
TUGUJOGJA — Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 14.00–15.00 WIB.
Peristiwa ini menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyampaikan bahwa petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan dari lokasi terdampak.
“Petugas segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan lintas instansi untuk mempercepat penanganan di lapangan,” ujarnya.
Sebaran Wilayah Terdampak
Cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, meliputi Kabupaten Gunungkidul bagian tengah dan utara, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, serta sebagian wilayah timur Kabupaten Sleman.
Angin kencang yang menyertai hujan menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik, mengganggu akses jalan, serta berdampak pada jaringan listrik di beberapa lokasi.
Dampak di Gunungkidul
Di Kabupaten Gunungkidul, kejadian tercatat di Kapanewon Patuk. Sebuah pohon tumbang dilaporkan menutup akses jalan dan merusak jaringan listrik.
Petugas bersama warga melakukan penanganan untuk membuka akses dan memperbaiki gangguan yang terjadi.
Dampak di Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta mencatat enam titik terdampak yang tersebar di Kemantren Wirobrajan, Gondokusuman, Jetis, dan Tegalrejo.
Tiga pohon tumbang dilaporkan terjadi, serta tiga rumah warga mengalami kerusakan akibat angin kencang.
Dampak di Kabupaten Bantul
Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan dampak terbanyak, dengan delapan titik kejadian di Kapanewon Imogiri dan Sedayu.
Kerusakan meliputi enam pohon tumbang, tiga rumah warga, dua kandang ternak, serta satu tempat usaha. Selain itu, dua akses jalan sempat terganggu akibat material pohon.
Penanganan dan Koordinasi
Penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD DIY dan kabupaten/kota, TNI, Polri, pemerintah kalurahan, Kelompok Siaga Bencana, Forum Pengurangan Risiko Bencana, PLN, relawan, serta masyarakat.
Mereka melakukan pembersihan material, asesmen kerusakan, serta memastikan distribusi bantuan berjalan dengan baik.
“Koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar penanganan berjalan efektif dan cepat,” kata Agustinus.
Imbauan Kewaspadaan
BPBD DIY menyampaikan bahwa data yang dihimpun masih bersifat sementara dan dapat berkembang.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi cuaca yang dapat berubah secara cepat.