
TUGUJOGJA – Jalan umum Semanu-Giripanggung kembali menelan korban jiwa. Seorang kakek asal Semanu, Gunungkidul, meregang nyawa usai motor yang ia kendarai terlibat adu banteng dengan motor yang dikendarai seorang emak-emak.
Kecelakaan maut ini terjadi di Padukuhan Pucangsari, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Kamis, 4 September 2025 pukul 10.26 WIB.
Suasana mendadak mencekam ketika dua motor melaju kencang dari arah berlawanan. Benturan keras memecah keheningan desa, meninggalkan jeritan saksi mata yang tak percaya insiden tragis itu benar-benar terjadi.
Motor Scoopy Lawan Arah, Jalan Menikung Jadi Saksi Bisu
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menjelaskan kronologi kejadian. Ia membeberkan bahwa sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi AD 6079 ASC yang dikendarai Andri Tri Rejeki (38), warga Mayungan, Klaten, melaju dari arah Semanu menuju Giripanggung.
Namun, sesampainya di tikungan tajam, motor Scoopy itu bergerak terlalu ke kanan hingga melewati garis marka jalan. Kesalahan kecil yang fatal itu justru mengundang petaka.
“Naasnya, dari arah berlawanan muncul sepeda motor Suzuki Shogun bernomor polisi AB 5817 PD yang dikendarai Sakiman (69), warga Giripanggung, Tepus, Gunungkidul. Kedua motor itu bertemu di tikungan sempit dan langsung adu banteng,” ungkap Ipda Nur Ikhwan dengan suara tegas.
Benturan keras membuat tubuh Sakiman terpental dan terkapar di tepi jalan. Darah segar membasahi aspal, meninggalkan pemandangan memilukan bagi warga yang berlarian mendekat.
“Sakiman mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas Ipda Nur Ikhwan.
Sementara itu, pengendara Honda Scoopy, Andri, mengalami cedera kepala ringan dan lebam di mata kiri. Tidak hanya itu, pemboncengnya, Kharisma Aninda Pratiwi (28), warga Pedan, Klaten, juga menderita luka robek di bibir serta cedera kepala ringan.
Korban Luka Dilarikan ke RSUD Wonosari
Petugas segera mengevakuasi korban luka ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan perawatan intensif. Ambulans melaju dengan sirene meraung, membawa tubuh lemah Andri dan Kharisma yang berjuang melawan rasa sakit.
“Keduanya sudah kami bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” imbuh Kanit Gakkum.
Warga sekitar menuturkan bahwa lokasi tikungan tempat kecelakaan terjadi sudah lama dikenal rawan. Banyak pengendara kurang mengurangi kecepatan saat melintas sehingga risiko tabrakan sangat tinggi.
“Kami sering lihat motor hampir bersenggolan di sini. Jalannya sempit, tikungannya tajam, jadi pengendara harus hati-hati,” ujar seorang warga yang menyaksikan langsung peristiwa itu.
Agen Togel Terpercaya Sangkarbet