
TUGU JOGJA – Rencana pengembangan kawasan terpadu di wilayah selatan Kota Yogyakarta mulai masuk dalam pembahasan KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2026. Taman Pintar 2 diproyeksikan menjadi pusat penggerak atau jangkar pembangunan kawasan tersebut untuk mendorong pemerataan pertumbuhan kota.
Rencana itu dibahas dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2026 antara Komisi C DPRD Kota Yogyakarta dan Bappeda, Senin (10/8/2026). Pengembangan kawasan tersebut diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan Jogja Selatan pada periode 2027 hingga 2028.
Taman Pintar 2 Dirancang sebagai Kawasan Terpadu
Pembahasan yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi C DPRD Kota Yogyakarta tidak hanya menyoroti penyesuaian anggaran. Sejumlah program strategis yang akan menentukan arah pembangunan kota beberapa tahun ke depan juga masuk dalam agenda.
Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Bambang Seno Baskoro meminta fokus pembahasan diarahkan pada substansi program prioritas yang akan dijalankan Bappeda melalui perubahan anggaran tahun depan.
“Yang kita utamakan adalah pemaparan program-program kerja yang ada di Bappeda sebagai mitra Komisi C, khususnya terkait penyesuaian anggaran pada perubahan KUA-PPAS TA 2026 ini,” kata Bambang.
Kepala Bappeda Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono menjelaskan, Taman Pintar 2 dirancang sebagai kawasan terpadu yang menghubungkan sejumlah fasilitas publik dan ruang aktivitas baru di kawasan selatan.
Konsep yang disusun tidak hanya membangun satu destinasi baru, tetapi mengintegrasikan beberapa titik strategis yang sudah ada agar saling terhubung dan menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas.
Menurut Agus, kawasan tersebut mencakup:
- Taman Pintar 2
- Taman Budaya Giwangan
- Pusat Informasi Haji (PIH)
- Area penunjang di sekitarnya
Seluruh kawasan itu akan menjadi satu kesatuan pengembangan yang berfungsi sebagai pusat aktivitas baru di wilayah selatan Kota Yogyakarta.
“Intinya Taman Pintar 2 itu terdiri dari Taman Budaya Giwangan, PIH, dan area sekitarnya. Ini akan menjadi anchor atau jangkar pembangunan di kawasan selatan agar pengembangan Kota Yogyakarta tidak parsial,” ujar Agus.
Taman Pintar 2 Diharapkan Dorong Pemerataan Pertumbuhan
Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata Kota Yogyakarta lebih banyak terkonsentrasi di kawasan tertentu. Pengembangan Taman Pintar 2 diharapkan menjadi pemicu munculnya pusat pertumbuhan baru di wilayah selatan.
Bappeda menilai diperlukan rencana aksi yang rinci sebelum pembangunan fisik dimulai. Karena itu, pemerintah mengusulkan penyusunan strategi implementasi yang melibatkan berbagai sektor dan perangkat daerah.
Langkah tersebut dianggap penting agar program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri serta mampu menghasilkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
Dalam pembahasan KUA-PPAS Perubahan 2026, kajian perencanaan kawasan strategis menjadi salah satu usulan yang ikut masuk dalam penyesuaian anggaran.
Koridor Sungai Code Juga Masuk Agenda
Selain kawasan Taman Pintar 2, Bappeda turut memaparkan rencana penataan koridor Sungai Code yang akan dikembangkan sebagai jalur ramah pejalan kaki dan pesepeda.
Perencanaan dilakukan secara bertahap melalui beberapa segmen agar penataan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan dampak sosial yang muncul.
Koridor tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas kawasan sekaligus menambah ruang publik yang lebih nyaman bagi warga.
“Harapan kita ke depannya koridor Sungai Code bisa dilalui setidaknya untuk jalan kaki atau naik sepeda. Rencana ini dibagi dalam beberapa segmen dan terus diselaraskan dengan aspek dampak sosial serta penataan infrastruktur bersama instansi terkait,” kata Agus.
Penyesuaian Anggaran Perubahan 2026
Dalam rapat tersebut, Bappeda juga memaparkan sejumlah penyesuaian anggaran yang masuk dalam Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026.
Beberapa di antaranya meliputi kebutuhan belanja pegawai, kajian perencanaan kawasan strategis, hingga dukungan pelaksanaan Musrenbang Kemiskinan.
Ringkasan Program Prioritas yang Dibahas
| Program | Fokus |
|---|---|
| Taman Pintar 2 | Kawasan terpadu dan pusat pertumbuhan Jogja Selatan |
| Taman Budaya Giwangan | Integrasi kawasan budaya |
| Pusat Informasi Haji (PIH) | Penguatan fungsi kawasan terpadu |
| Koridor Sungai Code | Jalur pedestrian dan sepeda |
| Kajian Kawasan Strategis | Dasar perencanaan pembangunan 2027-2028 |
| Musrenbang Kemiskinan | Dukungan perencanaan program sosial |
Hingga pembahasan terbaru, Komisi C DPRD Kota Yogyakarta masih mencermati penyesuaian anggaran tersebut untuk memastikan program prioritas memiliki dasar perencanaan yang kuat sebelum masuk tahap pelaksanaan.
Dengan Taman Pintar 2 sebagai jangkar pembangunan, Pemkot Yogyakarta menargetkan arah pengembangan kota tidak lagi berjalan terpisah per kawasan, melainkan terhubung dalam satu konsep pengembangan terpadu yang mendorong aktivitas ekonomi, budaya, dan ruang publik baru di wilayah selatan. (Gal)