Petisi Batalkan TKA 2025 Capai Ratusan Ribu Tanda Tangan, Siswa Ungkap Alasan dan Tanggapan Pemerintah

Bagikan :
Ilustrasi Petisi Batalkan TKA 2025 Capai Ratusan Ribu Tanda Tangan, Siswa Ungkap Alasan dan Tanggapan Pemerintah/Unsplash

TUGUJOGJA – Sebuah petisi daring yang menolak pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 viral di Change.org.

Ribuan siswa menandatangani petisi ini karena menilai TKA hadir terlalu mendadak dan menambah tekanan bagi pelajar SMA yang baru menyesuaikan diri dengan Kurikulum Merdeka.

Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada November 2025, muncul gelombang penolakan besar dari kalangan pelajar SMA dan sederajat di seluruh Indonesia.

Sebuah petisi yang menuntut pembatalan ujian tersebut menjadi viral di platform Change.org dan berhasil mengumpulkan lebih dari 230 ribu tanda tangan hanya dalam hitungan hari.

Petisi tersebut dibuat oleh pengguna dengan nama akun Siswa Agit, yang mengaku sebagai salah satu peserta TKA 2025. Ia menilai kebijakan TKA muncul secara tiba-tiba tanpa waktu persiapan yang memadai, sementara siswa baru saja beradaptasi dengan sistem pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.

Dalam deskripsi petisinya yang berjudul โ€œBatalkan Pelaksanaan TKA 2025โ€, Siswa Agit menuliskan keresahan yang dirasakan banyak pelajar. Ia menyebut TKA menimbulkan tekanan psikologis, terutama karena jadwalnya berdekatan dengan tahun ajaran baru dan kurangnya kejelasan mengenai materi yang akan diujikan.

Awal Mula Petisi dan Lonjakan Dukungan

Petisi ini pertama kali diunggah pada Minggu, 26 Oktober 2025, dan dalam waktu singkat mendapat respons luas di kalangan pelajar, orang tua, serta tenaga pendidik. Berdasarkan data yang tercatat pada Kamis, 30 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB, petisi tersebut telah mengantongi 233.612 tanda tangan dan jumlahnya terus bertambah.

Baca juga  15 Contoh Soal TKA SMP 2026 Matematika Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan

Fenomena ini mencerminkan keresahan nyata para siswa terhadap perubahan kebijakan yang dianggap terlalu cepat. Banyak pelajar merasa TKA tidak memberikan ruang bagi mereka untuk mempersiapkan diri secara maksimal, apalagi setelah dua tahun menjalani sistem belajar yang fleksibel di bawah Kurikulum Merdeka.

Alasan Siswa Menolak Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Dalam petisinya, Siswa Agit menyoroti beberapa alasan yang membuat pelajar menolak pelaksanaan TKA 2025. Berikut poin-poin utama yang menjadi dasar protes tersebut:

1. Perubahan Kurikulum yang Membingungkan

Menurut Siswa Agit, banyak sekolah menggunakan Kurikulum Merdeka yang tidak mengenal TKA. Perubahan mendadak membuat siswa harus menyesuaikan diri dengan sistem ujian baru tanpa panduan yang jelas. Hal ini menimbulkan tekanan psikologis dan kebingungan di kalangan pelajar kelas 12 yang tengah mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi.

2. Penetapan TKA yang Terlalu Tiba-Tiba

TKA untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK pertama kali diumumkan pada 8 Juni 2025, kemudian ditetapkan secara resmi melalui Salinan Peraturan Badan Nomor 45 Tahun 2025 tentang Kerangka Asesmen TKA pada 14 Juli 2025. Artinya, siswa dan guru hanya memiliki waktu sekitar 112 hari atau 3,5 bulan untuk menyiapkan diri sebelum ujian berlangsung pada awal November.
Bahkan, simulasi TKA secara daring baru dimulai oleh Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen pada 6 Oktober 2025, meninggalkan waktu yang sangat singkat untuk beradaptasi.

Baca juga  Lebih Baik Mana Kurban Sapi Atau Kambing? Ternyata Ini Jawaban Ulama

3. Kisi-Kisi Tidak Sesuai dan Materi Terlalu Luas

Masalah lain yang diungkap Siswa Agit adalah keterlambatan publikasi kisi-kisi soal TKA. Akibatnya, guru dan siswa hanya bisa membuat prediksi berdasarkan informasi terbatas. Namun, setelah pelaksanaan simulasi pertama, diketahui bahwa prediksi tersebut tidak akurat. Selain itu, cakupan materi yang terlalu luas membuat siswa kesulitan memperkirakan jenis soal yang akan muncul.

4. Fasilitas Sekolah Belum Siap

Tidak semua sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melaksanakan TKA berbasis komputer. Banyak pelajar mengaku kesulitan karena keterbatasan perangkat, jaringan internet yang tidak stabil, serta minimnya pendampingan dari guru. Beberapa guru bahkan dinilai belum memahami sepenuhnya mekanisme asesmen baru tersebut karena kebebasan mengajar yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka.

Sebelum TKA resmi dimulai, pemerintah sempat melaksanakan gladi TKA pada 27 hingga 30 Oktober 2025 sebagai uji coba sistem. Namun, pelaksanaan ini sempat mengalami gangguan teknis yang menyebabkan sejumlah siswa tidak bisa mengakses sistem ujian.

Respon Pemerintah dan Tindak Lanjut

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan bahwa pihaknya telah menampung berbagai aspirasi dari pelajar terkait pelaksanaan TKA. Meski begitu, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai kemungkinan penundaan atau pembatalan ujian tersebut.

Baca juga  Muncul Petisi Pembatalan TKA 2025, Apakah Benar Akan Dibatalkan?

Kemendikdasmen berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan TKA agar sesuai dengan prinsip keadilan dan kesiapan setiap sekolah. Pemerintah juga mengingatkan bahwa tujuan utama TKA adalah mengukur kemampuan akademik secara menyeluruh, bukan menambah beban siswa.

Lonjakan dukungan terhadap petisi โ€œBatalkan Pelaksanaan TKA 2025โ€ mencerminkan keresahan kolektif pelajar di Indonesia terhadap perubahan kebijakan pendidikan yang dinilai tergesa-gesa.

Para siswa menuntut agar pemerintah mempertimbangkan kembali kesiapan sekolah, guru, serta infrastruktur sebelum memberlakukan ujian nasional model baru ini.

Sementara itu, pemerintah melalui Kemendikdasmen menyatakan tetap terbuka terhadap kritik dan akan meninjau ulang pelaksanaan TKA demi menjamin mutu pendidikan yang berkeadilan bagi seluruh peserta didik.***

situs gacor

toto togel

slot resmi

situs toto

link togel

bandar togel

togel online

link slot

slot gacor

link togel

slot gacor hari ini

bandar togel

togel online

situs togel

slot resmi

situs toto

toto togel

link togel

link gacor

link slot

slot gacor hari ini

link gacor

situs gacor

slot online

slot resmi

link slot

bandar togel

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

situs togel

slot gacor

togel online

situs toto

togel 4d

slot gacor hari ini

toto togel

slot 4d

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025