
TUGUJOGJA – Persoalan utang senilai Rp350 ribu berujung pada dugaan aksi penganiayaan terhadap dua pemuda di Padukuhan Asem Lulang, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.
Peristiwa yang terjadi Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 17.15 WIB itu kini ditangani Satreskrim Polres Gunungkidul.
Dua korban diketahui berinisial DR (26) dan DAS (23). Keduanya mengalami luka setelah diduga menjadi sasaran kekerasan oleh sekelompok orang yang datang untuk menagih utang.
Kasus ini menyita perhatian warga setempat karena selain berujung penganiayaan, polisi juga menemukan sejumlah senjata tajam di kendaraan yang digunakan para terduga pelaku.
Berawal dari Penagihan Utang kepada Kerabat Korban
Menurut keterangan ST, ayah kedua korban, peristiwa bermula saat tiga orang mendatangi rumahnya untuk menagih utang kepada adiknya.
Salah satu di antaranya diketahui berinisial TO yang disebut sebagai pihak yang menagih utang tersebut.
ST mengaku tidak mengetahui persoalan utang yang dimaksud. Karena itu, ia tetap menerima kedatangan mereka dengan baik dan mempersilakan ketiganya duduk di rumah.
“Datang tiga orang, salah satunya pelaku berinisial TO bersama dua rekannya. Mereka mau menagih utang kepada adik saya,” ujar ST, Jumat (5/6/2026).
Situasi awal berlangsung normal. Namun keadaan berubah ketika ST hendak mencari rumput untuk pakan ternak dan mengambil sabit serta tali di bagian belakang rumah.
Aktivitas yang menurut ST merupakan rutinitas sehari-hari itu diduga disalahartikan oleh TO.
TO disebut mengira dirinya akan diserang menggunakan senjata tajam. Ia kemudian menghubungi sejumlah rekannya melalui telepon dan mengaku terancam.
Padahal, menurut ST, dirinya sama sekali tidak berniat melakukan intimidasi maupun tindakan kekerasan.
“Waktu saya akan mencari rumput, TO bersama temannya langsung pergi begitu saja,” katanya.
Kembali Bersama Rombongan, Situasi Berujung Ricuh
Setelah mencari rumput, ST pulang ke rumah dan mengira persoalan telah selesai. Namun tidak lama kemudian, TO kembali datang bersama sekitar lima orang rekannya menggunakan sebuah mobil.
Suasana yang semula tenang mendadak memanas. Menurut keterangan keluarga korban, TO diduga langsung melayangkan pukulan kepada DR yang berada di depan rumah.
Akibat kejadian tersebut, DR mengalami luka lebam pada bagian leher.
“Anak saya DR dipukul hingga mengalami lebam pada leher,” ungkap ST.
Keributan sempat membuat anggota keluarga panik. Beberapa warga sekitar juga mulai memperhatikan situasi karena suara pertengkaran terdengar dari sekitar rumah korban.
Ketika ST berusaha membantu anaknya, gerakannya disebut sempat dihalangi oleh beberapa orang yang datang bersama TO.
Korban Kedua Terkena Lemparan Batu
Ketegangan tidak berhenti di situ. Dalam insiden yang sama, TO diduga melempar batu ke arah ST.
Namun lemparan tersebut justru mengenai DAS yang berada tidak jauh dari lokasi. Batu menghantam bagian wajah korban hingga menyebabkan luka lecet pada pipi sebelah kiri.
“Untuk anak saya DAS mengalami luka lecet pada bagian pipi sebelah kiri karena dilempar batu,” jelas ST.
Peristiwa tersebut membuat keluarga korban memutuskan menempuh jalur hukum. Sekitar pukul 20.00 WIB pada hari yang sama, ST melaporkan kejadian itu ke Polres Gunungkidul.
Polisi Temukan Samurai dan Celurit
Fakta lain terungkap saat aparat melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang digunakan para terduga pelaku. Di dalam mobil tersebut, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga dapat digunakan sebagai senjata.
Barang yang ditemukan antara lain:
- Dua bilah samurai.
- Dua buah celurit.
- Satu buah stik.
Temuan itu menambah perhatian penyidik karena keberadaan senjata tajam tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan korban maupun warga sekitar apabila situasi berkembang lebih jauh.
Menurut ST, seluruh terduga pelaku telah diamankan setelah laporan diterima polisi.
“Tadi malam sudah kita laporkan, untuk semua terduga pelaku juga sudah diamankan pihak berwajib,” ujarnya.
Satreskrim Polres Gunungkidul Lakukan Pendalaman
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk motif, peran masing-masing pihak, serta asal-usul senjata tajam yang ditemukan dalam kendaraan para terduga pelaku.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari korban, saksi, dan pihak yang diamankan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara utuh.
Aparat mengimbau masyarakat untuk mengedepankan jalur hukum dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kekerasan maupun gangguan keamanan.