
TUGUJOGJA— Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Kabupaten Bantul. Tiga pemuda menjadi korban serangan brutal oleh orang tak dikenal saat melintas di Jalan Kemasan, Salakan, Potorono, Banguntapan, pada Selasa malam, 7 April 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB ini menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa kejadian tersebut masuk dalam kategori tindak pidana kejahatan jalanan yang dilakukan secara tiba-tiba dan membahayakan korban.
Kronologi Klitih di Jalan Kemasan
Ketiga korban masing-masing berinisial GTW (28), MPS (26), dan AEM (30) memulai perjalanan mereka dengan niat sederhana: memancing di area barat Jembatan Salakan.
Mereka berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX milik AEM, dengan GTW sebagai pengendara dan MPS di posisi tengah.
Namun, suasana malam yang semula tenang berubah mencekam ketika mereka melintas di selatan sebuah warung makan mie ayam. Tiba-tiba, sekelompok pelaku yang juga berboncengan menggunakan sepeda motor matic berwarna hitam meneriakkan kata kasar “bajingan” ke arah korban.
Tak berhenti di situ, salah satu pelaku langsung menendang stang motor korban dengan keras. Serangan mendadak itu membuat ketiga korban kehilangan kendali dan terjatuh menghantam aspal.
Benturan keras menyebabkan luka serius pada para korban. GTW mengalami luka di bagian rahang, mulut, serta luka lecet di tangan, bahkan mengalami pendarahan dari kepala.
Sementara itu, MPS mengalami luka lecet di pelipis, tangan, dan kaki. AEM juga mengalami luka lecet pada tangan dan kaki akibat insiden tersebut.
Dalam kondisi terluka, AEM segera menghubungi saksi bernama Budi (45), warga setempat. Tak lama berselang, Budi bersama beberapa rekannya datang ke lokasi untuk memberikan pertolongan.
Mereka langsung membawa ketiga korban ke RSPAU Harjolukito guna mendapatkan penanganan medis. Pihak rumah sakit kemudian memberikan perawatan intensif, dengan dua korban, yakni GTW dan MPS, harus menjalani rawat inap.
Fakta Janggal di Lokasi Kejadian
Petugas menemukan sejumlah fakta menarik di tempat kejadian perkara (TKP). Meski para korban mengaku hendak memancing, petugas tidak menemukan alat pancing di sekitar lokasi. Hal ini menjadi salah satu poin yang masih pihak kepolisian dalami.
Selain itu, hingga saat ini ketiga korban belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian terkait insiden yang mereka alami.
Pihak Polres Bantul terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Iptu Rita Hidayanto mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat berkendara di malam hari dan segera melapor jika mengalami atau mengetahui tindak kejahatan serupa.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor agar kasus seperti ini dapat segera ditindaklanjuti dan pelaku bisa diproses sesuai hukum,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan atau klitih masih menjadi ancaman nyata di wilayah Yogyakarta. Aksi pelaku yang menyerang secara acak tanpa motif jelas menunjukkan tingkat keberanian yang semakin mengkhawatirkan.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan meningkatkan patroli keamanan, terutama di titik-titik rawan pada malam hari. Tanpa langkah tegas, rasa aman di jalanan dikhawatirkan akan terus terkikis.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, sekaligus alarm keras bahwa keselamatan di jalan raya tidak bisa dianggap remeh, bahkan dalam perjalanan singkat sekalipun. (ef linangkung)