
TUGUJOGJA – Kecelakaan tragis kembali mengguncang ruas jalan Parangtritis pada Minggu dini hari. Dua remaja mengalami luka parah setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pembatas jalan dengan keras.
“Unit Laka Lantas Tunggal Polsek Kretek menerima laporan kecelakaan itu pada pukul 02.30 WIB,” ujar Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana.
Ia mengatakan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi AB-3414-AJ melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan menuju utara. Mereka melaju di jalan Parangtritis yang cukup halus.
WBK, pelajar berusia 17 tahun asal Metuk RT 052, Donotirto, Kretek, Bantul, mengendarai sepeda motor tersebut tanpa mengenakan helm. Ia membawa pembonceng, Af, pelajar berusia 13 tahun asal Mbelan RT 002, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, yang juga tanpa mengenakan helm.
Kronologi Kejadian dan Kondisi Korban
Sepeda motor mereka melaju ugal-ugalan di jalanan Parangtritis Km 23, tepatnya di depan Toko Amanah Tani, Dusun Duwuran RT 004, Parangtritis, Kretek, Bantul. Saat itu, WPK tidak memegang kendali dengan baik. Ia kehilangan konsentrasi dan mengabaikan keselamatan.
Sepeda motor keluar jalur dan menghantam pembatas jalan dengan keras. Benturan tersebut membuat keduanya terpental ke aspal. Warga setempat yang mendengar suara benturan langsung berhamburan keluar rumah.
WPK mengalami cedera kepala ringan dan langsung dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati Bantul. Af mengalami cedera kepala berat dan juga dirawat di rumah sakit yang sama. Petugas medis berupaya menyelamatkan mereka dari trauma benturan hebat yang hampir merenggut nyawa.
Petugas kepolisian mencatat sepeda motor Yamaha Mio tersebut mengalami kerusakan parah. Roda depan pecah dan knalpotnya terlepas akibat benturan. Polisi mengamankan kendaraan itu sebagai barang bukti dalam penyelidikan.
AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menegaskan pihaknya akan terus mengimbau para remaja agar tidak melanggar aturan lalu lintas. Ia menekankan pentingnya penggunaan helm dan berkendara dengan hati-hati demi keselamatan.
Masyarakat berharap tragedi ugal-ugalan remaja di Parangtritis ini menjadi pelajaran bagi pengendara lain. Kecelakaan yang mengancam nyawa dapat terjadi kapan saja saat pengendara lalai menjaga keselamatan di jalan raya.