Tim SAR Gabungan Evakuasi Dua Peserta Diklatsar LRB PWM DIY di Jalur Labuhan Merapi

Bagikan :
Tim SAR gabungan mengevakuasi dua peserta Diklatsar LRB PWM DIY yang mengalami kelelahan di Jalur Labuhan Merapi, Sleman, Jumat (24/10/2025) dini hari. (Ist)

TUGUJOGJA — Malam di lereng selatan Gunung Merapi berubah menjadi misi penyelamatan penuh ketegangan. Dua peserta kegiatan Diklatsar Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PWM DIY harus dievakuasi oleh tim SAR gabungan setelah mengalami penurunan kondisi fisik di Jalur Labuhan Merapi, kawasan Srimanganti, Kinarejo, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

Angin dingin Merapi menusuk tulang, namun semangat para relawan tak padam. Begitu laporan diterima, semua bergerak cepat, berpacu dengan waktu dan medan berat untuk menyelamatkan dua nyawa yang terancam di tengah gelapnya malam gunung.

Laporan Masuk Tengah Malam, Tim SAR Bergerak Cepat

Informasi pertama datang Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 00.10 WIB dari Ahmad Jaelani, perwakilan SAR DIY. Ia melaporkan bahwa dua peserta pelatihan mengalami penurunan kondisi fisik dan membutuhkan evakuasi segera.

Menerima laporan itu, Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Kamal Riswandi, langsung memerintahkan pengerahan tim. Pihaknya segera menyiagakan personel gabungan untuk mengevakuasi korban.

“Situasi malam itu cukup ekstrem, namun kami prioritaskan keselamatan,” ujar Kamal.

Baca juga  Pemancing yang Hanyut di Sungai Boyong Sleman Ditemukan Meninggal di Kedalaman Tiga Meter

Peristiwa bermula pada Kamis, 23 Oktober 2025 pukul 17.00 WIB, ketika LRB PWM DIY mengadakan kegiatan Diklatsar (Pendidikan dan Pelatihan Dasar) di lereng Merapi. Para peserta mendirikan bivak dan beristirahat di sekitar Jalur Labuhan Merapi.

Namun, situasi mendadak berubah ketika pukul 23.50 WIB dua peserta dilaporkan lemah dan tidak mampu melanjutkan aktivitas. Suhu yang turun drastis di malam hari, kelelahan, serta kondisi medan ekstrem diduga menjadi penyebab fisik mereka menurun.

Adapun dua peserta yang dievakuasi adalah:

  • Isnin Nurudin (31), warga Ngasem Ayu RT 13/RW 4, Salaman, Patuk, Gunungkidul.
  • Naryama Luthfi Abhinaya (21), warga Selokerto RT 3/RW 18, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

Keduanya diketahui aktif mengikuti kegiatan pelatihan hingga akhirnya harus dievakuasi karena kondisi fisik menurun secara signifikan.

Misi Evakuasi di Tengah Cuaca Ekstrem dan Medan Sulit

Pada pukul 00.45 WIB, tim SAR gabungan dari berbagai unsur — Kantor SAR Yogyakarta, BPBD Sleman, LRB PWM DIY, TNI-Polri, dan relawan lokal — segera melakukan briefing dan menyusun strategi. Jalur yang mereka hadapi bukan jalur biasa. Jalur Labuhan Merapi dikenal berbatu, menanjak, dan gelap gulita pada malam hari.

Baca juga  Informasi Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini 11 Juni 2025, dari Solo Paling Malam Jam Berapa?

Dengan membawa tandu serta peralatan medis darurat, tim mulai mendaki. “Medan sangat menantang, tapi kami harus segera mengevakuasi karena kondisi korban terus menurun,” tutur salah satu anggota tim yang ikut dalam operasi.

Setelah melalui perjalanan penuh perjuangan, pukul 01.40 WIB kedua korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Suara lega dan syukur pun terdengar di tengah dinginnya malam di lereng Merapi.

Begitu berhasil dievakuasi, keduanya langsung dibawa turun dan dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Sleman untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Petugas medis memastikan keduanya dalam keadaan sadar dan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Kepala Kantor SAR, Kamal Riswandi, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berterima kasih kepada semua unsur SAR gabungan yang telah bekerja tanpa henti sepanjang malam.

“Berkat koordinasi cepat dan kerja sama solid, kedua korban bisa selamat,” ujarnya.

Kamal menegaskan, Gunung Merapi, dengan keindahannya yang memukau, selalu menyimpan potensi bahaya yang harus diwaspadai. Kegiatan pelatihan di kawasan ini memang melatih fisik dan mental, namun juga menuntut disiplin keselamatan yang tinggi.

Baca juga  Borobudur Sunrise: InJourney Hadirkan Kembali Pesona Matahari Terbit yang Tak Terlupakan

“Evakuasi dua peserta Diklatsar ini menjadi pelajaran penting tentang kesiapsiagaan, koordinasi, dan ketangguhan manusia menghadapi tantangan alam,” terangnya.

Berita Terbaru

IMG-20260417-WA0034
Syawalan Asmindo DIY 2026 Jadi Titik Temu Dorong Sinergi Pengusaha dan Pemerintah di Tengah Tantangan Global
6273869470887513703
Kronologi Nenek Di Pundong Bantul Kehilangan Uang Jutaan Rupiah usai Kedatangan Tamu Tak Dikenal
6271617671073828877
Dramatis! Lima Pencari Rumput Terjebak Arus Sungai Progo saat Debit Air Tiba-Tiba Naik
1280w-f4RQ3wdvrNk
Ide Tema Hari Kartini 2026 untuk Sekolah, Kantor, dan Komunitas, Inspiratif dan Edukatif
Surat-Pernyataan-Pendaftaran-Manager-Kopdes-Merah-Putih-2026
Kalau Daftar SPPI Koperasi Merah Putih Apakah Masih Bisa Daftar CPNS 2026? Ini Jawabannya

TERPOPULER

alice-juana-wiUPHb1Wa-Q-unsplash
Berapa Gaji PKWT BI 2026? Ini Kisaran Gaji, Posisi, dan Cara Daftarnya
Surat-Pernyataan-Pendaftaran-Manager-Kopdes-Merah-Putih-2026
Kalau Daftar SPPI Koperasi Merah Putih Apakah Masih Bisa Daftar CPNS 2026? Ini Jawabannya
mosquegrapher-RnjBHZmSDF4-unsplash
Jadwal Libur Puasa dan Lebaran 2026 Lengkap: Awal Ramadhan, Idul Fitri 1447 Hijriyah, hingga Libur Sekolah
antoine-dautry-_zsL306fDck-unsplash
Kumpulan Contoh Soal TKA Matematika SD Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasannya
kur-berapa-dana
Panduan KUR BRI 2026: Jenis Pinjaman, Bunga 6 Persen, dan Simulasi Angsuran