
TUGUJOGJA – Ruas Jalan Jogja–Wonosari yang melintas di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gading III, Padukuhan Gading III, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, tercatat sebagai titik paling rawan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Gunungkidul sepanjang 2025.
Jalur nasional yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan Wonosari itu mencatat 20 kejadian kecelakaan dalam kurun waktu satu tahun.
Data tersebut menunjukkan lima orang meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi tersebut, sementara 14 orang lainnya mengalami luka ringan.
Tingginya angka kecelakaan membuat aparat kepolisian mengingatkan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur tersebut, terutama menjelang arus mudik Lebaran yang diperkirakan meningkatkan volume kendaraan di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Polisi Petakan Titik Rawan Kecelakaan
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gunungkidul telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah jalur yang memiliki potensi kecelakaan tinggi di wilayah tersebut. Pemetaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan sekaligus potensi risiko yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, Priya Tri Handaya, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan data dan memetakan lokasi yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Sudah kami petakan lengkap dengan potensi kerawanannya,” ujar Priya.
Menurutnya, pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pengendara, terutama saat melintasi jalur utama menuju kawasan wisata di Gunungkidul yang biasanya mengalami peningkatan arus kendaraan pada musim mudik Lebaran.
Tahura Gading III: Jalur Indah dengan Risiko Tinggi
Ruas jalan di kawasan Tahura Gading III dikenal memiliki panorama alam yang cukup menarik. Pepohonan hutan yang rimbun mengapit jalan beraspal yang terlihat mulus dan relatif lebar.
Namun kondisi tersebut juga menyimpan potensi bahaya bagi pengguna jalan. Kontur jalan yang berkelok disertai tanjakan panjang dan turunan tajam membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.
Pada jam-jam tertentu, kepadatan lalu lintas di jalur ini meningkat karena menjadi akses utama menuju berbagai destinasi wisata di wilayah Gunungkidul.
Situasi tersebut kerap memicu pengendara melakukan manuver berisiko, terutama ketika mencoba mendahului kendaraan di depan.
“Arus lalu lintasnya padat, baik saat siang maupun sore hari. Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara ingin mendahului kendaraan di depannya,” kata Priya.
Kombinasi kondisi jalan yang berkelok, tanjakan panjang, serta manuver kendaraan yang tidak terkendali membuat kawasan ini menjadi lokasi kecelakaan yang paling sering terjadi di Gunungkidul selama 2025.
Tanjakan Bundelan Miliki Risiko Tinggi
Selain Tahura Gading III, kepolisian juga menandai Tanjakan Bundelan yang berada di Kalurahan Jurangrejo, Kapanewon Ngawen, sebagai jalur dengan potensi kecelakaan cukup tinggi.
Tanjakan Bundelan dikenal memiliki kemiringan yang cukup curam dan panjang. Kondisi tersebut sering menjadi tantangan bagi kendaraan dengan performa mesin yang kurang optimal.
Jika pengemudi memaksakan kendaraan menanjak tanpa mempertimbangkan kemampuan mesin, potensi kecelakaan dapat meningkat.
Kendaraan berat seperti bus pariwisata maupun truk logistik biasanya harus menurunkan kecepatan secara signifikan saat melintasi tanjakan tersebut.
Kondisi ini kerap menimbulkan antrean kendaraan yang panjang dan memicu pengendara lain mencoba menyalip secara berbahaya.
Jalur Clongop Gedangsari Rawan Longsor
Selain risiko kecelakaan lalu lintas, beberapa jalur di Gunungkidul juga memiliki potensi bahaya akibat kondisi geografis wilayah perbukitan.
Salah satunya adalah jalur penghubung Klaten–Gunungkidul di kawasan Perbukitan Clongop, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari. Polisi mencatat wilayah ini sebagai kawasan yang rawan longsor.
Saat ini jalur tersebut bahkan masih ditutup sementara karena adanya longsoran material tanah dari tebing di sekitar jalan.
“Jalur ini rawan karena berada di kawasan perbukitan,” jelas Priya.
Kondisi tanah yang labil serta curah hujan yang cukup tinggi di kawasan tersebut meningkatkan risiko pergerakan tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Polisi Imbau Pengendara Tingkatkan Kewaspadaan
Menjelang periode mudik Lebaran, kepolisian mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur Gunungkidul.
Pengendara diminta mengurangi kecepatan ketika melintas di jalan berkelok maupun tanjakan, serta tidak melakukan manuver menyalip di area tikungan.
Selain itu, kondisi kendaraan juga harus dipastikan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan jauh.
Polisi juga mengingatkan agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama perjalanan.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menuju wilayah selatan Yogyakarta, aparat berharap para pengendara dapat lebih memperhatikan kondisi jalan dan mematuhi aturan lalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan.