, menciptakan lonjakan kunjungan yang signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat total 30.182 wisatawan mengunjungi berbagai obyek wisata hingga tanggal 19 pada periode libur panjang tersebut.
Angka ini melonjak 66 persen dibandingkan hari yang sama pada pekan sebelumnya yang hanya mencapai 18.159 orang.
Lonjakan ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan momentum libur Imlek sekaligus menjalankan tradisi Padusan menjelang Ramadan.
Pantai Selatan dan Goa Selarong jadi Magnet Utama
Kawasan Pantai Selatan (Pansela) Bantul dan Goa Selarong menjadi dua titik yang paling banyak menyedot kunjungan wisatawan. Setiap hari, arus kendaraan terus mengalir menuju kawasan pantai maupun destinasi sejarah tersebut.
Berdasarkan data kunjungan, jumlah wisatawan tercatat sebagai berikut.
- Tanggal 13: 2.612 orang
- Tanggal 14: 5.778 orang
- Tanggal 15: 10.516 orang
- Tanggal 16: 5.567 orang
- Tanggal 17: 5.709 orang
Total kunjungan mencapai 30.182 orang.
Puncak kunjungan terjadi pada tanggal 15 dengan 10.516 wisatawan dalam satu hari. Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa masyarakat memanfaatkan momen libur secara maksimal, terutama untuk berwisata bersama keluarga.
Imlek dan Padusan di Bantul
Narasumber Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menegaskan bahwa kombinasi libur panjang Imlek dan tradisi Padusan menjadi faktor utama lonjakan wisatawan.
“Momentum libur panjang Imlek yang berdekatan dengan tradisi Padusan meningkatkan mobilitas masyarakat ke destinasi wisata, khususnya pantai dan sumber mata air,” ujar Markus.
Ia menjelaskan bahwa tradisi Padusan yang identik dengan aktivitas membersihkan diri di sumber air alami mendorong masyarakat mendatangi kawasan pantai maupun tempat pemandian. Sementara itu, wisatawan luar daerah memanfaatkan cuti bersama Imlek untuk berlibur ke Bantul.
Lonjakan kunjungan ini tidak hanya berdampak pada pengelola obyek wisata, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM, pedagang kuliner, penyedia jasa parkir, hingga pelaku ekonomi kreatif merasakan peningkatan omzet selama libur panjang.
Kawasan Pantai Selatan Bantul tampak dipadati wisatawan sejak pagi hingga sore hari. Pengunjung memadati bibir pantai, menikmati kuliner khas pesisir, serta berburu spot foto. Di sisi lain, Goa Selarong juga penuh wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus suasana alam yang sejuk.
Dinas Pariwisata Bantul bersama pengelola destinasi terus melakukan pengawasan dan pengaturan arus kunjungan. Petugas mengoptimalkan pengamanan serta pengelolaan parkir guna memastikan kenyamanan wisatawan.
Markus menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan, terutama pada momen libur panjang berikutnya.
“Kami akan meningkatkan koordinasi lintas sektor agar lonjakan kunjungan tetap terkendali dan wisatawan merasa aman serta nyaman,” tegasnya.
Kenaikan 66 persen ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sektor pariwisata Bantul. Tren peningkatan kunjungan menunjukkan bahwa destinasi wisata di Bantul tetap menjadi pilihan utama wisatawan domestik, terutama saat momentum libur nasional dan tradisi budaya.
Dengan dukungan promosi yang konsisten dan pengelolaan destinasi yang profesional, Bantul berpotensi mencatat angka kunjungan yang lebih tinggi pada periode libur berikutnya.
Perayaan Imlek dan tradisi Padusan kali ini membuktikan bahwa perpaduan momen budaya dan hari libur nasional mampu menjadi motor penggerak pariwisata daerah. (ef linangkung)