Viral Menu MBG Dua Tahu Kuning dan Ikan Bandeng, SPPG Argosari Sedayu Berikan Klarifikasi

Bagikan :
Menu Makan Bergizi Gratis berupa tahu kuning dan ikan bandeng yang dibagikan kepada siswa di Sedayu Bantul. (Ist)

TUGUJOGJA — Sebuah video yang menampilkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa dua tahu kuning dan satu ikan bandeng menjadi perbincangan di media sosial.

Video berdurasi sekitar 26 detik tersebut memperlihatkan seorang siswa membawa makanan dalam plastik putih sepulang sekolah.

Video tersebut pertama kali beredar di platform X dan kemudian diunggah ulang oleh akun @SobatMiskinTV dengan komentar bernada kritik. Unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet yang mempertanyakan kualitas menu dalam program MBG.

Tulisan yang muncul dalam video menyebutkan, “MBG SD PL Sedayu SPPG Argosari Sedayu, Menunya semakin ngawur.”

Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memicu perdebatan mengenai penyelenggaraan program MBG, khususnya terkait menu makanan yang diterima siswa.

Video Menu MBG Memicu Perdebatan

Dalam rekaman video tersebut terlihat seorang anak laki-laki menunjukkan isi bungkus plastik yang berisi dua potong tahu kuning dan seekor ikan bandeng.

Tidak terlihat adanya bumbu atau proses pengolahan yang jelas sehingga menu tersebut tampak seperti belum dimasak.

Dalam percakapan yang terdengar dalam video, ibu dari anak tersebut tampak mempertanyakan apakah makanan tersebut harus dimasak kembali di rumah.

Anak itu juga menyebutkan bahwa ikan bandeng yang diterimanya masih mentah.

Potongan percakapan tersebut memicu berbagai reaksi dari pengguna media sosial. Sebagian warganet kemudian mempertanyakan apakah menu yang diberikan kepada siswa memang belum siap dikonsumsi.

Baca juga  Angka DBD di Gunungkidul Turun Drastis, Dinkes Klaim Peran Jumantik Meningkat

Perdebatan tersebut membuat video tersebut dengan cepat menjadi viral.

Klarifikasi dari Kepala SPPG Argosari

Menanggapi polemik tersebut, Kepala SPPG Argosari Sedayu, Muhammad Labib Jalali, memberikan penjelasan mengenai menu yang muncul dalam video.

Labib menyampaikan bahwa ikan bandeng dan tahu kuning yang dibagikan kepada siswa sebenarnya telah melalui proses pengolahan.

Ia menjelaskan bahwa ikan bandeng dimasak dengan metode kukus, sedangkan tahu kuning diolah dengan cara diungkep.

Metode pengolahan tersebut membuat tampilan makanan terlihat seperti belum dimasak karena tidak digoreng dan tidak menggunakan bumbu yang mencolok.

“Saya sudah memastikan sendiri pada jam 03.00 WIB di dapur apakah bandeng itu mentah atau sudah matang. Tim juru masak menjawab bahwa bandeng itu sudah matang karena sudah dikukus,” jelas Labib.

Menurutnya, menu tersebut sebenarnya sudah siap dikonsumsi dan tidak perlu dimasak ulang di rumah.

Penyesuaian Menu Selama Ramadan

Labib menjelaskan bahwa menu tersebut merupakan bagian dari penyesuaian menu MBG selama bulan Ramadan.

Pihak SPPG Argosari sebelumnya menerima masukan dari sejumlah sekolah yang menginginkan variasi menu karena terlalu sering menerima roti.

Menanggapi masukan tersebut, dapur MBG kemudian menyiapkan beberapa menu alternatif seperti ayam ungkep, tahu ungkep, tempe ungkep, tempe kukus, serta ikan bandeng kukus.

Baca juga  Brigjen Lalu Muhammad Iwan Tersangka, Pukat UGM Soroti Penempatan TNI-Polri di BGN Kontraproduktif dan Rawan Abuse of Power

Menu ikan bandeng tersebut dibagikan kepada siswa SD PL Sedayu pada hari Sabtu.

Labib menyampaikan bahwa pada hari tersebut hanya SD PL Sedayu yang menerima menu makanan basah.

Sebagian sekolah lainnya tidak menerima menu serupa karena sebagian besar siswa menjalankan ibadah puasa.

“Sebaliknya, siswa di SD PL Sedayu tidak menjalankan puasa sehingga tetap mendapatkan menu MBG,” ujarnya.

Pada hari Senin hingga Jumat, siswa biasanya menerima makanan basah yang dibagikan menggunakan wadah ompreng.

Namun selama bulan Ramadan, sebagian sekolah menerima menu kering sebagai bentuk penyesuaian.

SPPG Menyayangkan Video Langsung Viral

Labib menyatakan pihaknya menyayangkan video tersebut langsung diunggah ke media sosial tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu dengan pihak penyedia makanan.

Ia menyebut bahwa pihak SPPG selalu membuka jalur komunikasi bagi sekolah maupun orang tua yang ingin menyampaikan keluhan terkait program MBG.

“Kalau komplain disampaikan ke kami, saat itu juga bisa langsung saya ganti,” kata Labib.

Ia menjelaskan bahwa setiap sekolah memiliki penanggung jawab atau PIC program MBG yang menjadi penghubung antara sekolah dan pihak SPPG.

Melalui mekanisme tersebut, keluhan dapat langsung ditindaklanjuti tanpa harus menjadi polemik di media sosial.

Contoh Penanganan Keluhan Sebelumnya

Labib juga menjelaskan bahwa pihaknya pernah menangani keluhan terkait distribusi menu MBG.

Ia mencontohkan kasus ketika terdapat pisang yang terlalu matang atau dalam kondisi lembek saat dibagikan kepada siswa.

Baca juga  Rute Iring-iringan Pemakaman Pakubuwono XIII ke Imogiri Beserta Penutupan Jalan: Lewat Mana Saja?

Setelah menerima laporan, pihak SPPG segera mengganti menu tersebut dengan empat buah pisang yang masih layak konsumsi.

Labib menyebut bahwa penggantian tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi.

“Kami mengganti itu tidak memakai dana dari BGN, tetapi memakai dana sendiri,” ujarnya.

Rencana Mediasi dengan Pihak Sekolah

Sebagai tindak lanjut atas viralnya video tersebut, Labib berencana mendatangi SD PL Sedayu pada Senin (9/3/2026).

Pertemuan tersebut akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk lurah, panewu, serta pihak sekolah.

Labib berharap mediasi tersebut dapat meluruskan kesalahpahaman yang muncul akibat video yang beredar di media sosial.

“Semoga kejadian ini tidak berlarut-larut karena dasarnya hanya salah paham,” ujarnya.

Menu MBG Mengacu pada Standar Gizi

Labib juga menegaskan bahwa setiap menu dalam program MBG tetap mengacu pada standar gizi yang ditetapkan oleh ahli gizi.

Pihak SPPG memang membuka ruang bagi siswa untuk memberikan masukan mengenai variasi menu.

Namun, tidak semua usulan dapat diterapkan karena harus mempertimbangkan aspek kesehatan.

Ia mencontohkan permintaan menu ayam geprek dari beberapa siswa yang tidak dapat dipenuhi karena makanan pedas dinilai berisiko bagi sistem pencernaan anak.

“Karena setiap menu yang akan disajikan tetap melalui pertimbangan ahli gizi sebelum diputuskan,” tuturnya.

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025

anton-dmitriev-kBKOaghy8mU-unsplash

Cara Cek Info Pemadaman Listrik PLN Secara Real Time, Ini Kanal Resmi yang Bisa Diakses Pelanggan

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian