Persiapan Pemda DIY Menyambut Aksi Demonstrasi 1 September 2025 di DPRD

Bagikan :
Ilustrasi Persiapan Pemda DIY Menyambut Aksi Demonstrasi 1 September 2025 di DPRD/Unsplash

TUGUJOGJA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan langkah antisipasi menjelang aksi demonstrasi di DPRD DIY pada 1 September 2025.

Koordinasi dengan tokoh masyarakat, pengamanan lokasi strategis, hingga kesiapan rumah sakit menjadi fokus utama agar situasi tetap kondusif.

Antisipasi Pemerintah Daerah DIY

Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar di kawasan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 1 September 2025, Pemerintah Daerah DIY melakukan berbagai persiapan.

Penjabat Sekretaris Daerah, Aria Nugrahadi, menegaskan bahwa koordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama akan diperkuat agar aksi dapat berjalan damai dan tidak menimbulkan kericuhan.

“Komunikasi lintas sektor menjadi prioritas kami. Harapannya, demonstrasi berlangsung tertib, sehingga tidak mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” ungkap Aria di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat, 30 Agustus 2025 dikutip TuguJogja dari berbagai sumber.

Selain itu, Pemda DIY juga mengerahkan jaga warga untuk membantu aparat menjaga keamanan di sejumlah titik strategis. Fokus utama pengamanan berada di sekitar Gedung DPRD DIY yang akan menjadi pusat aksi massa.

Baca juga  Warna Liturgi Jumat Agung 2026 Beserta Makna dan Filosofinya

Situasi Terkini Masih Terkendali

Meskipun aksi besar sudah dijadwalkan, Aria menilai kondisi di Yogyakarta masih relatif aman. Ia mencontohkan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan komunitas, tetap berlangsung normal. Bahkan pada malam sebelumnya, kondisi di markas kepolisian maupun wilayah lain dilaporkan terkendali.

“Ini menandakan bahwa Yogyakarta masih dalam suasana kondusif. Kami ingin memastikan bahwa kondisi ini tetap terjaga hingga dan setelah aksi berlangsung,” tambahnya.

Sebagai bentuk antisipasi tambahan, Pemda DIY juga menyiapkan skema koordinasi dengan rumah sakit. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya penanganan medis cepat apabila terjadi korban luka dalam demonstrasi.

Latar Belakang Aksi: Solidaritas untuk Affan Kurniawan

Rencana aksi 1 September tidak terlepas dari peristiwa di Jakarta, ketika Affan Kurniawan meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis barracuda polisi pada 28 Agustus 2025. Insiden tersebut memicu gelombang solidaritas dari berbagai daerah, termasuk Yogyakarta.

Aliansi Jogja Memanggil merespons peristiwa itu dengan konsolidasi bersama kelompok ojek daring dan mahasiswa. Pertemuan berlangsung di Kampus Universitas Islam Indonesia, Cik Ditiro, kemudian dilanjutkan dengan aksi di Mapolda DIY pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Baca juga  17+8 Tuntutan Rakyat Viral di Media Sosial: Dari Kasus Affan Kurniawan hingga Desakan Reformasi DPR

Mereka merencanakan aksi yang lebih besar di kawasan Malioboro dan DPRD DIY pada Senin mendatang.

Tuntutan Massa Aksi

Humas Jogja Memanggil, Bung Koes, menyebutkan bahwa konsolidasi menghasilkan sejumlah tuntutan utama, di antaranya:

  1. Mengusut tuntas tindakan represif aparat, menuntut hukuman berat bagi penabrak Affan Kurniawan, serta menegakkan keadilan bagi korban tragedi Kanjuruhan, Afif Maulana, Gamma, dan korban lainnya.
  2. Melakukan reformasi total kepolisian serta mendesak Presiden mencopot Kapolri Listyo Sigit.
  3. Memberlakukan pajak progresif bagi kelompok kaya dan mencabut kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai memberatkan rakyat.
  4. Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengembalikan dana ke sektor pendidikan, dan memangkas anggaran pertahanan serta keamanan.
  5. Menolak absolutisme struktur pemerintahan dan militerisasi ruang sipil.
  6. Mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta Kabinet Merah Putih dan DPR untuk turun dari jabatannya.
  7. Menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan memiskinkan koruptor beserta keluarganya.
  8. Membebaskan ratusan massa aksi yang masih ditahan kepolisian di berbagai daerah.
Baca juga  Sering Nonton Konten Pornografi, Remaja 17 Tahun Asal Playen Gunungkidul Coba Perkosa Nenek Renta di Dekat Hutan

Aksi demonstrasi di DPRD DIY pada 1 September 2025 menjadi momen penting bagi masyarakat Yogyakarta untuk menyuarakan aspirasi.

Pemerintah daerah berupaya menjaga agar situasi tetap aman melalui koordinasi lintas sektor, sementara massa aksi menegaskan bahwa perjuangan mereka berakar pada rasa keadilan yang terkoyak.

Dengan persiapan matang dari kedua belah pihak, diharapkan aksi ini bisa berlangsung damai tanpa mengurangi kekuatan pesan yang ingin disampaikan masyarakat kepada pemerintah pusat.

***

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian