
TUGUJOGJA – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kembali membuka tahapan penting dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi tahun 2026, yaitu pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Tahap ini menjadi fondasi utama dalam jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) karena seluruh data nilai dan prestasi siswa yang akan dipakai dalam seleksi diambil langsung dari PDSS.
Bagi operator sekolah, memahami alur pengisian PDSS dengan benar sangat krusial. Kesalahan input, keterlambatan, atau finalisasi yang keliru dapat berdampak besar pada peluang siswa untuk lolos ke perguruan tinggi negeri.
PDSS sendiri merupakan basis data resmi yang memuat nilai rapor siswa kelas X semester 1–2, kelas XI semester 1-2, kelas XII semester 1, serta data prestasi akademik dan nonakademik. Semua data ini digunakan oleh sistem SNPMB untuk menentukan siswa yang berhak mengikuti SNBP.
Pada SNPMB 2026, sekolah diberikan dua pilihan metode pengisian PDSS, yakni secara manual melalui aplikasi PDSS atau dengan integrasi e-Rapor. Sekolah yang menggunakan e-Rapor akan memperoleh tambahan kuota siswa eligible sebesar 5 persen, sehingga opsi ini menjadi sangat strategis bila data sekolah sudah siap.
Berikut ini rangkaian lengkap tahapan pengisian PDSS yang wajib dipahami operator sekolah.
Tahapan Pengisian PDSS SNPMB 2026 Secara Manual
Metode manual dipilih oleh sekolah yang belum terintegrasi dengan e-Rapor atau ingin mengelola data secara langsung melalui sistem PDSS.
1. Verifikasi Data Operator dan Finalisasi Data Sekolah
Langkah awal dimulai dari pengecekan identitas sekolah. Sistem PDSS akan menarik data sekolah dari Pusdatin dan portal resmi SNPMB. Operator harus memastikan bahwa seluruh informasi sekolah sudah sesuai, termasuk nama, NPSN, dan data lainnya.
Setelah itu, sekolah wajib:
-
Mengisi dan memverifikasi data operator
-
Mengecek kuota siswa untuk setiap jurusan
-
Menentukan jenis studi tiap jurusan, apakah termasuk:
-
Reguler 3 tahun
-
Reguler 4 tahun
-
Program akselerasi
-
Tahap ini menjadi dasar dari seluruh proses berikutnya sehingga perlu dilakukan dengan sangat teliti.
2. Menentukan Daftar Siswa Eligible
Setelah data sekolah beres, operator mulai menyusun daftar siswa eligible. Siswa eligible adalah siswa yang memenuhi syarat akademik untuk ikut seleksi SNBP.
Pada tahap ini, sekolah harus:
-
Menyusun peringkat siswa untuk setiap jurusan
-
Memastikan tidak ada dua siswa dengan peringkat yang sama
-
Memastikan hanya siswa dengan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) lengkap, yakni 3 mata pelajaran wajib dan 2 mata pelajaran pilihan, yang bisa dimasukkan
Sistem hanya akan memproses siswa yang memenuhi seluruh ketentuan tersebut.
3. Menetapkan Kurikulum dan Struktur Pembelajaran
Operator kemudian menentukan kurikulum yang berlaku untuk setiap semester di setiap jurusan. Penentuan ini meliputi:
- Daftar mata pelajaran
- Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
- Jumlah jam pelajaran
Data kurikulum ini penting karena akan menjadi dasar pengolahan nilai rapor siswa.
4. Mengisi Nilai Rapor Siswa
Setelah struktur kurikulum siap, sistem akan menampilkan nilai TKA milik setiap siswa. Operator sekolah lalu melengkapi nilai rapor siswa untuk seluruh semester yang disyaratkan.
Pengisian dapat dilakukan melalui:
-
Tampilan langsung pada aplikasi PDSS
-
Atau menggunakan template Excel yang sudah disediakan sistem
Untuk SMA atau MA yang menerapkan Kurikulum Merdeka, terdapat mata pelajaran wajib dan pilihan. Karena itu, tidak semua siswa harus memiliki nilai di semua mata pelajaran.
5. Finalisasi dan Opsi Pembatalan (Unfinalisasi)
Setiap tahap yang sudah selesai harus difinalisasi. Namun, sistem masih memberi kesempatan kepada sekolah untuk melakukan unfinalisasi mandiri jika terjadi kesalahan.
Perlu diperhatikan, ketika unfinalisasi dilakukan:
- Data pada tahap sebelumnya akan terhapus
- Proses pengisian bisa menjadi lebih lama karena harus diulang
Karena itu, finalisasi sebaiknya dilakukan hanya setelah semua data benar-benar yakin.
6. Mengunduh Bukti Finalisasi PDSS
Setelah seluruh tahapan dan finalisasi akhir selesai, sekolah bisa mengunduh tanda bukti finalisasi PDSS. Dokumen ini menjadi bukti resmi bahwa sekolah telah menyelesaikan seluruh kewajiban pengisian data.
Tahapan Pengisian PDSS SNPMB 2026 Menggunakan e-Rapor
Bagi sekolah yang telah memiliki sistem e-Rapor terintegrasi, proses pengisian PDSS menjadi lebih ringkas dan efisien.
1. Aktivasi e-Rapor dan Finalisasi Data Sekolah
Langkah pertama adalah memastikan bahwa data sekolah yang diambil dari Pusdatin dan SNPMB sudah sesuai. Setelah itu:
-
Operator mengecek kuota tiap jurusan (kecuali Kurikulum Merdeka yang tidak mengenal jurusan)
-
Mengaktifkan fitur e-Rapor di aplikasi PDSS
Catatan penting:
-
Hanya sekolah dengan data e-Rapor lengkap yang bisa menggunakan metode ini
-
Sekolah yang memilih e-Rapor akan otomatis memperoleh tambahan kuota siswa sebesar 5 persen
-
Dengan e-Rapor, sekolah tidak perlu menentukan jenis studi (reguler atau akselerasi)
Jika semua sudah sesuai, sekolah dapat melakukan Finalisasi Data Sekolah.
2. Menentukan dan Memeringkat Siswa Eligible
Seperti pada metode manual, hanya siswa dengan nilai TKA lengkap yang bisa dimasukkan sebagai siswa eligible.
Saat data ditarik dari sistem e-Rapor:
-
Kolom status siswa akan tertulis “Sedang diproses”
-
Penarikan data berlangsung otomatis di latar belakang
-
Sekolah tetap bisa menambahkan siswa eligible
-
Status akan berubah menjadi “Sukses” setelah data berhasil diambil
3. Finalisasi Data dan Nilai
Dalam metode e-Rapor hanya ada dua kali finalisasi, yaitu:
-
Finalisasi Data Sekolah
-
Finalisasi Nilai
Sekolah masih bisa membatalkan finalisasi data sekolah sebelum melakukan finalisasi nilai jika ingin mengganti metode (misalnya dari e-Rapor ke manual). Namun, finalisasi nilai tidak dapat dibatalkan.
4. Mengunduh Bukti Finalisasi PDSS
Sama seperti metode manual, tanda bukti finalisasi hanya dapat diunduh setelah seluruh proses pengisian dan finalisasi selesai sepenuhnya.
Pengisian PDSS merupakan tahapan krusial dalam SNPMB 2026 yang menentukan apakah siswa dapat mengikuti jalur SNBP atau tidak. Oleh karena itu, operator sekolah harus memahami setiap langkah, baik yang menggunakan metode manual maupun e-Rapor.
Dengan mengikuti tahapan secara teliti dan melakukan finalisasi dengan penuh kehati-hatian, sekolah dapat memastikan seluruh data siswa tersimpan dengan benar dan siap digunakan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
***
https://frankspizzapalace.com/menu