
TUGUJOGJA- Sebuah unggahan di akun Instagram @merapi.uncover memancing perhatian publik pada Minggu (16/11/2025).
Warganet melayangkan keluhan terkait dugaan kelalaian petugas perlintasan kereta api (KA) di Patukan, Jalan Mejing Godean.
Video tentang Petugas Perlintasan KA
Unggahan itu langsung menyedot perhatian karena memuat kekhawatiran akan potensi kecelakaan kereta, mengingat jarak kereta tersebut melaju cukup dekat ketika palang perlintasan terlanjur terbuka.
Dalam unggahan tersebut, pengirim pesan menyampaikan keresahan dengan kalimat yang cukup dramatis.
“Ijin min, mau menyampaikan saja, mohon perhatiannya terkhusus kepada petugas perlintasan kereta api agar lebih teliti dalam bekerja. Pagi ini sekitar pukul 09.15 di perlintasan Patukan, setelah satu kereta lewat, petugas langsung membuka palang kereta dan ternyata dari arah berlawanan sekitar 200 meter ada kereta YIA yang melaju. Alhamdulillah masih aman terkendali… cuma untuk pengingat kita bersama. Terima kasih ya min, mohon akun disamarkan,” tulis warganet tersebut.
Unggahan ini kemudian memantik reaksi publik yang khawatir kejadian serupa bisa memicu kecelakaan fatal. Tagar soal keselamatan perlintasan pun mulai ramai dibicarakan warganet.
KAI Daop 6 Yogyakarta Sampaikan Klarifikasi
Melalui keterangan resmi, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menegaskan pihak KAI menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat terkait keselamatan perlintasan kereta api.
Mereka memastikan bahwa informasi tersebut telah ditelusuri secara menyeluruh di lapangan.
Berdasarkan hasil pengecekan kepada petugas di JPL 727 sisi barat Emplasemen Stasiun Patukan, KAI menjelaskan bahwa kereta tersebut adalah KA Bandara YIA.
Saat itu, kereta tengah berhenti menunggu sinyal dari Stasiun Patukan, bukan sedang melaju menuju perlintasan.
“Posisi KA Bandara YIA saat itu tidak bersinggungan dengan perlintasan. Jadi petugas tidak terlambat dalam mengoperasikan palang pintu,” demikian penjelasan KAI dalam rilis resminya.
Ia menegaskan bahwa petugas menjalankan prosedur dengan benar dan tidak melakukan kesalahan teknis seperti yang warganet khawatirkan.
“Berdasarkan kronologis tersebut, kami sampaikan bahwa petugas tidak terlambat dalam mengoperasikan palang pintu. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian masyarakat untuk mewujudkan keselamatan bersama,” ujar Feni.
Feni menekankan bahwa masukan masyarakat tetap menjadi hal yang sangat penting bagi KAI dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan di area perlintasan sebidang.
Dalam kesempatan yang sama, Feni kembali mengingatkan masyarakat bahwa palang pintu pada perlintasan sebidang hanyalah alat bantu, bukan pengganti kewaspadaan.
“Palang pintu perlintasan merupakan alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya pengguna jalan, harus tetap waspada, berhati-hati, dan disiplin mematuhi rambu yang berlaku,” tegasnya.
Ia menilai bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kolaborasi masyarakat menjadi elemen penting untuk mencegah insiden di kemudian hari.
KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan bahwa mereka terus memprioritaskan aspek keselamatan dalam seluruh operasional kereta api.
Mereka juga mengajak masyarakat, terutama para pengguna jalan yang melalui di perlintasan KA, untuk lebih proaktif dalam menciptakan budaya tertib dan aman. (ef linangkung)
https://frankspizzapalace.com/menu