
TUGUJOGJA – Operasi Keselamatan Progo 2026 digelar 2–15 Februari 2026 tanpa libur akhir pekan. Simak jadwal lengkap, tujuan operasi, dan imbauan resmi kepolisian DIY.
Operasi Keselamatan Progo 2026 resmi digelar serentak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 berlangsung selama 14 hari penuh tanpa pengecualian hari kerja. Artinya, operasi tetap berjalan pada hari Sabtu dan Minggu. Masyarakat diimbau untuk tidak beranggapan bahwa razia atau pemeriksaan lalu lintas akan diliburkan pada akhir pekan.
Jadwal Operasi Keselamatan Progo 2026
Berdasarkan informasi resmi kepolisian, Operasi Keselamatan Progo 2026 dilaksanakan mulai tanggal 2 Februari sampai dengan 15 Februari 2026. Operasi ini dilaksanakan secara serentak oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta serta seluruh jajaran Polres dan Polresta di wilayah tersebut.
Polresta Yogyakarta menyampaikan bahwa operasi kepolisian dengan sandi “OPS KESELAMATAN PROGO 2026” bertujuan mewujudkan Kota Yogyakarta yang aman dan tertib berlalu lintas. Selama masa operasi, masyarakat diimbau untuk selalu melengkapi spesifikasi kendaraan dan mematuhi seluruh peraturan lalu lintas yang berlaku.
Apel Gelar Pasukan Jadi Penanda Dimulainya Operasi
Operasi Keselamatan Progo 2026 diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar di Halaman Mapolda DIY pada Senin, 2 Februari 2026. Apel serupa juga dilaksanakan di masing-masing satuan wilayah sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana pendukung.
Kegiatan apel ini bertujuan memastikan seluruh unsur siap menjalankan tugas sehingga situasi lalu lintas tetap kondusif menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui pendekatan yang humanis dan persuasif, dengan fokus pada peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Arahan Kapolda DIY kepada Personel di Lapangan
Dalam apel gelar pasukan tersebut, amanat Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. dibacakan oleh Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K. Penekanan utama diberikan pada profesionalisme dan integritas anggota kepolisian selama menjalankan operasi.
“Laksanakan tugas secara profesional dan humanis serta hindari tindakan kontra produktif yang dapat merusak citra Polri, dan lakukan inovasi yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing,” tegasnya dikutip Tugujogja.id dari laman jogja.polri.go.id.
Selain itu, personel juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas. Penerapan buddy system menjadi salah satu penekanan penting guna meminimalkan risiko bagi anggota di lapangan selama masa operasi berlangsung.
Operasi Tetap Berjalan di Akhir Pekan
Terkait pertanyaan masyarakat apakah Operasi Keselamatan 2026 libur pada hari Sabtu dan Minggu, kepolisian menegaskan bahwa kegiatan tetap berjalan sesuai jadwal. Seluruh rangkaian operasi dilaksanakan tanpa jeda selama 14 hari berturut-turut, termasuk akhir pekan.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap tertib berlalu lintas kapan pun dan di mana pun, baik pada hari kerja maupun hari libur. Kehadiran petugas di lapangan pada akhir pekan juga menjadi bagian dari strategi menciptakan keamanan lalu lintas yang berkelanjutan.
Imbauan Kepada Masyarakat Yogyakarta
Polda DIY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya mandiri, bukan semata-mata karena adanya operasi kepolisian. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dinilai sebagai kunci utama dalam menekan angka kecelakaan.
Melalui Operasi Keselamatan Progo 2026 yang menjangkau hingga tingkat Polres dan Polresta, diharapkan kesadaran hukum masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Sinergi antara masyarakat dan aparat kepolisian di lapangan diharapkan mampu mewujudkan situasi Yogyakarta yang aman, nyaman, dan berkeselamatan, khususnya menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Operasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama yang harus dijaga secara konsisten oleh seluruh pengguna jalan.
***