
TUGU JOGJA – Mahasiswa Program Studi Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) angkatan 2021, Bonaventura Octavito Cahyawani, mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mahasiswa yang akrab disapa Vito tersebut berhasil meraih Juara II dalam ajang Base Indonesia Hackathon 2025.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Base Indonesia bekerja sama dengan BlockDevId, IDRX, dan Thetanuts Finance. Ajang hackathon tersebut menjadi ruang kompetitif bagi talenta-talenta digital dari berbagai latar belakang untuk menghadirkan inovasi berbasis teknologi blockchain dan Web3.
Diikuti 120 Tim dari Berbagai Jenjang Pendidikan
Base Indonesia Hackathon 2025 diikuti sekitar 120 tim yang berasal dari beragam kalangan, mulai dari mahasiswa aktif, lulusan perguruan tinggi, hingga peserta tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Kompetisi berlangsung sejak Desember hingga Januari dengan mekanisme submission dan babak penyisihan yang digelar secara daring.
Setelah melalui proses seleksi, panitia mengumumkan lima finalis untuk kategori Thetanuts Track pada 4 Februari 2026. Para finalis kemudian melanjutkan ke tahap akhir berupa pitching dan presentasi yang dilaksanakan secara luring pada 7 Februari 2026 di Topgolf, Jakarta Selatan.
Dalam kompetisi tersebut, Vito tergabung dalam tim bernama โALPHABITโ. Tim ini beranggotakan lima orang yang terdiri dari lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), serta profesional yang bekerja secara remote. Kolaborasi lintas latar belakang ini menjadi salah satu kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang kompetitif.
Kembangkan Aplikasi Option Trading Berbasis Gamification
Pada ajang tersebut, Vito dan tim mengikuti kategori Thetanuts Track. Kategori ini berfokus pada pengembangan aplikasi option trading yang dirancang agar lebih ramah pengguna.
Konsep yang diusung menekankan pendekatan gamification, sehingga aplikasi tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif dan menarik bagi pengguna. Desain yang nyaman dan user-friendly menjadi poin penting dalam pengembangan solusi yang mereka tawarkan.
Melalui pendekatan tersebut, tim ALPHABIT mampu bersaing dengan puluhan tim lain hingga akhirnya meraih posisi kedua di tingkat nasional.
Tantangan Koordinasi Tim yang Berbeda Lokasi
Di balik pencapaian tersebut, terdapat tantangan yang harus dihadapi selama proses persiapan hingga final kompetisi. Salah satu kendala utama adalah koordinasi antaranggota tim yang berada di lokasi berbeda.
Seluruh proses diskusi dan penyelarasan konsep dilakukan secara daring. Perbedaan waktu serta pembagian peran masing-masing anggota tim menuntut komunikasi yang efektif agar visi yang dibangun tetap selaras.
โTantangan terbesar yang kami hadapi adalah waktu dan menyampaikan maksud dan konsep yang ingin dicapai kepada seluruh anggota tim yang telah memiliki peran masing-masing, serta menyelaraskan semuanya menjadi satu pemikiran,โ ujar Vito.
Meski menghadapi keterbatasan pertemuan secara langsung, tim tetap mampu menjaga konsistensi ide dan kualitas pengembangan produk hingga tahap presentasi final.
Dorong Mahasiswa UAJY Dalami Web3 dan Blockchain
Atas capaian tersebut, Vito mendorong mahasiswa UAJY untuk lebih berani mengeksplorasi teknologi Web3. Ia menilai bidang ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan, terutama bagi mahasiswa Program Studi Informatika dan Sistem Informasi.
Selain itu, ia juga mengajak mahasiswa dari berbagai program studi untuk aktif bergabung dalam komunitas kampus yang berfokus pada teknologi blockchain.
โMahasiswa UAJY dapat bergabung dengan UAJY Blockchain Club untuk menggali lebih dalam tentang blockchain dan mengembangkan karir di bidang ini,โ tegasnya.
Ajakan tersebut menjadi bentuk komitmen untuk memperluas literasi dan kesiapan mahasiswa UAJY dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang terus bergerak dinamis.
Prestasi yang diraih Bonaventura Octavito Cahyawani dalam Base Indonesia Hackathon 2025 menjadi bukti bahwa mahasiswa UAJY mampu bersaing di level nasional. Kolaborasi lintas institusi dan pemanfaatan teknologi Web3 menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang relevan di era digital.***