
TUGUJOGJA – Yogyakarta kembali menghadirkan inovasi transportasi ramah lingkungan melalui bus listrik Jogja.
Layanan ini terus mengalami penyempurnaan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat. Mulai 1 September 2025, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) resmi memberlakukan perubahan pada rute serta jam operasional bus listrik, sehingga mobilitas warga maupun wisatawan menjadi lebih mudah.
Apakah Bus Listrik Jogja Berbayar?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah soal tarif bus listrik. Hingga saat ini, penumpang tidak dikenakan biaya alias gratis.
Namun, setiap pengguna tetap diminta melakukan tap kartu elektronik atau kartu langganan TransJogja di mesin yang tersedia saat naik.
Mekanisme ini bukan untuk menarik biaya, melainkan sebagai sistem pencatatan jumlah penumpang. Dengan begitu, Dishub DIY dapat mengevaluasi jumlah pengguna, efektivitas rute, serta kebutuhan pengembangan layanan ke depannya.
Bagi masyarakat, hal ini jelas menjadi keuntungan karena bisa bepergian tanpa biaya tambahan. Jika dibandingkan dengan tarif transportasi umum lain seperti TransJogja reguler yang berada di kisaran Rp3.500 per perjalanan, keberadaan bus listrik gratis ini tentu sangat meringankan, khususnya bagi pelajar, pekerja, dan wisatawan.
Cara Pembayaran dan Sistem Tap
Walaupun gratis, tetap ada aturan untuk mencatat data perjalanan. Penumpang hanya perlu menempelkan kartu elektronik di mesin validasi yang sudah disediakan. Kartu tersebut bisa berupa Kartu TransJogja, kartu elektronik bank (e-money, Brizzi, TapCash, dll) atau kartu langganan transportasi cashless lain yang sudah bekerja sama
Sistem ini sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat agar terbiasa dengan pembayaran non-tunai (cashless).
Rute Baru Bus Listrik Jogja
Perubahan besar mulai diberlakukan pada September 2025. Jika sebelumnya bus listrik hanya beroperasi di jalur Ngabean-Malioboro, kini rutenya diperluas hingga Terminal Jombor.
Rute baru ini menghubungkan Terminal Jombor-Malioboro dengan melewati jalur utama Jalan Magelang, sehingga akses dari kawasan barat dan utara Yogyakarta ke pusat kota menjadi lebih mudah. Masyarakat tidak perlu lagi berganti moda transportasi jika ingin menuju kawasan Malioboro, salah satu ikon wisata Jogja.
Daftar Halte Bus Listrik Jogja
Berikut titik pemberhentian yang bisa digunakan penumpang:
Terminal Jombor (awal), Indogrosir, Boshe, Mobilindo, TVRI, Polsek Tegalrejo, Indomaret Pakuningratan, Pasar Kranggan, Mangkubumi 1, Mangkubumi 2, Malioboro 1, Malioboro 2, Malioboro 3, Bhayangkara, Pasar Pathuk, Gandekan, Jlagran, Jlagran Lor, Perpusda, SMP 14, Hotel Utara, Karen Chicken, Karangwaru Kricak, TVRI Barat, Daytrans, JCM, MMTC, Terminal Jombor.
Dengan jalur ini, bus listrik menjangkau lebih banyak titik strategis yang dekat dengan area pendidikan, perkantoran, pusat belanja, hingga wisata.
Jam Operasional Bus Listrik Jogja
Jam layanan bus listrik juga mengalami perubahan. Mulai September 2025, bus ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Waktu operasional ini dipilih agar layanan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat:
- Pekerja kantoran yang berangkat dan pulang pada jam kerja reguler.
- Wisatawan yang berkeliling pusat kota di siang hari.
- Masyarakat umum yang ingin berbelanja atau beraktivitas di area Malioboro dan sekitarnya.
Meski belum melayani perjalanan malam hari, keberadaan bus listrik tetap menjadi solusi penting dalam mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Kemudahan Lewat Aplikasi TransJogja
Untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan, Dishub DIY juga mengintegrasikan layanan bus listrik dengan aplikasi TransJogja yang bisa diunduh di Play Store maupun App Store.
Melalui aplikasi ini, penumpang dapat:
- Melihat rute terbaru bus listrik.
- Memantau posisi bus secara real-time dengan GPS.
- Mengetahui estimasi waktu kedatangan di halte terdekat.
- Bagi wisatawan, fitur ini sangat membantu untuk mengatur agenda perjalanan agar lebih efisien.
Kehadiran bus listrik di Yogyakarta diharapkan mampu mengurangiย polusi udara di pusat kota terutama di kawasan Malioboro.
Kemudian diharapkan menekan kemacetan dengan mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum. Bus listrik di Jogja ini dapat menciptakan sistem mobilitas kota yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Jika uji coba ini berjalan sukses, tidak menutup kemungkinan jumlah armada bus listrik akan ditambah serta jam operasionalnya diperpanjang hingga malam hari.
Dengan perubahan ini, bus listrik Jogja bukan hanya sekadar moda transportasi, melainkan simbol komitmen Yogyakarta menuju kota yang lebih hijau, modern, dan ramah bagi semua kalangan. Apalagi saat ini masih tahap uji coba dan gratis sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh wisatawan maupun masyarakat.
***