
TUGUJOGJA – Simak tiga waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan, mulai dari sahur, saat berpuasa, hingga berbuka. Lengkap dengan dalil Al-Qur’an dan hadis shahih.
Ramadhan bukan hanya dimaknai sebagai ibadah menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Bagi umat Islam, bulan suci ini adalah momentum istimewa yang sarat keberkahan. Di dalamnya, setiap amal kebaikan dilipatgandakan dan setiap doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Bulan penuh ampunan ini menjadi ruang spiritual yang menghadirkan kedekatan antara hamba dan Sang Pencipta. Di tengah rutinitas harian selama berpuasa, sering kali umat Islam kurang menyadari bahwa terdapat waktu-waktu tertentu yang secara khusus disebut sebagai momen mustajab untuk berdoa. Padahal, memaksimalkan waktu-waktu tersebut menjadi kunci agar Ramadhan tidak berlalu tanpa makna.
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Ayat tersebut menunjukkan betapa dekatnya Allah dengan hamba-Nya serta jaminan atas pengabulan doa bagi mereka yang bersungguh-sungguh memohon.
Ramadhan dan Anjuran Memperbanyak Doa
Penjelasan mengenai keutamaan doa di bulan Ramadhan juga disampaikan oleh Ibnu Katsir rahimahullah. Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim (2: 66), beliau menerangkan bahwa ayat tentang doa disisipkan di antara pembahasan hukum puasa sebagai isyarat agar umat Islam memperbanyak doa ketika Ramadhan telah sempurna, bahkan dianjurkan setiap kali berbuka.
Sementara itu, Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Terkabulnya do’a itu dikarenakan benarnya i’tiqod, kesempurnaan ketaatan karena di akhir ayat disebutkan, ‘dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’.” (Majmu’ah Al Fatawa, 14: 33-34).
Keterangan ini menegaskan bahwa selain waktu yang istimewa, kualitas keimanan dan ketaatan juga menjadi faktor penting dalam terkabulnya doa.
Keutamaan Ramadhan sebagai bulan doa turut diperkuat oleh hadis dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)
Tiga Waktu Mustajab di Bulan Ramadhan
Terdapat tiga waktu utama yang disebut sebagai momen terkabulnya doa selama Ramadhan. Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan ketiganya secara maksimal.
1. Waktu Sahur dan Sepertiga Malam Terakhir
Sahur tidak sekadar aktivitas makan sebelum imsak. Waktu yang berada di sepertiga malam terakhir ini merupakan saat yang sangat istimewa untuk bermunajat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).
Ibnu Hajar dalam Fath Al-Bari (3: 32) menjelaskan bahwa doa dan istighfar pada waktu sahur sangat mudah dikabulkan. Karena itu, selain menyantap hidangan sahur, umat Islam dianjurkan meluangkan waktu untuk memperbanyak istighfar dan doa.
2. Sepanjang Waktu Berpuasa
Keutamaan doa juga melekat pada orang yang sedang berpuasa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)
Hadis ini menunjukkan bahwa sejak terbit fajar hingga waktu berbuka, seorang yang berpuasa berada dalam kondisi mustajab untuk berdoa.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)
3. Saat Berbuka Puasa
Waktu menjelang berbuka menjadi momen yang sangat dinantikan. Dalam keadaan menahan lapar dan haus seharian, hati berada dalam kondisi tunduk dan penuh harap.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) dijelaskan bahwa kemudahan terkabulnya doa saat berbuka karena seorang hamba telah menuntaskan ibadah puasanya dalam keadaan rendah hati dan penuh ketundukan.
Memaksimalkan Keberkahan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan doa. Kesempatan untuk memanjatkan harapan terbuka lebar, terutama pada waktu sahur, sepanjang berpuasa, dan saat berbuka. Dengan memahami tiga waktu mustajab ini, umat Islam diharapkan tidak melewatkan momen berharga untuk memohon ampunan, kebaikan dunia, dan keselamatan akhirat.
Memperbanyak doa di bulan suci bukan hanya amalan tambahan, melainkan bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa itu sendiri.
***