SPMB Gunungkidul 2025: 400 Sekolah Kurang Rombel dan 10 SD Regrouping

Bagikan :
SPMB Gunungkidul 2025/Foto Ilustrasi: Freepik

TUGUJOGJA — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat sekolah dasar di Kabupaten Gunungkidul tahun ajaran 2025/2026 telah berjalan dengan tertib dan transparan.

Meski sejumlah sekolah mengalami tantangan dalam jumlah pendaftar, proses seleksi tetap berlangsung dengan lancar dan menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas.

Sekolah yang Belum Menerima Pendaftar

Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul mencatat, sebanyak sepuluh sekolah dasar (SD) belum menerima pendaftar tahun ini. Sekolah-sekolah tersebut sebagian besar berada di wilayah pinggiran yang memiliki jumlah penduduk usia sekolah relatif rendah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subariyanto, menjelaskan bahwa kondisi geografis menjadi salah satu faktor utama. Sebagian besar sekolah yang belum menerima pendaftar berlokasi di daerah terpencil.

‘Di lokasi tersebut, jumlah anak usia sekolah memang lebih sedikit dibanding wilayah lain,” jelasnya pada Rabu (11/6/2025).

Adapun sekolah tersebut antara lain SDN Giripanggung Tepus, SDN Gunungsari Semanu, SDN Gupakan II Tepus, SDN Jaten Tanjungsari, hingga sejumlah sekolah swasta seperti SD Kanisius Bandung I Playen, SD Muhammadiyah Boarding School, dan SD Swasta Sanjaya Giring Paliyan.

Baca juga  10.629 Mahasiswa Baru UGM Siap Huni Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam X Titip Pesan Mendalam

Agus menyampaikan bahwa tantangan ini telah menjadi perhatian serius dari Dinas Pendidikan. Dia melihat ini sebagai peluang untuk berinovasi. Sekolah yang belum menerima pendaftar masih memiliki potensi besar, baik dari segi tenaga pendidik maupun lingkungan belajar.

Kuota SPMB Gunungkidul 2025

Selain itu, berdasarkan data resmi, kuota siswa yang disediakan dalam SPMB tahun ini mencapai 13.888 kursi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.111 siswa mendaftar dan 6.666 siswa dinyatakan diterima.

Agus menekankan bahwa semua siswa yang belum diterima secara online tetap memiliki kesempatan besar untuk mendaftar secara offline di sekolah negeri maupun swasta yang masih memiliki kuota. Pemkab ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal.

” Semua anak Gunungkidul berhak mendapatkan pendidikan yang layak, dan kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk itu,” ungkapnya.

Dalam hal distribusi rombongan belajar (Rombel), Dinas Pendidikan mencatat bahwa sekitar 400 sekolah masih belum memenuhi kuota ideal rombel, yakni 28 siswa per kelas. Namun demikian, seluruh sekolah tersebut tetap dapat melaksanakan proses pembelajaran secara optimal.

Baca juga  SPMB Gunungkidul Diwarnai Dugaan Akal-akalan Jalur Afirmasi: ASN Mundur dari Pendaftaran SMPN 1 Wonosari, Pedagang Cilok Tersingkir

“Meski belum memenuhi kuota, sekolah-sekolah tersebut tetap melanjutkan proses belajar dengan baik. Tidak ada penggabungan sekolah (regrouping) tahun ini karena kondisinya masih memungkinkan untuk terus berjalan secara mandiri,” jelas Agus dengan nada optimis.

Lebih jauh, Agus juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan. Dinas Pendidikan tidak hanya mencatat data, tapi juga menyusun langkah strategis ke depan, termasuk perbaikan sarana prasarana serta kampanye pendidikan inklusif ke masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD III Gunungkidul, Heri Nugroho, memberikan apresiasi atas jalannya SPMB yang berlangsung baik. Menurutnya, proses penerimaan siswa baru telah menunjukkan prinsip keterbukaan.

“Kami memantau secara langsung pelaksanaan SPMB di berbagai wilayah dan melihat bahwa prosesnya sangat transparan dan profesional. Ini menjadi modal penting untuk terus membangun kepercayaan publik,” ujar Heri.

Namun demikian, Heri juga mendorong agar tantangan kekurangan rombel dapat ditangani melalui peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.

“Saat ini orang tua sangat mempertimbangkan sarana dan prasarana. Maka sudah selayaknya dinas terkait memperkuat dukungan infrastruktur untuk semua sekolah, baik negeri maupun swasta,” ucapnya. (ef linangkung)

Baca juga  Ketentuan Bayar Fidyah untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Simak Cara Menghitungnya

toto togel

situs togel

togel online

toto togel

situs slot

link togel

slot online

togel online

toto togel

situs togel

situs toto

toto togel

situs toto

kawijitu

situs toto

kawijitu

toto slot

situs toto

toto online

situs slot

situs toto

slot gacor

kawijitu

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat