TUGU JOGJA – Gunung Merapi tidak hanya dikenal sebagai salah satu gunung berapi aktif di Indonesia, tetapi juga menyimpan beragam kisah mitologi yang dipercaya masyarakat di kawasan lerengnya.
Salah satu sosok yang hingga kini dikenal dalam cerita tutur masyarakat adalah Nyai Gadung Melati, entitas gaib yang konon dipercaya sebagai penjaga Gunung Wutoh, gerbang menuju Keraton Merapi, sekaligus pelindung flora dan fauna di kawasan tersebut.
Kisah mengenai keberadaan makhluk halus atau bangsa alus di Gunung Merapi telah menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat setempat.
Dalam keyakinan tersebut, sejumlah lokasi di kawasan Merapi dianggap memiliki nilai sakral dan menjadi tempat bersemayamnya entitas gaib.
Salah satu lokasi yang disebut memiliki kaitan erat dengan kepercayaan tersebut adalah kawasan kawah Gunung Merapi.
Kawah dipercaya sebagai pusat keraton atau istana bagi para makhluk halus yang diyakini menguasai Gunung Merapi.
Gunung Wutoh Diyakini sebagai Gerbang Keraton Merapi
Melansir laman resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi meyakini bahwa kawasan gunung tersebut tidak hanya dihuni manusia.
Dalam kepercayaan lokal, terdapat pula bangsa alus atau makhluk halus yang menempati sejumlah wilayah di sekitar Merapi.
Kawah Gunung Merapi menjadi salah satu kawasan yang dianggap paling angker sekaligus sakral. Tempat tersebut dipercaya sebagai pusat istana atau keraton bagi makhluk halus yang diyakini menjadi penguasa Gunung Merapi.
Di dalam konsep keraton gaib tersebut, terdapat Gunung Wutoh yang dipercaya menjadi salah satu lokasi penting. Gunung Wutoh diyakini sebagai pintu gerbang utama menuju Keraton Merapi.
Gerbang tersebut dalam cerita masyarakat disebut memiliki penjaga khusus. Sosok yang dipercaya menjaga kawasan Gunung Wutoh adalah Nyai Gadung Melati.
Keberadaan Nyai Gadung Melati dalam kepercayaan masyarakat tidak hanya dikaitkan dengan penjagaan gerbang menuju Keraton Merapi. Ia juga dipercaya mempunyai tugas melindungi lingkungan yang berada dalam wilayah kekuasaannya.
Perlindungan tersebut mencakup keselamatan flora atau tumbuhan serta fauna atau hewan yang hidup di kawasan Gunung Merapi.
Karena itu, sosok Nyai Gadung Melati juga dikenal memiliki hubungan erat dengan alam dan kesuburan kawasan Merapi.
Nyai Gadung Melati Digambarkan sebagai Perempuan Berbusana Hijau
Kisah mengenai Nyai Gadung Melati juga muncul dalam penuturan mengenai mitologi Jawa. Adapun berdasarkan catatan laman resmi Universitas Tidar, Nyi Gadung Melati disebut sebagai salah satu tokoh mitologi Jawa yang cukup populer dan memiliki keterkaitan kuat dengan masyarakat di kawasan Gunung Merapi.
Dalam berbagai cerita tutur yang berkembang, sosok tersebut digambarkan sebagai seorang perempuan dengan paras yang sangat cantik. Ciri lain yang melekat pada sosok Nyi Gadung Melati adalah pakaian berwarna hijau yang dikenakannya.
Warna hijau menjadi bagian penting dari simbolisasi sosok tersebut. Dalam kepercayaan masyarakat, Nyi Gadung Melati bukan sekadar tokoh dalam cerita mitologi, tetapi juga dipercaya sebagai roh halus yang berperan dalam menjaga dan memelihara alam.
Kepercayaan tersebut kemudian menghubungkan Nyi Gadung Melati dengan kondisi lingkungan di sekitar Gunung Merapi.
Sosok ini dipercaya memberikan kesuburan bagi alam sehingga tumbuhan di kawasan Merapi dapat tetap tumbuh hijau dan rimbun.
Sosok Penjaga Kesuburan Alam Gunung Merapi
Kepercayaan terhadap Nyi Gadung Melati tidak dapat dilepaskan dari gambaran Gunung Merapi sebagai kawasan yang memiliki kehidupan alam yang kuat.
Dalam cerita yang berkembang, kesuburan lingkungan menjadi salah satu peran utama yang dilekatkan kepada sosok tersebut.
Nyi Gadung Melati dipercaya sebagai entitas yang menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Gunung Merapi. Keberadaan tumbuhan dan hewan di kawasan tersebut juga disebut berada dalam lingkup perlindungan sosok gaib yang dipercaya masyarakat.
Simbol warna hijau yang menjadi ciri khas Nyi Gadung Melati turut memperoleh tempat dalam sejumlah tradisi dan perayaan adat masyarakat setempat.
Kuatnya kepercayaan terhadap sosok tersebut membuat nama Nyi Gadung Melati dan simbol kain berwarna hijau dianggap memiliki nilai sakral.
Dengan demikian, kisah Nyi Gadung Melati tidak hanya berkaitan dengan dunia gaib, tetapi juga berhubungan dengan cara masyarakat memaknai alam di sekitar Gunung Merapi.
Sosok tersebut ditempatkan sebagai figur pelindung yang memiliki keterkaitan dengan kesuburan, tumbuh-tumbuhan, hewan, serta wilayah yang dianggap sakral.
Mitos Nyai Gadung Melati Menjadi Bagian dari Cerita Gunung Merapi
Gunung Merapi selama ini memiliki beragam kisah yang berkembang melalui tradisi lisan masyarakat. Cerita mengenai bangsa alus, Keraton Merapi, Gunung Wutoh, hingga Nyai Gadung Melati menjadi bagian dari mitologi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam kepercayaan tersebut, Gunung Wutoh memiliki posisi khusus karena dipercaya sebagai pintu gerbang menuju Keraton Merapi.
Sementara itu, Nyai Gadung Melati dipercaya sebagai sosok yang menjaga gerbang tersebut sekaligus melindungi alam di wilayah kekuasaannya.
Sosok perempuan cantik dengan pakaian serba hijau itu juga dikaitkan dengan kesuburan lingkungan. Kepercayaan tersebut membuat simbol hijau yang melekat pada Nyai Gadung Melati memiliki kedudukan khusus dalam sejumlah tradisi dan perayaan adat lokal
Nah, itu tadi penjelasan soal misteri mitos Nyai Gadung Melati yang dipercaya sebagai sosok gaib penjaga kawasan Gunung Merapi.***





