
TUGJOGJA – Aksi pengeroyokan terhadap seorang remaja di Dusun Nengahan, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul, menyulut emosi seorang ibu. Tak terima anaknya babak belur akibat dikeroyok, sang ibu dengan tegas melaporkan peristiwa kelam itu ke Polsek Srandakan. Laporan tersebut kini tengah ditangani serius oleh aparat kepolisian.
Kapolsek Srandakan, AKP Jumadi, S.H., membenarkan laporan tersebut. Ia memastikan pihaknya segera melakukan penyelidikan demi mengungkap siapa pelaku pengeroyokan yang membuat korban harus dirawat intensif di rumah sakit.
Kronologi Kejadian Pengeroyokan
Peristiwa ini bermula pada Minggu dini hari, 24 Agustus 2025 sekitar pukul 01.30 WIB. Korban bernama Andika Adam Bhakti (19), remaja asal Tegallayang, Pandak, diduga menjadi korban pengeroyokan bersama dua temannya, Faruk Fahrudin dan Aditya Putra Pratama.
Lokasi kejadian berada di sebuah titik gelap di Dusun Nengahan, Trimurti, yang diduga menjadi tempat berkumpul sejumlah remaja.
Pelapor, Tri Hananti (42), ibu kandung korban, mengaku pertama kali mendapat kabar dari suaminya pada Minggu siang. Saat itu ia diberitahu bahwa putranya terlibat insiden pengeroyokan.
Dengan hati bergetar, ia segera mencari tahu kondisi anaknya yang ternyata sudah dalam keadaan luka parah.
Luka Serius, Korban Muntah Darah
Korban mengalami bengkak di bagian belakang kepala dan pipi kanan, yang jelas menunjukkan adanya benturan keras. Yang lebih mengkhawatirkan, Andika sempat muntah darah akibat trauma fisik yang dialaminya.
Keluarga segera melarikannya ke RS Panembahan Senopati Bantul untuk mendapat penanganan medis. Hingga laporan dibuat, korban masih menjalani perawatan intensif.
Kondisinya membuat keluarga terpukul, terlebih karena insiden itu terjadi secara tiba-tiba tanpa mereka sangka sebelumnya.
Dengan langkah pasti, Tri Hananti mendatangi Polsek Srandakan pada Senin, 25 Agustus 2025 pukul 11.00 WIB.
Ia melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menimpa anaknya. Laporan tersebut langsung diterima aparat dengan nomor LP/B/11/VIII/2025/SPKT/Polsek Srandakan.
“Kami sudah menerima laporan resmi dari pelapor. Unit Reskrim Polsek Srandakan segera memintai keterangan dari pelapor dan para saksi untuk memperdalam penyelidikan,” ungkap AKP Jumadi.
Meski identitas pelaku masih dalam penyelidikan, polisi menegaskan tidak akan tinggal diam. Aparat berkomitmen mengusut kasus pengeroyokan ini hingga tuntas.
“Korban masih dirawat di rumah sakit. Kami akan bekerja keras mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan ini,” tegas Kapolsek.
Kasus ini memantik keprihatinan warga sekitar. Banyak yang berharap polisi bertindak cepat, sebab tindakan pengeroyokan dianggap mencederai rasa aman masyarakat. Tri Hananti sendiri hanya berharap anaknya segera pulih dan pelaku segera bertanggung jawab atas perbuatannya.
“Sebagai seorang ibu, saya tidak bisa tinggal diam. Saya ingin anak saya mendapat keadilan,” ungkapnya.