
TUGUJOGJA— Kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta terus menyita perhatian publik.
Aparat kepolisian hingga kini masih belum mengungkap siapa sosok pemilik sebenarnya dari lembaga penitipan anak tersebut, meski sejumlah saksi dan pejabat struktural telah menjalani pemeriksaan intensif.
Misteri Pemilik Daycare Little Aresha
Penyelidikan yang berlangsung berlapis-lapis ini memunculkan fakta baru yang mengejutkan. Informasi yang beredar menyebutkan adanya sosok berpengaruh dari salah satu lembaga yang diduga berada di balik operasional daycare tersebut.
Namun, pihak kepolisian belum mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut dan masih terus mendalami setiap petunjuk yang ada.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adeian, menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan fokus utama saat ini adalah mengurai struktur kepemilikan serta tanggung jawab hukum dalam yayasan yang menaungi daycare tersebut.
“Saat ini kami masih mempelajari perizinan dan dokumen-dokumen terkait. Kami ingin memastikan siapa yang bertanggung jawab terhadap setiap aspek di dalam yayasan tersebut,” ujar Riski pada Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa ketua yayasan yang telah menjadi tersangka berdasarkan hasil penyelidikan sementara bukanlah pemilik dari Daycare Little Aresha Yogyakarta. Fakta ini semakin mempertegas adanya kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Polisi kini menelusuri lebih dalam terkait akta pendirian yayasan. Berdasarkan hasil sementara, yayasan tersebut berdiri pada tahun 2021, sementara operasional daycare mulai setahun kemudian, yakni pada 2022.
Aparat juga mendalami apakah yayasan tersebut merupakan milik individu atau hasil kolaborasi beberapa pihak yang kemudian menunjuk satu orang sebagai pengelola utama.
Di sisi lain, penyelidikan tidak berhenti pada aspek administratif semata. Polisi juga активно melacak para mantan karyawan dan pengasuh yang pernah bekerja di daycare tersebut.
Langkah ini bertujuan untuk mengungkap dugaan keterlibatan mereka dalam praktik kekerasan terhadap anak-anak yang dititipkan di sana.
Kemungkinan Keterlibatan Seorang Hakim
Situasi semakin dramatis ketika Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) ikut turun tangan dalam kasus ini. Tiga perwakilan dari lembaga tersebut mendatangi Mapolresta Yogyakarta.
Tujuan mereka adalah menelusuri kemungkinan keterlibatan seorang hakim aktif berinisial RIL yang bertugas di salah satu pengadilan negeri di Provinsi Bengkulu.
Nama RIL mencuat setelah tercatat sebagai Ketua Dewan Penasehat Daycare Little Aresha. Statusnya sebagai hakim aktif membuat kasus ini semakin sensitif dan menjadi sorotan luas.
Kompol Riski Adrian mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bawas MA dalam proses penyelidikan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kedatangan tim Bawas bertujuan untuk menggali informasi langsung dari para tersangka.
“Tim dari Mahkamah Agung datang ke Polresta Yogyakarta. Mereka terdiri dari hakim-hakim tinggi, sekitar tiga orang. Mereka meminta fasilitas tempat untuk melakukan pemeriksaan sendiri terhadap para tersangka,” jelasnya.
Tim Bawas MA melakukan interogasi secara independen guna mengetahui sejauh mana keterlibatan hakim RIL dalam struktur maupun operasional daycare tersebut.
Langkah ini menunjukkan keseriusan aparat dalam mengusut tuntas kasus yang telah mengguncang kepercayaan publik terhadap lembaga pengasuhan anak.
Hingga saat ini, publik masih menanti kejelasan terkait siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas dugaan kekerasan yang terjadi. Misteri pemilik Daycare Little Aresha Yogyakarta menjadi titik krusial yang akan membuka tabir besar di balik kasus ini.
Penyelidikan yang terus bergulir menghadirkan harapan sekaligus kecemasan. Harapan akan terungkapnya kebenaran, tapi juga kekhawatiran jika ada kekuatan besar yang mencoba menutupi fakta.
Aparat kepolisian pun harus bekerja transparan dan profesional agar keadilan bagi para korban benar-benar terwujud. (ef linangkung)