
TUGUJOGJA – Jagat media sosial Yogyakarta kembali diramaikan oleh beredarnya pesan berantai mengenai soal potensi aksi demonstrasi pada Senin, 1 September 2025.
Isu ini terutama menyebar luas melalui WhatsApp dan kemudian dibagikan ke berbagai platform lain. Dalam pesan tersebut, disebutkan ada sembilan titik yang disebut-sebut rawan menjadi pusat aksi.
Daftar Lokasi yang Disebut Rawan Demo di Jogja
Pesan yang viral di media sosial mengklaim ada sembilan titik utama yang berpotensi menjadi lokasi aksi pada 1 September 2025. Rinciannya sebagai berikut:
Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY)
- Berlokasi di Jalan Ring Road Utara, Sanggrahan, Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.
Kompleks Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
- Terletak di Jalan Prof. DR. Soepomo SH No.29, Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Kantor Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
- Beralamat di Jalan Malioboro No.16, Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta.
Pertigaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
- Jalan Laksda Adisucipto, Papringan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.
Bundaran Universitas Gadjah Mada
- Terletak di kawasan Sagan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.
Pertigaan Gejayan
- Jalan Colombo, Mrican, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Lokasi ini dikenal sebagai titik legendaris aksi mahasiswa.
Markas Brimob Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jalan Mojo No.17, Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jalan Ipda Tut Harsono No.43, Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Markas Kepolisian Resor Kota Yogyakarta
- Jalan Reksobayan No.1, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait yang akan menggelar aksi di berbagai lokasi tersebut.
Antisipasi dari Pemerintah Daerah
Di samping itu, yang jelas Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi soal isu demonstrasi di Jogja, termasuk berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Tujuannya agar apabila aksi benar-benar digelar, jalannya tetap tertib dan kondusif.
Selain itu, aparat keamanan disebutkan akan memperketat penjagaan di sekitar kawasan Malioboro serta titik-titik lain yang disebut rawan.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi kericuhan seperti yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tidak panik. Jika aksi benar-benar berlangsung, harapannya aspirasi dapat tersampaikan tanpa menimbulkan kerusuhan, dan situasinya tetap kondusif.***