Volume Sampah Organik di Kota Yogyakarta Capai 125 Ton per Hari, Pemkot Bagikan 5.000 Ember untuk Revolusi Pemilahan

Bagikan :
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo/Foto: Pemkot Yogyakarta

TUGUJOGJA– Kota Yogyakarta kembali berhadapan dengan tantangan serius. Volume sampah organik mencapai 125 ton setiap hari. Angka fantastis ini sebagian besar berasal dari dapur rumah tangga dan warung makan yang bertebaran di seluruh penjuru kota.

Pemerintah Kota Yogyakarta pun tidak tinggal diam. Dengan gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS), Pemkot membagikan 5.000 ember khusus sampah organik untuk para penggerobak di 45 kelurahan.

Pengelolaan Sampah Organik di Kota Yogyakarta

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, berdiri di hadapan para pendamping pengelolaan sampah saat Apel Luar Biasa di Kompleks Balai Kota, Jumat (19/9/2025). Dengan suara lantang, ia mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah.

“Masyarakat itu tidak hanya diajak, tapi juga harus difasilitasi. Ayo, sisa sampah dapur dipilah, dipisahkan, dimasukkan ke ember kecil atau galon bekas. Setelah dipisahkan, setiap hari penggerobak akan mengambilnya. Di tiap gerobak sudah tersedia ember khusus untuk menampung sampah organik rumah tangga,” tegas Hasto.

Hasto menegaskan, setiap penggerobak kini sudah memegang dua ember berkapasitas 25 kilogram. Setelah penggabungan, satu penggerobak mampu menampung 50 kilogram sampah organik per hari. Dengan 5.000 ember, secara kolektif penggerobak bisa menahan laju sampah dapur sebelum membanjiri depo sampah kota.

Baca juga  Tragis, Kakek Asal Patuk Terjatuh dari Tebing 50 Meter saat Cari Rumput

“Untuk 1 ton sampah organik dibutuhkan 40 ember. Hari ini kami membagikan 5.000 ember, artinya ribuan kilogram sampah dapur bisa langsung teratasi setiap hari. Ini bukan sekadar pembagian alat, tapi gerakan membangun budaya baru,” ungkap Hasto.

Setelah sampah organik terkumpul, penggerobak akan menyerahkannya ke off taker atau pihak pembeli. Skema ini berjalan dengan sistem Business to Business (B2B), di mana penggerobak dan warga bisa langsung melakukan kesepakatan harga.

“Pemkot akan membantu menghubungkan wilayah dengan off taker swasta. Sampah organik bukan lagi limbah, tetapi bahan yang bisa dijual. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga mendapat manfaat ekonomi,” lanjut Hasto.

Mas JOS

Gerakan Mas JOS tidak berjalan sendiri. Pemkot Yogyakarta mengerahkan pasukan khusus. Ada 90 Juru Pengawas Pemilahan Sampah (Jumilah) yang tersebar di 45 kelurahan. Mereka menjadi ujung tombak dalam mengawal perilaku baru masyarakat. Selain itu, 650 anggota Satpol PP serta personel linmas juga siap turun langsung.

“Mereka akan mendampingi, mengajak, sekaligus mengawasi. Pemilahan sampah harus dilakukan dari rumah. Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan kolektif membangun kebiasaan baru untuk menyelamatkan kota dari krisis sampah,” ujar Hasto.

Baca juga  10 Rekomendasi Sewa Lapangan Badminton di Jogja dan Harganya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, memastikan gerakan ini memiliki pondasi kuat. Saat ini, sudah ada tiga off taker yang siap menampung sampah organik dengan kapasitas 1 ton sekali angkut.

“Kami menargetkan minimal satu kelurahan memiliki satu off taker. Jadi, sampai akhir tahun, ada 45 off taker yang tersebar. Bisa peternak, bisa pengepul sampah organik. Sekali jalan, mereka mampu mengangkut 1 ton. Titik kumpul pun fleksibel, tidak harus di depo, bisa di kelurahan atau lokasi yang ditentukan penggerobak,” terang Rajwan.

Gerakan Mas JOS bukan sekadar kampanye seremonial. Pemkot Yogyakarta ingin memutus mata rantai krisis sampah dari hulunya, dapur rumah tangga.

Dengan pemilahan 125 ton sampah organik per hari, harapan besar mengemuka bahwa Yogyakarta mampu keluar dari darurat sampah yang menghantui kota-kota besar.

“Mari kita buktikan bahwa Yogyakarta bisa menjadi kota yang disiplin, kota yang bersih, dan kota yang memberi teladan bagi Indonesia. Kita mulai dari ember kecil di rumah, kita mulai dari dapur kita sendiri,” ujarnya. (ef linangkung)

Baca juga  Bupati Bantul Wajibkan ASN Buat Biopori di Rumah, Tekan Produksi Sampah 0,7 Kg Per Orang Per Hari

link gacor

link togel

link slot

bandar togel

togel online

situs togel

bandar togel

slot online

link slot

situs toto

slot gacor

situs togel

toto togel

situs toto

slot mahjong

bandar togel

togel online

situs togel

situs slot

slot gacor hari ini

slot gacor

situs gacor

link gacor

situs slot

slot gacor

situs gacor

situs togel

link slot

slot gacor

slot resmi

situs toto

slot gacor hari ini

situs togel

link togel

togel online

slot online

toto

toto slot

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian