Love Scamming Bermarkas di Sleman Terbongkar, Gunakan Aplikasi Kencan Asal Cina dan Jaring Korban Internasional

Bagikan :
Love Scamming di Sleman/Foto: Frepik

TUGUJOGJA – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta berhasil membongkar praktik kejahatan siber jaringan internasional yang selama ini beroperasi secara senyap di Kabupaten Sleman.

Sindikat penipuan daring bermodus love scamming itu menjadikan sebuah ruko di Jalan Gito Gati sebagai pusat kendali operasi untuk menipu korban dari berbagai negara.

Pengungkapan kasus ini berlangsung dramatis. Aparat kepolisian menggerebek markas pelaku dan mengamankan sebanyak 64 orang di lokasi kejadian.

Setelah melalui pemeriksaan mendalam, penyidik akhirnya menetapkan enam orang sebagai tersangka utama yang berperan penting dalam menjalankan bisnis haram tersebut.

Patroli Siber Mengungkap Jejak Love Scamming di Sleman

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula dari patroli siber intensif yang secara rutin dilakukan jajarannya.

Tim kepolisian mencurigai adanya aktivitas digital tidak wajar yang mengarah pada praktik penipuan daring terorganisir dengan sasaran korban dari luar negeri.

Petugas siber Polresta Yogyakarta menemukan pola komunikasi mencurigakan yang terhubung dengan aplikasi kencan tertentu. Aktivitas itu menunjukkan indikasi kuat adanya skema love scamming yang terstruktur dan dijalankan secara profesional.

Baca juga  Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Mantan Kepala Dispar Tegaskan Hanya 53 Desa Wisata Resmi Terdaftar

“Petugas kami melaksanakan patroli siber dan mendeteksi indikasi kuat tindak pidana love scamming. Tim kemudian menindaklanjuti temuan tersebut dengan penyelidikan intensif hingga akhirnya melakukan operasi tangkap tangan di lokasi,” ujar Eva Guna Pandia saat konferensi pers di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2025).

Penyelidikan polisi mengungkap fakta mengejutkan. Para tersangka menjalankan aksi love scamming dengan memanfaatkan aplikasi kencan asal Cina yang mereka sebarkan kepada calon korban. Para pelaku secara aktif mengirimkan tautan aplikasi melalui media sosial dan platform digital lainnya.

Setelah korban mengunduh dan mengakses aplikasi tersebut, para operator langsung menjalankan peran mereka. Pelaku melakukan komunikasi intensif melalui fitur chat berbayar yang secara perlahan menguras uang korban.

Untuk meningkatkan ketertarikan dan ketergantungan korban, para tersangka juga mengirimkan konten pornografi sebagai bagian dari strategi manipulasi emosional.

Polisi menilai metode ini sebagai bentuk eksploitasi psikologis yang terencana, karena pelaku secara sadar membangun kedekatan emosional sebelum melakukan penipuan finansial.

Sebelum melakukan penggerebekan, patroli siber Polresta Yogyakarta menemukan iklan lowongan kerja tidak lazim yang beredar di dunia maya. Iklan tersebut secara khusus mensyaratkan calon pekerja mampu berbahasa Inggris dan memahami penggunaan aplikasi kencan atau dating apps.

Baca juga  Kuasa Hukum Almarhum Arya Daru: Kami Ingin Kasus Ini Ditangani Bareskrim Polri

Penggerebekan Markas Scam di Jalan Gito Gati

Kecurigaan polisi semakin menguat karena lowongan itu tidak menjelaskan jenis pekerjaan secara rinci, tapi  menjanjikan gaji besar dan fasilitas menarik.

Tim siber kemudian menelusuri asal-usul iklan tersebut dan menemukan keterkaitannya dengan aktivitas penipuan daring lintas negara.

Setelah mengantongi cukup bukti, polisi bergerak cepat. Pada Senin (5/1/2025), tim gabungan Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan di sebuah kantor yang beroperasi dengan nama PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kabupaten Sleman.

Di lokasi tersebut, polisi mendapati puluhan orang sedang mengoperasikan komputer dan ponsel untuk berkomunikasi dengan korban. Aparat langsung mengamankan seluruh aktivitas dan membawa puluhan orang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penggerebekan itu sekaligus menandai berakhirnya operasi love scamming yang selama ini bersembunyi di balik kedok perusahaan legal.

Polisi menjerat para tersangka dengan pasal berlapis terkait tindak pidana penipuan, pornografi, serta kejahatan siber lintas negara. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya jaringan internasional lain yang terlibat dalam kasus ini.

Baca juga  Arti Love Scamming, Ramai Kasus Staf Presiden Prabowo Jadi Korban Penipuan Puluhan Juta

Kapolresta Yogyakarta menegaskan bahwa kepolisian akan terus meningkatkan patroli siber guna mencegah praktik serupa terulang. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap aplikasi kencan dan tawaran pekerjaan yang tidak jelas asal-usulnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan siber terus berkembang dan menyasar siapa saja, bahkan dengan memanfaatkan perasaan dan hubungan emosional sebagai senjata utama. (ef linangkung)

Berita Terbaru

aaron-burden-y02jEX_B0O0-unsplash
Contoh Surat Izin Tidak Masuk Sekolah yang Benar dan Lengkap untuk Berbagai Keperluan
Lonjakan Penumpang Kereta Api di Long Weekend Paskah 2026
Lonjakan Penumpang Kereta Api di Long Weekend Paskah 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta Tambah Perjalanan
Nelayan Pekalongan Meninggal
Nelayan Asal Pekalongan Meninggal Mendadak di Laut Selatan Gunungkidul, Detik-Detik Tragis di Atas Kapal
fusion-medical-animation-rnr8D3FNUNY-unsplash
Mengenal Varian Covid-19 Cicada (BA.3.2), Sempat Hilang dan Kembali Muncul
ed-us-uHPfTGy-Lto-unsplash (2)
Libur Sekolah Kenaikan Kelas 2026 Mulai Tanggal Berapa? Ini Jadwal Pembagian Rapor hingga Libur Panjangnya

TERPOPULER

kaitlyn-baker-vZJdYl5JVXY-unsplash (5)
Kumpulan Contoh Soal TKA SMP Kelas 9 Bahasa Indonesia dan Matematika Lengkap Pembahasan serta Jadwal TKA 2026
Materi dan Contoh Soal TKA Matematika SMP 2026: Kisi-Kisi, Pembahasan, dan Strategi Belajar Lengkap
yosi-prihantoro-1q2Fo7Bx-pk-unsplash
Kumpulan Soal CCA Paskah dan Jawabannya Lengkap untuk Latihan Lomba Alkitab
free-walking-tour-salzburg--QEBz71uEBs-unsplash
Bacaan Kitab Suci Vigili Paskah 2026: Makna Sabtu Suci dan Rangkaian Liturgi Malam Kebangkitan
dom-fou-YRMWVcdyhmI-unsplash (1)
Cara Cek Rasionalisasi SNBT 2026, Memperbesar Peluang Lolos!