
TUGU JOGJA – Ratusan relawan dari berbagai penjuru tanah air berkumpul di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang Gesit Movement Summit (GMS) 2025: Kader Penggerak Graduation & National Congress yang berlangsung pada 12–14 September di Candi Tirto Raharjo, Bantul.
Acara berskala nasional ini menjadi momen penting bagi jaringan Relawan Gesit karena menghadirkan dua agenda utama: kelulusan kader penggerak baru dan Kongres Nasional Kedua.
Sebanyak 100 relawan dari 26 chapter hadir untuk memperkuat konsolidasi gerakan sosial ini. Dari total peserta, sebanyak 65 orang resmi dinyatakan lulus dari Sekolah Kader Penggerak SLC Institute, sebuah program pendidikan intensif yang berlangsung enam bulan.
Program tersebut menggabungkan pembelajaran daring dan luring untuk membentuk kader dengan wawasan sosial, keterampilan lapangan, serta kepekaan terhadap isu kemanusiaan.
Menurut panitia, lulusan tidak hanya memperoleh bekal ilmu, tetapi juga kesempatan mendapatkan beasiswa agar mampu memperluas kontribusi mereka di masyarakat.
“Salah satunya agenda GMS ini bertujuan untuk merayakan atas kerja keras teman-teman relawan yang telah berjibaku di lapangan dalam setiap aksi-aksi kerelawanan,” kata Anisa Nindia Hayati, Ketua Harian Relawan Gesit Nasional.
Hari Pertama: Wisuda Kader dan Talkshow Kemanusiaan
Rangkaian kegiatan dibuka dengan prosesi Kader Penggerak Graduation. Acara ini disemarakkan talkshow bertema “Dunia Kerelawanan Masa Kini dan Nanti” menghadirkan sejumlah tokoh publik, di antaranya penulis sekaligus aktivis perempuan Kalis Mardiasih, influencer Sherly Annavita, Direktur Eksekutif Indorelawan Marsya Nurmaranti, serta Anisa Nindia Hayati.
Sesi berikutnya diisi sambutan dari Ahmad Mujahid (Direktur Eksekutif Salam Setara) dan keynote speech “Bergeraklah Para Relawan” yang disampaikan oleh Bayu Diktiarsa Pratama (Kepala Operasional & SDM Salam Setara) dan Sudirman Said (Menteri ESDM RI 2014–2016, Rektor Universitas Harkat Negeri, sekaligus tokoh kemanusiaan yang aktif dalam penanganan tsunami Aceh 2004).
Selain itu, terdapat orasi kerelawanan dari tiga perwakilan Relawan Gesit, prosesi penghargaan untuk kader, serta pertunjukan seni yang mencerminkan solidaritas dan semangat kebersamaan.
Hari Kedua: Kongres Nasional Relawan Gesit
Fokus utama di hari kedua adalah Kongres Nasional. Sebanyak 26 perwakilan chapter mengikuti pleno organisasi guna membahas arah gerakan di masa depan, termasuk pembaruan aturan dan tata kelola organisasi.
Para relawan juga dibekali dengan lima sesi Volunteer Training and Facilitation. Pelatihan ini menghadirkan narasumber berpengalaman yang memberikan wawasan praktis tentang pengelolaan aksi sosial, strategi komunikasi, hingga manajemen organisasi relawan.
Hari Ketiga: Aksi Sosial dan City Tour
Agenda penutup GMS 2025 ditandai dengan kegiatan Aksi Warga Bantu Warga. Relawan turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada pedagang keliling di Kota Yogyakarta.
Setelah itu, peserta mengikuti city tour untuk mengenal budaya lokal sekaligus mempererat jejaring antarchapter.
Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para relawan sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Kehadiran 26 Chapter dari Berbagai Daerah
Keterlibatan chapter cukup merata dari berbagai wilayah. Dari Sulawesi hadir perwakilan Bulukumba, Makassar, dan Jeneponto.
Sumatera diwakili chapter Palembang. Jawa Barat menyumbang partisipasi dari Bekasi, Kota Bandung, Bogor, Sukabumi, Kabupaten Bandung, Sumedang, Depok, Cimahi, hingga Garut.
Sementara itu, Jawa Tengah mengirim chapter Semarang, Tegal, dan Solo. Jakarta diwakili oleh empat wilayah serta Tangerang.
Dari Jawa Timur hadir relawan Malang dan Surabaya, sedangkan tuan rumah DIY diwakili Bantul dan Gesit Chapter Yogyakarta.
Kehadiran mereka menegaskan GMS sebagai ajang temu nasional Relawan Gesit terbesar tahun ini.
Dalam sesi keynote speech, Sudirman Said menekankan pentingnya karakter relawan. “Relawan harus punya integritas, sifat pemimpin yang baik, memiliki kompetensi serta value, dan jadi relawan adalah jalan yang baik untuk membangun karakter,” ucapnya.
Harapan ke Depan
Melalui GMS 2025, Relawan Gesit berharap lahir ide-ide segar dan strategi baru yang dapat memperkuat gerakan sosial di berbagai daerah.
Lulusan kader penggerak diharapkan memiliki empati tinggi, keterampilan memadai, serta visi yang sama untuk menggerakkan masyarakat.
Agenda ini diselenggarakan oleh Yayasan Salam Setara, Relawan Gesit, dan ekosistem Kitabisa.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan kerelawanan bisa terus berkembang dengan pendekatan inovatif, memberi inspirasi baru, serta menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.***