Polisi Bekuk Tiga Pelaku Penganiayaan Maut Pelajar di Yogyakarta, Tiga Lainnya Masih Diburu

Bagikan :
Ilustrasi | Tiga pelaku penganiayaan maut pelajar di Yogyakarta berhasil ditangkap aparat gabungan di Cilacap. (TJ)

TUGUJOGJA – Aparat kepolisian menangkap tiga pelaku penganiayaan brutal yang menewaskan seorang pelajar berinisial AA (17) di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Ketiga pelaku diringkus di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa malam, 19 Mei 2026.

Kasus pembunuhan pelajar di kawasan Kridosono itu sebelumnya memicu keresahan warga karena aksi kekerasan dilakukan secara berkelompok dan berlangsung sadis.

Polisi menyebut total pelaku berjumlah enam orang. Hingga Kamis siang, tiga pelaku lain masih dalam pengejaran.

Tim gabungan dari Polresta Yogyakarta dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta bergerak cepat melakukan pengejaran beberapa hari terakhir.

Hasilnya, tiga pelaku berinisial LA, AF, dan MY berhasil diamankan di lokasi persembunyian yang diduga telah disiapkan untuk menghindari pelacakan aparat.

Setelah ditangkap, ketiganya langsung dibawa ke Mapolresta Yogyakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Polisi Dalami Peran Masing-Masing Pelaku

Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, mengatakan tiga pelaku yang telah ditangkap terdiri dari satu pelajar dan dua orang dewasa.

“Untuk pelaku pembacokan yang di Kridosono, tadi subuh Satreskrim Polresta Yogyakarta beserta jajaran Polda berhasil mengamankan tiga orang pelaku di daerah Cilacap, satu orang pelajar dan dua orang sudah dewasa,” ujar Pandia.

Baca juga  Polisi Ungkap ​Kronologi 'Gladiator' Berdarah Geng Vascal, Satu Tersangka Diamankan

Polisi kini mendalami keterlibatan masing-masing pelaku dalam aksi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Ruang pemeriksaan di Mapolresta Yogyakarta terlihat lebih sibuk sejak Rabu pagi. Sejumlah penyidik keluar masuk membawa berkas pemeriksaan, sementara penjagaan di area Satreskrim diperketat.

Kasus tersebut menjadi perhatian luas masyarakat Yogyakarta karena korban masih berstatus pelajar dan peristiwa terjadi di kawasan yang cukup ramai.

Tiga Buronan Masih Dicari

Meski tiga pelaku sudah ditangkap, aparat kepolisian memastikan pengejaran belum selesai.

Tiga pelaku lain yang identitasnya sudah dikantongi polisi masih diburu hingga saat ini. Aparat melakukan penyisiran dan pengembangan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para buronan.

Polisi juga meminta para pelaku yang masih melarikan diri agar segera menyerahkan diri.

Kapolresta Yogyakarta turut mengimbau keluarga pelaku untuk membantu proses hukum dengan membujuk anak-anak mereka agar tidak terus bersembunyi.

Pendekatan persuasif itu dilakukan agar proses hukum berjalan tanpa memicu persoalan baru di lapangan.

“Karena negara kita adalah negara hukum, segala perbuatan yang melanggar hukum apalagi menghilangkan nyawa orang, maka akan kita proses sesuai aturan berlaku tentunya,” tegas Pandia.

Baca juga  Operasi Keselamatan 2026 di Hari Sabtu dan Minggu Apakah Libur? Simak Jadwal Operasionalnya

Kasus Jadi Sorotan Warga Yogyakarta

Kasus penganiayaan yang menewaskan AA meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Di media sosial, peristiwa tersebut ramai dibahas warga Yogyakarta sejak video dan informasi pengejaran pelaku beredar luas. Banyak warga mengaku khawatir dengan meningkatnya aksi kekerasan jalanan yang melibatkan remaja.

Sebagian orang tua juga mulai membatasi aktivitas anak-anak mereka pada malam hari, terutama di kawasan pusat kota dan titik keramaian.

Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran soal pergaulan remaja dan potensi kekerasan kelompok di jalanan.

Sejumlah warga di sekitar kawasan Kridosono mengaku sempat takut melintas pada malam hari setelah kasus itu mencuat. Hingga kini, lokasi kejadian masih menjadi perhatian warga yang datang untuk melihat situasi sekitar.

Polisi Optimistis Semua Pelaku Tertangkap

Aparat kepolisian memastikan proses pengejaran terhadap tiga buronan lain terus berlangsung.

Polisi optimistis seluruh pelaku segera ditangkap sehingga kasus penganiayaan maut tersebut bisa terungkap sepenuhnya dan memberikan keadilan bagi korban maupun keluarganya.

Pengamanan dan patroli di sejumlah titik Kota Yogyakarta juga masih ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan.

Baca juga  Ibu-Ibu Rejowinangun Buktikan Kepedulian Lingkungan lewat Gerakan Mas JOS, Ubah Sampah jadi Berkah

situs togel resmi

situs togel resmi

sangkarbet resmi

sangkarbet resmi

situ pools resmi

situs togel terpercaya

slot gacor terpercaya

sangkarbet

link slot gacor

sangkarbet

slot gacor

sangkarbet

sangkarbet

situs togel terpercaya

sangkarbet login

sangkarbet

sangkarbet terpercaya

sangkarbet

sangkarbet

sangkarbet

sangkarbet

sangkarbet

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025