
TUGUJOGJA– Suasana khidmat menyelimuti peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menggelar rangkaian kegiatan spesial, salah satunya ziarah ke makam para bupati terdahulu.
Tahun ini ziarah terasa berbeda karena Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan Wakil Bupati Heri Susanto memimpin langsung rombongan tanpa diwakilkan seperti tahun sebelumnya.
Ziarah pada Hari Jadi ke-195 Gunungkidul
Panitia menyusun agenda ziarah pada Senin (29/9/2025) dengan melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ketua Panitia Hari Jadi Gunungkidul ke-195, Sri Suhartanta, menegaskan bahwa perubahan konsep ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus penghormatan mendalam terhadap jasa para pendahulu.
“Ziarah kita awali dengan upacara di Makam almarhum Mas Tumenggung Pontjodirjo, bupati pertama Gunungkidul, di Pati Genjahan Ponjong. Setelah itu kita bergeser ke Umbulrejo Ponjong untuk menghormati almarhum Prof. Dr. Ir. H. Sumpeno Putro M.Sc. Rangkaian berlanjut ke Makam almarhum R.M. Pandjil Hardjodipuro di Semanu,” terang Sri Suhartanta.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju titik keempat, yaitu Makam almarhum Drs. KRT Hardjo Hadinegoro atau yang lebih dikenal dengan Drs. Yoetikno di Pilangrejo, Nglipar. Ziarah ditutup di Makam almarhum Ki Demang Wonopawiro di Piyaman, Wonosari.
Sri Suhartanta menambahkan, tahun lalu Bupati dan Wakil Bupati berbagi tugas dalam agenda ziarah. Namun, tahun ini keduanya memilih hadir bersama di setiap lokasi.
“Ibu bupati meminta semua berziarah bareng. Beliau ingin menegaskan rasa hormat bersama kepada para pendahulu,” ujarnya.
Tujuan Ziarah
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan bahwa ziarah bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan atas jasa para pendahulu. Ia menegaskan bahwa pembangunan Gunungkidul hari ini tidak lepas dari pondasi yang ditinggalkan oleh para bupati terdahulu.
“Kegiatan ini kita jalankan sebagai bentuk silaturahmi. Kita ingin menyambung persaudaraan dengan ahli waris yang hadir sekaligus meneguhkan komitmen melanjutkan perjuangan leluhur Gunungkidul,” tegas Bupati Endah.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi ke-195 tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga pengingat akan panjangnya perjalanan sejarah Gunungkidul. Dari masa Mas Tumenggung Pontjodirjo hingga kepemimpinan modern saat ini, setiap bupati meninggalkan warisan perjuangan yang membentuk identitas daerah.
Suasana haru terlihat ketika keluarga almarhum Drs. KRT Hardjo Hadinegoro atau Drs. Yoetikno hadir langsung dalam prosesi ziarah. Perwakilan keluarga, Sudodo, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian Pemkab Gunungkidul.
“Sungguh sebuah kehormatan bagi keluarga kami. Di tengah kesibukan, para pejabat masih menyempatkan diri untuk berziarah. Semoga Allah senantiasa memberi kesehatan kepada jajaran Pemkab Gunungkidul dalam menjalankan amanah ini,” ungkap Sudodo. (ef linangkung)