
TUGUJOGJA – Video yang menunjukkan mobil Toyota Fortuner berpelat nomor B 1337 BJG viral di media sosial setelah terekam melawan arah di tengah kemacetan di Yogyakarta.
Kejadian tersebut memicu perhatian publik karena dianggap membahayakan pengguna jalan lain.
Rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @jabargram, Selasa (25/11), memperlihatkan kendaraan tersebut tetap melaju dari arah berlawanan saat arus lalu lintas padat.
Situasi memanas ketika sebuah ambulans yang sedang membawa pasien menuju RSUP Dr. Sardjito melintas dan terhambat oleh posisi mobil tersebut. Sopir ambulans terdengar berupaya menghentikan manuver lawan arah yang dilakukan pengemudi Fortuner.
“Arahmu mana arahmu, wey!” teriak sopir ambulans dalam rekaman.
Pengemudi Fortuner tampak kebingungan ketika ambulans mendekat dan memaksanya memberi ruang. Dalam video itu, sopir ambulans kembali meneriakkan instruksi agar pengemudi Fortuner mundur.
“Arahnya mana, mundur, mundur, mundur!”
Selain instruksi, terdengar pula pernyataan sopir ambulans yang menyinggung perilaku pengemudi mobil tersebut.
“Pendatang tahu aturan mas, pelat Jakarta punya otak nggak kau?” katanya.
Situasi darurat yang dialami ambulans juga tergambar dari suara sirene dan klakson yang terus berbunyi selama kejadian.
Respons Publik dan Sorotan Etika Berkendara
Video tersebut mendapat banyak tanggapan dari warganet. Banyak komentar menyoroti tindakan pengemudi Fortuner yang dinilai tidak menunjukkan empati dan tidak mematuhi etika berkendara.
Penghalangan terhadap ambulans dianggap sebagai pelanggaran serius, terlebih ambulans tersebut sedang membawa pasien dalam kondisi darurat menuju rumah sakit.
Warganet juga menilai bahwa siapa pun, tanpa memandang jenis kendaraan atau asal daerah, wajib mengutamakan ambulans dan kendaraan prioritas lainnya.
Insiden ini mendorong diskusi publik mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan bersama, terutama di kota dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Yogyakarta.
Masyarakat berharap aparat berwenang menindaklanjuti kejadian tersebut dan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Insiden tersebut mengingatkan bahwa keputusan pengemudi dalam hitungan detik dapat memengaruhi keselamatan orang lain, khususnya dalam situasi kedaruratan.