Polisi Yakin Ada Aliran Uang Terselubung, 7 Tersangka Mafia Tanah Mbah Tupon Dikejar hingga ke Akar

Bagikan :
Konferensi pers Polda DIY terkait penetapan tersangka dalam kasus mafia tanah Mbah Tupon, Jumat (20/6/2025). (Dok Polda DIY)

TUGUJOGJA – Di balik wajah renta Mbah Tupon Hadi Suwarno, tersimpan luka mendalam akibat sepak terjang sindikat mafia tanah yang merampas hak miliknya. Kini, kasus itu memasuki babak baru yang mengejutkan: polisi menemukan jejak aliran uang yang mengalir sistematis ke sejumlah pihak, diduga hasil dari kejahatan terorganisir.

Penyidik Ditreskrimum Polda DIY tidak tinggal diam. Mereka telah mengantongi print-out transaksi dari rekening para tersangka. Dari dokumen keuangan itu, penyidik membongkar aliran dana mencurigakan yang tak hanya berhenti di tujuh tersangka, tetapi juga mengarah ke pihak lain yang menikmati hasil kejahatan tersebut.

“Kami tidak hanya menindak pelaku utamanya, tapi juga mengejar siapa saja yang ikut menikmati hasil dari kejahatan ini,” tegas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Idham Mahdi, Jumat, 20 Juni 2025.

Polisi menaruh curiga bahwa jaringan mafia tanah yang menimpa Mbah Tupon tidak bergerak sporadis. Mereka melihat pola, skema, dan jejak administrasi yang menunjukkan adanya keterlibatan lebih dari sekadar pelaku utama.

Baca juga  Pemerintah Berjuang Kembalikan Hak Tanah Mbah Tupon, Nusron Wahid Tegaskan Bukan Mafia Tanah

“Ini bukan kasus sederhana. Ada struktur kejahatan yang sistematis. Kami akan bongkar tuntas, dari kejahatan awal hingga pencucian uangnya,” tegas Idham.

Upaya Memulihkan Hak Mbah Tupon dan Ungkap Jaringan Lebih Luas

Polisi kini mengejar aliran dana itu, memeriksa semua penerima, dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak ketiga dalam proses pencucian uang. Mereka mencurigai adanya modus pemecahan dana ke rekening yang terafiliasi, baik individu maupun lembaga, guna mengaburkan asal-usul uang hasil kejahatan.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menjerat pelaku, namun juga memulihkan hak milik korban. Polisi memastikan tidak akan berhenti hanya pada penegakan hukum, tetapi juga memperjuangkan agar Mbah Tupon mendapatkan kembali tanah yang telah dirampas secara ilegal.

“Kami tidak ingin kasus ini selesai di permukaan. Kami ingin keadilan utuh. Kami kejar aset, kami kejar aktor, dan kami pastikan hak Mbah Tupon kembali,” ujar Idham dengan penuh penekanan.

Bagi penyidik, ini bukan sekadar membongkar kasus penipuan pertanahan. Ini adalah perjuangan melawan mafia yang menyusup melalui celah-celah administrasi negara.

Baca juga  Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kasus Mafia Tanah Mbah Tupon, Amankan Sertifikat Bernilai Miliaran Rupiah

Kisah pilu Mbah Tupon menjadi contoh nyata betapa mafia tanah mampu menyaru menjadi pihak yang terlihat “sah” secara hukum. Mereka memalsukan dokumen, mengatur tanda tangan, bahkan melibatkan aparat desa yang seharusnya melindungi masyarakat.

Dengan mengandalkan keluguan dan ketidaktahuan korban yang telah berusia lanjut, para pelaku berhasil mengelabui Mbah Tupon hingga kehilangan tanah warisan keluarga.

“Beliau tidak bisa membaca dan menulis. Jadi pelaku datang meminta tanda tangan tanpa membacakan apa yang ditandatangani,” kata Idham Mahdi.

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

6129583033871878726

Ketika Display Kebudayaan Menambah Meriah Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara Yogyakarta

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan