
TUGUJOGJA – Operasi pencarian terhadap Mbah Kasemo alias Bajiyo (81), warga yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, masih belum membuahkan hasil.
Hingga Jumat (26/6/2026) sore, keberadaan lansia tersebut belum berhasil ditemukan meski pencarian telah memasuki hari ketiga.
Tim SAR Gabungan terus memperluas penyisiran dengan mengombinasikan pencarian darat dan pemantauan dari udara menggunakan drone termal serta drone udara.
Berbagai metode diterapkan untuk menjangkau area hutan yang dipenuhi vegetasi lebat dan sulit diakses.
Tim SAR Bagi Personel ke Sejumlah Sektor
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan operasi hari ketiga difokuskan pada penyisiran sistematis menggunakan metode open grid. Personel dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) agar area pencarian dapat dijangkau lebih luas.
“Pada hari ketiga operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan metode open grid di sejumlah sektor yang telah ditentukan berdasarkan evaluasi pencarian sebelumnya. Selain penyisiran darat oleh SRU, pencarian juga diperkuat menggunakan drone termal serta drone udara milik potensi SAR untuk memperluas jangkauan pengamatan dari udara,” ujar Rio Banupanitis.
Pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Setiap tim bergerak menyusuri jalur-jalur hutan dengan pemeriksaan yang dilakukan secara teliti agar tidak ada area yang terlewat.
SRU 1 bertugas menyisir sektor sebelah kanan lokasi pencarian menggunakan pola open grid, sedangkan SRU 2 mengoperasikan drone termal yang mampu mendeteksi pancaran panas tubuh dari udara.
Drone Termal Jadi Andalan
Penggunaan teknologi menjadi salah satu fokus dalam operasi pencarian kali ini.
Drone termal diterbangkan berulang kali untuk memindai area yang tertutup pepohonan rapat. Dari udara, operator memantau citra termal secara langsung untuk mencari kemungkinan adanya tanda keberadaan korban.
Memasuki pukul 13.30 WIB, operasi kembali dilanjutkan dengan memperluas sektor pencarian.
Selain drone termal, Tim SAR juga mengoperasikan drone udara milik Potensi SAR Pos 21 Drone guna membantu pemetaan kawasan hutan dari ketinggian.
Data hasil pemantauan udara kemudian menjadi acuan bagi personel di lapangan untuk menentukan jalur penyisiran berikutnya sehingga pencarian dapat berlangsung lebih efektif.
Operasi Dihentikan Sementara Pukul 17.00 WIB
Meski seluruh metode telah dimaksimalkan, hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB hasil yang diharapkan belum diperoleh.
Keberadaan Mbah Kasemo masih belum diketahui.
Rio Banupanitis memastikan operasi pencarian belum berakhir. Tim akan kembali melakukan evaluasi terhadap seluruh area yang telah diperiksa sebelum menentukan sektor baru untuk penyisiran berikutnya.
“Kami akan melanjutkan operasi pencarian pada Sabtu pagi dengan melakukan evaluasi terhadap area-area yang telah disisir serta memperluas pencarian ke sektor yang masih dianggap berpotensi. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” katanya.
Koordinasi Lintas Instansi Terus Diperkuat
Selama operasi berlangsung, berbagai unsur yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan terus menjaga koordinasi di lapangan.
Kolaborasi antarinstansi dinilai menjadi faktor penting mengingat medan pencarian berupa kawasan hutan yang cukup luas dengan vegetasi rapat.
Selain personel penyisir, operator drone, petugas komunikasi, hingga tim pendukung logistik bekerja secara bergantian agar pencarian dapat berlangsung sepanjang hari.
Ringkasan Operasi Pencarian Hari Ketiga
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Korban | Mbah Kasemo alias Bajiyo (81) |
| Lokasi | Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan |
| Hari pencarian | Ketiga |
| Metode | Open grid, penyisiran darat, drone termal, drone udara |
| Waktu operasi | 08.00โ17.00 WIB |
| Hasil | Korban belum ditemukan |
Pencarian Dilanjutkan Sabtu Pagi
Bagi keluarga korban, setiap jam yang berlalu menjadi penantian yang penuh harapan.
Tim SAR Gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan operasi pada Sabtu (27/6/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Evaluasi terhadap area yang telah disisir akan menjadi dasar untuk menentukan titik pencarian berikutnya.
Petugas berharap perluasan sektor pencarian serta dukungan teknologi pemantauan udara dapat meningkatkan peluang menemukan Mbah Kasemo.
Hingga pembaruan terbaru, seluruh unsur SAR tetap berkomitmen melanjutkan operasi sesuai prosedur dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.