Krisis Infrastruktur Sekolah di Gunungkidul: 5 Ruang Kelas SD Negeri Kepek 1 Rusak, Siswa Terpaksa Belajar di Musala

Bagikan :
Ilustrasi Sekolah di Gunungkidul yang Rusak/Foto: ChatGPT

TUGUJOGJA- Gunungkidul kembali menghadapi persoalan serius di sektor pendidikan. Kerusakan bangunan sekolah kini menghambat proses belajar mengajar di SD Negeri Kepek 1, Saptosari.

Hampir separuh ruang kelas di sekolah tersebut tidak lagi layak, memaksa ratusan siswa menjalani kegiatan belajar dalam kondisi serba terbatas.

Sekolah di Gunungkidul Rusak

Pemandangan memprihatinkan langsung terlihat saat memasuki area sekolah. Dari total 12 ruang kelas, lima di antaranya mengalami kerusakan parah.

Atap perpustakaan yang ambruk sejak tahun lalu masih belum diperbaiki. Ruang kelas 6 juga mengalami nasib serupa setelah atapnya runtuh pada Februari 2026.

Sementara itu, tiga ruang kelas lain telah rusak selama lebih dari tiga tahun tanpa penanganan signifikan.ย Kondisi ini membuat pihak sekolah tidak memiliki pilihan selain menghentikan penggunaan ruang-ruang tersebut.

Para siswa pun harus beradaptasi dengan situasi darurat. Mereka berpindah ke ruang kelas yang masih tersedia, bahkan menggunakan musala sebagai tempat belajar sementara.

Kepala Sekolah SD Negeri Kepek 1, Marsum, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut terjadi secara bertahap dan telah berlangsung cukup lama. Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan masalah baru, melainkan akumulasi dari kurangnya perbaikan selama bertahun-tahun.

Baca juga  Hanum Destiyanti, Siswi Karangmojo yang Taklukkan FLS2N dengan Tulisan Jujur dan Menggetarkan Hati

โ€œUntuk kerusakan itu sebetulnya sudah lebih dari tiga tahun, yang tiga ruangan. Yang dua ruangan sekitar satu tahun,โ€ ujar Marsum.

Situasi ini memaksa pihak sekolah melakukan penyesuaian besar dalam pengaturan ruang belajar. Siswa kelas 2 harus rela belajar di musala dengan sistem lesehan.

Sementara itu, kelas 6 yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) diprioritaskan menempati ruang yang lebih layak.

โ€œKelas 6 dipindah ke ruang kelas 2, dan kelas 2 menggunakan ruang musala. Kita optimalkan kelas 6 yang sebentar lagi TKA,โ€ jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, sekolah tetap berupaya menjaga kualitas pembelajaran. Dengan jumlah 148 siswa serta 14 guru dan karyawan, kegiatan belajar mengajar terus berjalan meskipun jauh dari kondisi ideal.

Upaya Sekolah

Para guru juga meningkatkan pengawasan terhadap siswa, terutama saat jam istirahat.ย Marsum menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra untuk menghindari risiko kecelakaan. Area bangunan yang rusak berpotensi membahayakan siswa.

โ€œKami harus ekstra mengawasi anak-anak saat bermain agar tidak sampai berada di lokasi berbahaya,โ€ tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa usia bangunan yang sudah tua serta faktor cuaca menjadi penyebab utama kerusakan. Hujan dan panas ekstrem mempercepat pelapukan struktur bangunan, hingga akhirnya tidak lagi aman digunakan.

Baca juga  Melihat Upaya Pemkab Gunungkidul Meningkatkan Kualitas SDM lewat Program Bocah Pinter, Serap Anggaran Rp1 Miliar

Pihak sekolah sebenarnya telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah. Namun, hingga kini perbaikan belum juga terealisasi.

Marsum berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar siswa dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Respons cepat akhirnya datang dari Dinas Pendidikan Gunungkidul. Kepala Dinas Pendidikan, Nunuk Setyowati, langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi sekolah secara langsung.

Hasil peninjauan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan kondisi nyata di lapangan.

โ€œAkan segera kami tindak lanjuti, ini saya sudah ke lokasi,โ€ kata Nunuk.

Ia meminta pihak sekolah segera memperbarui data di Dapodik agar proses pengajuan perbaikan dapat berjalan lancar. Selain itu, sekolah juga diminta untuk segera mengajukan proposal resmi sebagai dasar penanganan.

Kondisi SD Negeri Kepek 1 menjadi potret nyata tantangan pendidikan di daerah. Infrastruktur yang tidak memadai tidak hanya mengganggu proses belajar, tetapi juga mengancam keselamatan siswa.

Jika tidak segera ditangani, situasi ini berpotensi menurunkan kualitas pendidikan dan semangat belajar anak-anak.ย Kini, harapan besar tertuju pada langkah cepat pemerintah. (ef linangkung)

Baca juga  Bupati Gunungkidul Ajak Pelajar jadi Agen Perubahan, Ingatkan Bahaya Narkoba yang Mengintai Generasi Muda

togel online

bandar togel

situs toto

situs togel

bandar togel

togel online

situs toto

link slot

situs toto

situs slot

slot gacor

situs togel

situs slot

situs toto

bandar togel

slot gacor

slot resmi

situs gacor

situs slot

link slot

situs togel

slot online

slot resmi

situs gacor

situs toto

toto togel

link gacor

toto slot

togel 4d

situs toto

slot gacor hari ini

link slot

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

film pendek mijil

Film Pendek โ€œMijilโ€ Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah