
TUGUJOGJA – Senyum lebar kembali menghiasi wajah Ahmad Tri Efendi, atau akrab disapa Dek Fendi, ketika ia menapakkan kaki di halaman MI Yappi Pijenan, Panggang.
Pelajar sekolah dasar yang sempat viral karena rela meninggalkan bangku sekolah demi merawat kedua orang tuanya yang sakit kini resmi kembali menimba ilmu. Hari Sabtu, 4 April 2026, menandai babak baru perjalanan pendidikan anak pejuang ini.
Fendi datang dengan langkah pasti, tas sekolah di punggung, dan semangat yang tak lagi terhalang oleh kesulitan rumah tangga.
Kepala Sekolah MI Yappi Pijenan, Sumarwanto, memastikan bahwa Fendi kini aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti teman-teman sebayanya.
“Kami senang melihat Fendi kembali. Semangat belajarnya kini membara, dan ia siap mengejar cita-citanya,” ujar Sumarwanto dengan mata berbinar.
Kepedulian Polisi, Semangat Baru Fendy
Kembalinya Fendi ke sekolah tidak lepas dari peran aktif kepolisian setempat. Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, bersama jajarannya, langsung turun tangan membantu keluarga Fendi.
Bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberikan motivasi moral yang besar bagi sang bocah. Sumarwanto menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kapolres.
“Kami selaku pihak sekolah sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan nyata yang diberikan. Berkat dukungan tersebut, Fendi kini bisa kembali belajar dengan tenang,” ucapnya.
Harapan dan Impian yang Tak Pernah Padam
Kisah Fendy mengingatkan kita bahwa masa kecil adalah saat penting bagi tumbuh kembang seorang anak, bukan sekadar menghadapi tanggung jawab berat di rumah.
Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan kepolisian, Fendy kini bisa mengejar mimpinya tanpa kehilangan momen berharga di sekolah.
Orang-orang sekitar menyebut Fendi sebagai “anak pejuang” yang pantang menyerah. Kini, ia siap menorehkan prestasi, mengikuti lomba-lomba, dan aktif di kegiatan ekstrakurikuler.
Setiap langkahnya menjadi inspirasi bagi teman-teman sebaya dan masyarakat Gunungkidul.
Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda
Kisah Fendi membuktikan bahwa perhatian sosial, kepedulian lingkungan, dan kolaborasi antara sekolah serta aparat berwenang mampu mengubah nasib anak-anak.
Dukungan moral dan material yang diberikan tidak hanya menyelamatkan pendidikan Fendi, tetapi juga menyalakan harapan bagi anak-anak lain yang menghadapi situasi serupa.
Dengan semangat baru, Fendi siap menulis babak hidupnya di bangku sekolah, mengejar cita-cita, dan tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Dari Gunungkidul, kisahnya menyebar sebagai contoh nyata bahwa ketekunan, kepedulian, dan keberanian menghadapi tantangan bisa membawa cahaya baru bagi masa depan.