Pendakian Ilegal Gunung Merapi Masih Terjadi, TNGM Pilih Pendekatan Persuasif dengan Warga

Bagikan :
Ilustrasi | Balai TNGM mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi kepada masyarakat dalam menangani aktivitas pendakian ilegal Gunung Merapi. (Ist)

TUGUJOGJA — Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menyatakan aktivitas pendakian ilegal di Gunung Merapi masih terjadi meski larangan pendakian tetap diberlakukan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pengelolaan kawasan konservasi karena penanganannya juga mempertimbangkan aspek sosial masyarakat di sekitar lereng Merapi.

Kepala Balai TNGM, T. Heri Wibowo, mengatakan berbagai imbauan telah disampaikan oleh sejumlah pihak, mulai dari Balai TNGM, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, hingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun, aktivitas pendakian ilegal masih ditemukan.

“Himbauan dari TNGM, BPPTKG, Sultan, hingga Kepala BNPB ternyata belum dihiraukan,” ujar Heri.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih ada pendaki yang mengabaikan larangan meskipun aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih memerlukan kewaspadaan.

Balai TNGM memilih mengedepankan pendekatan persuasif dibanding penindakan secara terbuka.

Petugas resort terus melakukan komunikasi dengan masyarakat di kawasan Selo, Boyolali, untuk menjelaskan alasan penutupan jalur pendakian yang berfokus pada aspek keselamatan.

Baca juga  Hari Jadi ke-195 Gunungkidul: Bupati dan Wakil Bupati Ziarah, Hormati Para Pendahulu

Dalam waktu dekat, Balai TNGM juga berencana menggelar pertemuan dengan masyarakat untuk membahas langkah-langkah yang dapat diterima bersama.

“Kami melakukan pendekatan secara tertutup kepada warga. Dalam waktu dekat kami juga berencana mengadakan pertemuan dengan masyarakat,” kata Heri.

Menurutnya, membangun kesadaran masyarakat dinilai lebih efektif sebagai solusi jangka panjang dibanding hanya memperketat pengawasan.

Penjagaan Tetap Dilakukan dengan Mengedepankan Edukasi

Heri menjelaskan Balai TNGM memiliki opsi untuk meminta bantuan aparat TNI maupun Polri dalam melakukan penjagaan di jalur pendakian.

Namun, langkah tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gesekan dengan masyarakat maupun pendaki.

“Kami sebenarnya bisa meminta bantuan TNI dan Polri untuk berjaga. Tetapi itu hanya solusi jangka pendek. Risikonya justru bisa terjadi bentrok atau benturan horizontal, dan pasti akan viral lagi,” ungkapnya.

Atas pertimbangan tersebut, Balai TNGM tetap mengutamakan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Meski demikian, petugas tetap melakukan pengawasan di lapangan.

Personel resort tetap berada di wilayah kerjanya untuk memantau aktivitas di jalur pendakian sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan pendaki.

Baca juga  Menkeu Purbaya dan Sri Sultan HB X Naik Jogja Heritage Track, Luncurkan Bekalista di Yogyakarta

“Kawan-kawan Resort tetap berada di kantor Resort Selo sambil terus melakukan pendekatan kepada masyarakat,” jelas Heri.

Ia juga menilai sebagian pendaki masih mengabaikan aspek keselamatan dengan tetap mencoba memasuki kawasan yang masih ditutup.

“Ternyata karakter pendaki kita juga tidak rasional, sehingga cukup sulit untuk melarang mereka naik,” katanya.

Balai TNGM berharap masyarakat mematuhi kebijakan penutupan jalur pendakian selama status aktivitas Gunung Merapi masih memerlukan kewaspadaan.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko terhadap keselamatan pengunjung.

Ke depan, Balai TNGM menyatakan akan terus mengedepankan pendekatan persuasif, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta menjaga kawasan konservasi tanpa menimbulkan konflik sosial.

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan