
TUGUJOGJA– Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara langsung memimpin apel Gerakan Jumat Bersih yang berlanjut dengan aksi bersih Sungai Kamal di tepi aliran sungai Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar kegiatan ini sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengantisipasi risiko banjir dan bencana hidrometeorologi.
Aksi Bersih Sungai Gunungkidul
Sejak pagi hari, sekitar 200 peserta dari berbagai unsur memadati lokasi kegiatan. Suasana penuh semangat gotong royong langsung terasa ketika Bupati Gunungkidul membuka apel dengan pesan tegas tentang pentingnya merawat alam.
Bupati Gunungkidul menegaskan bahwa Gerakan Jumat Bersih tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen bersama untuk menjaga ekosistem sungai dan lingkungan hidup.
Ia menyampaikan bahwa gerakan bersih sungai ini bertujuan memperkuat upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta menekan risiko bencana, khususnya banjir.
“Gerakan ini bertujuan memperkuat adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim serta mengurangi risiko bencana, terutama banjir,” ujar Bupati Endah saat memberikan arahan.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul mengungkapkan rasa syukur karena Kabupaten Gunungkidul hingga saat ini masih terhindar dari kondisi darurat bencana.
Namun, ia mengingatkan seluruh peserta bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah. Ia menggambarkan kondisi lingkungan saat ini dengan ungkapan emosional bahwa bumi pertiwi sedang menangis akibat kelalaian manusia dalam merawat alam.
Bupati Gunungkidul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat alam layaknya merawat rahim Ibu Pertiwi.
Ia menegaskan bahwa kelalaian dalam menjaga lingkungan dapat memicu keguguran berupa banjir dan tanah longsor yang mengancam keselamatan manusia.
“Jika alam sudah murka, kekuasaan, jabatan, dan uang tidak akan berarti apa-apa. Yang paling berharga dan harus kita jaga adalah nyawa,” tegas Bupati dengan nada penuh keprihatinan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Apel Gerakan Jumat Bersih ini diikuti oleh jajaran Kodim 0730 Gunungkidul, Polres Gunungkidul, Sekretaris Daerah, kepala OPD, panewu, Forkopimkap, Lurah Wunung beserta pamong dan Bamuskal, pimpinan cabang PT Bank BPD DIY Wonosari, Lembaga Amal Zakat Membangun Keluarga Umat, berbagai lembaga sosial, kelompok pemerhati sungai, serta masyarakat sekitar.
Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi dan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.
Bupati Gunungkidul menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha, dan sektor perbankan menjadi kunci utama untuk mewujudkan Gunungkidul yang kuat, maju, dan berdaya saing.
Ia menilai bahwa persoalan lingkungan tidak dapat selesai secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga mengukuhkan Kelompok Pemerhati Sungai Kamal di Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari.
Bupati berharap pengukuhan ini mampu memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai, melestarikan ekosistem, serta mengawasi keberlanjutan lingkungan.
Dalam arahannya, Bupati Endah kembali menyoroti persoalan sampah yang berpotensi memicu bencana. Masyarakat perlu segera menanggulangi masalah kebersihan agar Gunungkidul tidak mengalami kondisi darurat sampah.
“Sampah dapat menyebabkan sungai meluap dan merusak ladang, tanaman, akses jalan, infrastruktur, serta mengganggu aktivitas sekolah seperti yang pernah terjadi di Semanu,” jelasnya.
Selain aksi bersih sungai, kegiatan ini juga diwarnai dengan penyerahan bantuan secara simbolis. Bupati Gunungkidul menyampaikan apresiasi kepada PT Bank BPD DIY Cabang Wonosari atas dukungan berupa bantuan bibit tanaman.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Amal Zakat Membangun Keluarga Umat atas kontribusi CSR berupa ternak dan alat pencacah pakan.
Penanaman pohon di bantaran sungai memiliki peran strategis dalam mendukung penghijauan, memperkuat daya serap air, serta memulihkan keseimbangan ekosistem sungai.
Ia meminta seluruh pihak untuk menjaga dan merawat tanaman agar bermanfaat dalam jangka panjang.
Menutup arahannya, Bupati Gunungkidul menyampaikan pesan penting agar budaya peduli lingkungan terus hidup dalam keseharian masyarakat.
Ia menekankan bahwa kebiasaan tidak membuang sampah ke sungai dan menjaga ketahanan air bersih harus diwariskan dari hari ke hari. Bupati berharap Gerakan Jumat Bersih berkembang menjadi gerakan berkelanjutan. (ef linangkung)