Polda DIY Dalami Dugaan Malpraktik RSUD Prambanan Terkait Meninggalnya Balita Naura, Lima Saksi Sudah Diperiksa

Bagikan :
RSUD Prambanan/Istimewa

YOGYAKARTA – Polda DIY masih melanjutkan penyelidikan kasus dugaan malpraktik yang terjadi di RSUD Prambanan, Kabupaten Sleman, terkait meninggalnya balita berusia tiga tahun, Naura Dwi Meydita.

Hingga Jumat, proses hukum masih berfokus pada pengumpulan keterangan dan pendalaman fakta sebelum penyidik mengambil langkah lanjutan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan prosedur medis yang dilakukan sebelum korban menjalani pemeriksaan CT Scan di rumah sakit tersebut.

Keluarga korban menunggu kepastian penyebab meninggalnya Naura, sementara aparat kepolisian terus mengumpulkan data dan keterangan dari berbagai pihak.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan belum memasuki tahap penetapan tersangka.

“Kasus dugaan malpraktik di RSUD Prambanan saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.

Lima Saksi Sudah Dimintai Klarifikasi

Dalam perkembangan terbaru, penyidik telah meminta klarifikasi kepada lima orang yang dianggap mengetahui rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah kejadian.

Mereka terdiri dari orang tua korban, perangkat desa, petugas posyandu, hingga tenaga kesehatan dari puskesmas yang sebelumnya menangani atau mengetahui kondisi kesehatan Naura.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Imbau Distribusi Daging Kurban Pakai Wadah Ramah Lingkungan

Pemeriksaan dilakukan untuk menyusun gambaran utuh mengenai kondisi korban sebelum mendapatkan tindakan medis di rumah sakit.

Penyidik juga berupaya mencocokkan informasi dari berbagai sumber guna mengetahui alur penanganan kesehatan yang diterima korban sejak awal hingga menjalani prosedur CT Scan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada fakta yang terlewat dalam proses penyelidikan.

Di tengah perhatian publik yang terus mengalir, kasus ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warga menantikan hasil penyelidikan resmi dan meminta proses hukum berjalan secara terbuka serta objektif.

Fokus pada Prosedur Medis Sebelum CT Scan

Kasus ini bermula saat Naura menjalani pemeriksaan CT Scan di RSUD Prambanan sebagai bagian dari penanganan medis atas kondisi kesehatannya.

Namun, sebelum pemeriksaan dilakukan, korban diketahui menerima suntikan obat penenang atau sedasi sebanyak tiga kali melalui jalur infus.

Bagian inilah yang kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan.

Penyidik masih mengumpulkan dokumen, keterangan medis, serta informasi lain yang berkaitan dengan prosedur pelayanan kesehatan yang diterima korban.

Baca juga  Polda DIY Gerebek Sarang Judi Online di Banguntapan, 5 Pelaku Ditangkap

Pendalaman dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh tindakan medis telah dilaksanakan sesuai standar operasional dan ketentuan yang berlaku.

Pemeriksaan Saksi Tambahan Dijadwalkan

Polda DIY memastikan proses penyelidikan masih berkembang. Sejumlah saksi tambahan telah dijadwalkan untuk dimintai keterangan dalam waktu dekat guna melengkapi alat bukti dan memperjelas kronologi kejadian.

Penyidik juga membuka kemungkinan memeriksa pihak lain apabila ditemukan informasi baru yang relevan.

Berikut fokus penyelidikan yang sedang dilakukan:

Fokus Pendalaman Keterangan
Riwayat kesehatan korban Kondisi Naura sebelum dirawat
Prosedur sedasi Pemberian obat penenang sebelum CT Scan
Tindakan medis Kesesuaian dengan standar pelayanan
Keterangan saksi Orang tua, tenaga kesehatan, dan pihak terkait
Dokumen medis Rekam medis dan data pendukung lainnya

Pendalaman ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Keluarga Menunggu Kepastian Hasil Penyelidikan

Bagi keluarga korban, penyelidikan yang sedang berlangsung menjadi harapan untuk mendapatkan kejelasan atas peristiwa yang menimpa Naura.

Kasus ini juga menjadi sorotan karena menyentuh aspek keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

Baca juga  Polda DIY Gelar Tradisi Cuci Pataka Manggala Nayya Wiwarottama, Sambut Hari Bhayangkara ke-79

Hingga pembaruan terbaru, Polda DIY menegaskan penyelidikan masih berlangsung. Belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, dan penyidik masih mengumpulkan keterangan tambahan sebelum menyimpulkan penyebab pasti meninggalnya balita tersebut.

Situasi ini diperkirakan terus berkembang seiring pemeriksaan saksi dan pendalaman dokumen medis dalam beberapa hari ke depan.

Berita Terbaru

6132123464081543364
Tagih Utang Rp350 Ribu Berujung Penganiayaan di Gunungkidul, Polisi Temukan Samurai dan Celurit dalam Kendaraan Pelaku
RSUD Prambanan
Polda DIY Dalami Dugaan Malpraktik RSUD Prambanan Terkait Meninggalnya Balita Naura, Lima Saksi Sudah Diperiksa
WhatsApp Image 2026-06-04 at 13.23
Job Fair UAJY 2026 Buka Akses Karier bagi Alumni dan Mahasiswa, Libatkan 22 Perusahaan
1333_thumb_Salah_satu_keistimewaan_Pantai_Sundak_adalah_garis_pantainya_yang_panjang
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Pantai Sundak: Bupati Gunungkidul Pimpin Gerakan Besar Wariskan Hijau untuk Masa Depan
4261
Youth Sharia Report 2026 Ungkap Tantangan Ekonomi Syariah di Yogyakarta: Minat Anak Muda Tinggi, Literasi dan Akses Masih jadi Kendala

TERPOPULER

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)
Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian
solo-jogja
Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun
Apa yang Terjadi Jika Rupiah Melemah Terus? Simak Penyebab hingga Dampak Jangka Panjang untuk Indonesia
charlesdeluvio-6k4HkET8dPM-unsplash
Siapa Pencipta Lagu Mas Bahlil Ganteng (MBG)? Viral di Sosmed dan Sempat Dicari
wander-fleur-1lmGTHdQdjM-unsplash
Cara Cek Zonasi SPMB 2026 Secara Mandiri: Panduan Lengkap Ukur Jarak Rumah ke Sekolah Favorit