Qurban 1 Kambing atau Patungan 1/7 Sapi, Mana yang Lebih Utama? Ini Penjelasan Ulama

Bagikan :
Ilustrasi Qurban 1 Kambing atau Patungan 1/7 Sapi, Mana yang Lebih Utama? Ini Penjelasan Ulama/Unsplash

TUGUJOGJA – Perdebatan soal qurban 1 kambing atau patungan 1/7 sapi kembali ramai dibahas jelang Idul Adha. Simak penjelasan ulama dan dalil mengenai hewan qurban yang lebih utama.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, pertanyaan mengenai pilihan hewan qurban kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Salah satu yang paling sering dipertanyakan adalah mana yang lebih utama antara berqurban satu ekor kambing secara pribadi atau ikut patungan 1/7 sapi.

Dalam kajian fikih, persoalan tersebut memang menjadi bagian dari khilafiyah atau perbedaan pendapat di kalangan ulama. Masing-masing mazhab memiliki sudut pandang tersendiri dalam menentukan keutamaan hewan qurban berdasarkan dalil, manfaat, hingga jumlah daging yang dihasilkan.

Ciri Hewan Qurban Terbaik dalam Hadis

Dalam sejumlah hadis, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan gambaran mengenai hewan yang baik untuk dijadikan qurban.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, disebutkan:

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berqurban dengan dua kibas (domba) putih yang bertanduk, lalu beliau mengucapkan nama Allah dan bertakbir, dan beliau meletakkan kedua kakinya di leher kedua kibas tersebut (saat menyembelih). Dalam lafazh lain disebutkan bahwa beliau menyembelihnya dengan tangannya (Muttafaqun ‘alaih). Dalam lafazh lain disebutkan, “Saminain, artinya dua kibas gemuk.” Dalam lafazh Abu ‘Awanah dalam kitab Shahih–nya dengan lafazh, “Tsaminain, artinya kibas yang istimewa (berharga).” (HR. Bukhari, no. 5565 dan Muslim, no. 1966)

Sementara dalam hadis lain dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan:

Baca juga  Jadwal Libur Awal Puasa Ramadan 1447 H/2026 M Resmi Ditetapkan, Ini Aturan Lengkap dari Pemerintah untuk Anak Sekolah

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan agar diambilkan kibas (domba) bertanduk, kuku dan perutnya hitam, dan sekeliling matanya hitam. Lalu kibas tersebut dibawa ke hadapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dijadikan qurban.” (HR. Muslim, no. 1967)

Berdasarkan hadis tersebut, para ulama menyebut ciri hewan qurban terbaik antara lain gemuk, dominan berwarna putih, bertanduk, jantan, sehat, dan memiliki kualitas baik.

Meski demikian, hewan yang tidak bertanduk maupun hewan betina tetap sah dijadikan qurban.

Lebih Utama Kambing atau Sapi?

Pembahasan mengenai keutamaan kambing atau sapi dalam qurban ternyata memiliki beberapa sudut pandang.

Dilihat dari sisi penumpahan darah, sebagian ulama menilai satu ekor kambing yang dikurbankan sendiri lebih utama dibandingkan patungan sapi atau unta. Sebab, ibadah qurban dilakukan secara penuh atas nama satu orang.

Namun jika ditinjau dari sisi jumlah daging, sapi dan unta dinilai memiliki manfaat lebih luas karena dapat dibagikan kepada lebih banyak penerima.

Selain itu, daging domba juga disebut sebagian ulama lebih baik dibanding kambing biasa dari sisi rasa.

Dalam literatur fikih juga dijelaskan bahwa warna hewan turut menjadi perhatian. Urutan warna yang dipandang lebih utama adalah putih, kuning, abu-abu, merah, belang hitam-putih, lalu hitam.

Perbedaan Pendapat di Kalangan Mazhab

Ulama dari berbagai mazhab memiliki pandangan berbeda terkait hewan qurban yang paling utama.

Mazhab Maliki berpandangan kambing lebih utama dibanding sapi dan unta. Pendapat ini didasarkan pada hadis yang menyebut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban dengan dua ekor kambing.

Baca juga  8 Amalan Bulan Syawal Sesuai Sunah Rasul yang Bisa Diamalkan Setelah Ramadan

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor kambing yang putih kehitaman (bercampur hitam pada sebagaian anggota tubuhnya), bertanduk, beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, beliau mengucapkan bismillah serta bertakbir dan meletakkan kaki beliau di badan kedua hewan tersebut.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Sementara itu, mazhab Syafi’i dan Hanbali menilai unta lebih utama, kemudian sapi, lalu kambing. Dasarnya adalah jumlah daging yang lebih banyak sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh fakir miskin.

Pandangan tersebut dijelaskan oleh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh Al-Islamy wa Adillatuhu.

Meski begitu, ulama besar mazhab Syafi’i, Imam An-Nawawi, juga menjelaskan adanya kondisi tertentu di mana seekor kambing lebih utama dibanding patungan sapi.

“Berkurban unta lebih afdhal dari sapi karena bobotnya lebih besar, lalu berkurban sapi lebih afdhal dari kambing, karena sapi bobotnya sama dengan 7 ekor kambing. Dan berkurban seekor kambing seorang diri lebih afdhal daripada 7 orang berkongsi kurban dengan seekor sapi. Karena orang yang berkurban kambing seorang diri menyembellih kurban tersebut hanya untuk dirinya saja (tanpa berkongsi dengan orang lain).” (Al-Majmu’, Imam An-Nawawi, DKI, 9/304).

Pandangan Mazhab Hanafi

Berbeda dengan mazhab lainnya, ulama Hanafi lebih menitikberatkan pada ukuran dan jumlah daging hewan qurban.

Menurut pandangan ini, hewan yang memiliki daging lebih banyak dianggap lebih utama untuk dikurbankan.

Baca juga  Tanggal Berapa Anak Sekolah Masuk Lagi? Ini Jadwal Libur Lebaran 2026 untuk Siswa

“Pandangan Madzhab Hanafi: Bahwa kurban yang afdhal adalah yang paling banyak dagingnya. Ulama Madzhab Hanafi juga menjelaskan, “ Apabila ada dua hewan kurban sama dagingn dan bobotnya, maka yang paling utama adalah yang paling enak dagingnya. Namun jika kedua hewan berbeda bobotnya. Namun jika 7 ekor sapi itu lebih banyak dagingnya dari seekor kambing, maka sapi lebih afdhal.” (Al-Fiqh Al-Islamy wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Az-Zuhaily, Darul Fikr Al-Mu’ashir, 4/2720-2721; Raddul Mukhtar ‘ala ad-Durr al-Mukhtar, Syaikh Ibnu Abidin, DKI, 9/466).

Perbedaan Pendapat Perlu Disikapi Bijak

Perbedaan pandangan mengenai hewan qurban yang paling utama menjadi bagian dari khazanah fikih Islam yang telah lama dibahas para ulama.

Karena termasuk persoalan khilafiyah yang muktabar, masyarakat dianjurkan untuk saling menghormati pilihan dan keyakinan masing-masing dalam menjalankan ibadah qurban.

Baik memilih satu ekor kambing secara pribadi maupun ikut patungan sapi, keduanya tetap sah selama memenuhi syarat qurban sesuai ketentuan syariat.***

togel online

bandar togel

situs toto

bandar togel

togel online

situs toto

link slot

situs toto

situs slot

slot gacor

situs togel

situs slot

bandar togel

slot gacor

situs gacor

link slot

situs togel

slot online

slot resmi

situs gacor

situs toto

toto slot

togel 4d

situs toto

slot gacor hari ini

link slot

cabe4d togel

toto 4d

situs slot

togel online

toto togel

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian