Polda DIY Mediasi Keributan Misa GMS Bantul, Situasi Kini Kondusif

Bagikan :
Forum pertemuan lanjutan Pemkab Bantul, Kementerian Agama, Kejaksaan, TNI, FKUB, Kesbangpol Bantul, hingga perwakilan GMS usai keributan terjadi saat misa perdana GMS Bantul (25/5/2026). (Ist)

TUGUJOGJA — Keributan sempat terjadi saat pelaksanaan misa perdana Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul di kawasan Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Minggu pagi, 24 Mei 2026.

Situasi memanas setelah massa dari Front Jihad Islam (FJI) memprotes legalitas kegiatan ibadah yang digelar di lokasi tersebut.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB di Jalan Ring Road Selatan. Warga sekitar sempat berkumpul di sekitar lokasi ketika aparat kepolisian datang melakukan pengamanan.

Beberapa kendaraan sempat melambat di sekitar titik kejadian. Hingga Minggu siang, aparat masih berjaga di area sekitar gereja untuk memastikan situasi tidak berkembang menjadi bentrokan terbuka.

Polisi dan Pemkab Bantul Langsung Turun ke Lokasi

Polda DIY bersama Polres Bantul bergerak cepat meredam ketegangan. Unsur TNI, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat ikut diterjunkan untuk mengendalikan situasi.

Kapolres Bantul disebut turun langsung memimpin pengamanan di lapangan.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan aparat segera memisahkan massa dan melakukan langkah persuasif agar situasi tetap terkendali.

“Setelah situasi berhasil dikendalikan, Kapolres Bantul langsung mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari solusi bersama,” ujar Ihsan.

Baca juga  BKSDA Yogyakarta Pasang Kamera Trap di Gunungkidul, Selidiki Laporan Kemunculan Macan

Mediasi berlangsung tertutup. Pihak FJI diwakili Darohman, sementara pihak GMS diwakili Pendeta Yosep Moro Wijaya.

Suasana dialog disebut berlangsung cukup tegang pada awal pertemuan. Sejumlah warga terlihat menunggu perkembangan mediasi dari luar lokasi sambil memantau aparat yang masih berjaga.

Polemik Izin Jadi Pemicu

Perselisihan dipicu persoalan izin pendirian dan operasional tempat ibadah yang dinilai belum lengkap.

FJI meminta pengelola GMS segera melengkapi seluruh dokumen administrasi sesuai aturan yang berlaku. Mereka juga meminta adanya komunikasi dan sosialisasi kepada warga sekitar untuk mencegah gesekan sosial.

Di sisi lain, pihak GMS meminta kesempatan menyelesaikan ibadah yang sempat terhenti akibat aksi protes.

Permintaan itu akhirnya mendapat respons setelah dialog berjalan lebih kondusif.

Mediasi Berujung Kesepakatan Damai

Dari hasil mediasi, kedua pihak sepakat menjaga situasi tetap aman dan menghormati nilai toleransi di tengah masyarakat Bantul.

Kesepakatan itu dinilai penting untuk mencegah konflik sosial meluas, terutama karena isu tempat ibadah kerap sensitif di tingkat masyarakat.

Hingga Senin malam, aparat keamanan masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi.

Baca juga  Layanan SIM Keliling Polda DIY Desember 2025 Ini Jadwal dan Lokasinya

Aktivitas warga di kawasan Glugo dilaporkan sudah kembali normal. Warung dan lalu lintas di sekitar Ring Road Selatan kembali berjalan seperti biasa meski pengamanan masih terlihat di beberapa titik.

Pertemuan Lintas Instansi Digelar

Polda DIY kemudian menggelar pertemuan lanjutan pada Senin, 25 Mei 2026.

Forum itu melibatkan Pemkab Bantul, Kementerian Agama, Kejaksaan, TNI, FKUB, Kesbangpol Bantul, hingga perwakilan GMS.

Dalam pembaruan terbaru, seluruh pihak sepakat bahwa pengelola GMS perlu melengkapi dokumen perizinan sebelum kegiatan keagamaan kembali digelar di lokasi tersebut.

Selama proses administrasi berlangsung, kegiatan ibadah untuk sementara diminta tidak dilaksanakan di Dusun Glugo, Panggungharjo, Sewon.

Keputusan itu disebut sebagai langkah preventif demi menjaga ketertiban umum dan menghindari potensi gesekan baru di masyarakat.

Polda DIY Tegaskan Tolak Intoleransi

Polda DIY menegaskan kebebasan beribadah tetap dijamin negara sebagaimana diatur dalam konstitusi.

Namun aparat juga mengingatkan bahwa tindakan intimidasi, aksi sepihak, maupun upaya yang mengganggu ketertiban umum tidak dibenarkan secara hukum.

“Polda DIY tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan intoleransi, intimidasi, maupun aksi sepihak oleh kelompok masyarakat yang mengganggu ketertiban umum,” tegas Kombes Ihsan.

Baca juga  Serat Palilah: Restu Kraton untuk Bangun Markas Baru Polda DIY di Atas Tanah Kasultanan

Pernyataan itu ramai dibahas di media sosial hingga Selasa pagi. Sejumlah warganet menyoroti pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog dibanding aksi massa.

Polisi juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing narasi provokatif yang beredar di media sosial dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada pemerintah serta aparat penegak hukum.

togel online

bandar togel

situs toto

bandar togel

togel online

situs toto

link slot

situs toto

situs slot

slot gacor

situs togel

situs slot

bandar togel

slot gacor

situs gacor

link slot

situs togel

slot online

slot resmi

situs gacor

situs toto

toto slot

togel 4d

situs toto

slot gacor hari ini

link slot

cabe4d togel

toto 4d

situs slot

togel online

toto togel

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan