
TUGUJOGJA– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang pergantian tahun.
KAI Daop 6 Yogyakarta memberlakukan pola operasi khusus berupa Berhenti Luar Biasa (BLB) bagi 35 perjalanan kereta api jarak jauh di Stasiun Lempuyangan.
Kebijakan ini adalah bentuk antisipasi terhadap lonjakan kepadatan lalu lintas di Yogyakarta yang kerap meningkat signifikan saat libur Nataru.
Ini juga mengantisipasi potensi penutupan maupun pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama yang berpotensi menghambat akses menuju Stasiun Yogyakarta.
Tujuan Kebijakan Berhenti Luar Biasa
Melalui kebijakan BLB di Stasiun Lempuyangan, KAI Daop 6 membuka alternatif akses naik dan turun penumpang agar masyarakat dapat memilih stasiun yang lebih mudah dijangkau.
Langkah ini sekaligus memberikan fleksibilitas perjalanan, mengurangi risiko keterlambatan, serta menjaga ketertiban dan keselamatan operasional kereta api.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa KAI Daop 6 mengambil kebijakan BLB untuk menjaga kelancaran pergerakan penumpang menuju dan dari stasiun di tengah meningkatnya kepadatan kota.
“Dengan adanya pemberhentian luar biasa di Stasiun Lempuyangan, pelanggan memiliki alternatif akses untuk proses naik dan turun kereta api. KAI berharap kebijakan ini memudahkan mobilitas masyarakat di tengah padatnya lalu lintas Kota Yogyakarta, sekaligus tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan,” ujar Feni.
KAI Daop 6 menetapkan 35 perjalanan kereta api jarak jauh yang melakukan Berhenti Luar Biasa di Stasiun Lempuyangan pada Rabu, 31 Desember 2025, dan Kamis, 1 Januari 2026.
Kereta-kereta tersebut sebelumnya tidak berhenti di Stasiun Lempuyangan. Namun, khusus pada periode ini KAI mengizinkan penumpang untuk naik dan turun di stasiun tersebut.
Daftar lengkap kereta api yang berhenti luar biasa mencakup berbagai relasi favorit seperti berikut.
- Argo Dwipangga
- Gajayana
- Bima
- Turangga
- Lodaya
- Malabar
- Mutiara Selatan
- Manahan
- Sancaka
- Malioboro Ekspres
- Wijaya Kusuma
Kebijakan ini berlaku penuh dengan tetap mengacu pada jadwal keberangkatan dan kedatangan sesuai tiket.
Imbauan Datang Lebih Awal ke Stasiun
Feni menegaskan bahwa KAI Daop 6 tetap mengimbau calon penumpang untuk mengatur waktu perjalanan dengan cermat.
Penumpang Kereta Api Jarak Jauh dengan keberangkatan awal dari Stasiun Yogyakarta menuju arah barat, seperti KA Taksaka, Fajar Utama YK, Joglosemarkerto, dan Senja Utama YK, diminta datang lebih awal agar tidak tertinggal kereta.
Sementara itu, penumpang yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta menuju arah timur, termasuk KA Sancaka dan kereta melintas lainnya, juga sebaiknya tiba lebih awal di stasiun atau memanfaatkan Stasiun Lempuyangan sebagai alternatif.
Hal serupa berlaku bagi penumpang dari arah timur menuju barat, seperti KA Argo Dwipangga dan kereta melintas lainnya.
“KAI Daop 6 mencatat total 35 kereta api jarak jauh yang melakukan Berhenti Luar Biasa di Stasiun Lempuyangan. KAI telah menyampaikan informasi pola khusus ini kepada calon penumpang melalui SMS blast agar setiap pelanggan menerima pemberitahuan secara langsung dan personal,” kata Feni.
Jadwal perjalanan kereta api yang melakukan BLB tetap mengacu pada waktu yang tertera di tiket.
KAI Daop 6 juga berkomitmen untuk terus memperbarui informasi terkait pola operasi dan pelayanan kereta api selama periode libur Nataru.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI 121 atau menggunakan aplikasi Access by KAI.
KAI Daop 6 berharap kebijakan Berhenti Luar Biasa ini mampu memberikan solusi efektif bagi pelanggan kereta api dalam menghadapi dinamika lalu lintas Kota Yogyakarta saat malam pergantian tahun. (ef linangkung)