
TUGUJOGJA — Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggencarkan program percepatan penanganan permasalahan gizi. Di wilayah Kemantren Umbulharjo, sebanyak 25 balita tercatat mengalami permasalahan gizi sepanjang tahun 2025. Selain itu, terdapat dua ibu hamil miskin yang turut masuk dalam kategori rawan gizi.
Pelaksana Tugas Mantri Pamong Praja Umbulharjo, Rahmi Anggraini, mengungkapkan bahwa program penanganan gizi menjadi prioritas utama setelah keberhasilan program pengelolaan sampah TRUST.
Gandeng Baznas dan Yayasan Nurul Hayat
Untuk mendukung percepatan ini, pihaknya menggandeng dua lembaga amil zakat, yaitu Yayasan Nurul Hayat dan Baznas Kota Yogyakarta.
“Yayasan Nurul Hayat memberikan bantuan berupa paket bahan makanan bergizi untuk 25 balita, sementara Baznas mendukung program ini dengan membantu bedah rumah bagi salah satu balita yang tinggal di lingkungan tidak sehat,” jelas Rahmi di Pendopo Kemantren Umbulharjo.
Selama tahun 2025, angka gizi buruk di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 73 kasus, mengalami penurunan daripada tahun 2024 yang mencatat 85 kasus. Penurunan ini menunjukkan hasil dari berbagai program intervensi pemerintah kota bersama para mitra sosial.
Penanganan Permasalahan Gizi Balita
Pemerintah Kota Yogyakarta menempuh pendekatan kolaboratif dengan lembaga sosial dan masyarakat. Penanganan berjalan secara langsung melalui beberapa cara.
- Penyaluran makanan bergizi
- Pemantauan rutin oleh petugas kesehatan
- Perbaikan lingkungan tempat tinggal
- Pendampingan terhadap ibu hamil dan keluarga rawan gizi
Selain fokus pada balita dan ibu hamil, Kemantren Umbulharjo juga menggencarkan program kesehatan lansia.
Rahmi menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong sekitar 3.000 lansia di wilayah Umbulharjo agar aktif mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala.
Untuk memotivasi para lansia, Kemantren menyediakan doorprize pada setiap kegiatan pemeriksaan kesehatan.
“Untuk menggerakkan para lansia agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan tentu bukan hal mudah, sehingga kami menggunakan strategi pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi agar mereka semangat datang,” ujarnya.
Program-program percepatan ini mendapatkan apresiasi langsung dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, yang hadir mewakili Wali Kota Yogyakarta.
Ia menyambut baik inisiatif Kemantren Umbulharjo dalam merancang dan menjalankan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Program quick wins seperti ini menunjukkan komitmen perangkat daerah untuk menghadirkan solusi nyata. Ini bukan hanya untuk 100 hari kerja pertama, tetapi akan terus berlanjut sepanjang masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” tegas Yunianto.
Dengan upaya terintegrasi ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap angka gizi buruk terus menurun dan kualitas hidup warga, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lansia, dapat meningkat secara signifikan. (ef linangkung)