
TUGU JOGJA – Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Komisariat Daerah (Komda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan Syawalan pada Jumat, 17 April 2026, di Neo Malioboro Hotel, Yogyakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Menjalin Silaturahmi, Menguatkan Sinergi” sebagai upaya mempererat hubungan antara pelaku industri, pengusaha, dan pemerintah daerah di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Ketua Asmindo Komda DIY Sapto Daryono, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, S.E., M.M., serta Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih.
Silaturahmi Jadi Fondasi Kolaborasi Industri
Ketua Asmindo Komda DIY, Sapto Daryono, menegaskan bahwa kegiatan Syawalan bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan momentum strategis untuk membangun kepercayaan antar pelaku industri. Ia menyampaikan bahwa silaturahmi menjadi pintu masuk utama dalam menciptakan kolaborasi yang solid.
“Silaturahmi bertujuan melahirkan kepercayaan untuk berkolaborasi, sehingga muncul sinergi antara pengrajin, pengusaha, dan pemerintah yang telah memberikan masukan terbaik bagi pengusaha di DIY,” ujarnya.
Menurutnya, kepercayaan yang terbangun melalui interaksi langsung akan memperkuat koordinasi lintas sektor. Hal ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan industri, khususnya sektor permebelan dan kerajinan yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Tantangan Global Picu Kebutuhan Sinergi
Dalam kesempatan tersebut, Sapto juga menyoroti kondisi global yang saat ini tengah menghadapi ketidakpastian akibat konflik internasional. Situasi tersebut berdampak pada stabilitas ekonomi, termasuk sektor industri di dalam negeri.
“Saat ini kita menghadapi kondisi internasional maupun dalam negeri yang kurang baik karena adanya peperangan. Oleh karena itu, mari kita bersinergi membangun Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di DIY. Mari jadikan momen Syawalan ini sebagai titik temu untuk menghilangkan kompetisi dan bersama-sama membangun masyarakat usaha industri di Yogyakarta,” katanya.
Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk mengedepankan kolaborasi dibandingkan kompetisi yang tidak sehat, demi menciptakan ekosistem industri yang kuat dan berdaya saing.
Pemerintah Tekankan Kolaborasi sebagai Solusi
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, turut menekankan pentingnya kolaborasi sebagai kunci menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Ia menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditawar.
“Tentu saja, satu-satunya cara adalah melalui sinergi dan kolaborasi. Sebagaimana disampaikan Mas Sapto, kolaborasi ini adalah salah satu solusinya,” ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, siap membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan pelaku industri guna menciptakan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan lapangan.
Pengusaha Berperan Strategis dalam Kesejahteraan
Sementara itu, Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih menegaskan bahwa pengusaha memiliki peran vital dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.
“Peran Pengusaha dalam Kesejahteraan Umum Berdasarkan UUD 1945, salah satu tujuan bernegara adalah memajukan kesejahteraan umum. Upaya ini hanya bisa dilakukan secara efektif dan langsung oleh para pengusaha, bukan oleh pemerintah, karena pemerintah memiliki keterbatasan dalam rekrutmen tenaga kerja (hanya melalui BUMN/BUMD),” katanya.
Ia menambahkan bahwa sektor industri memiliki kontribusi besar dalam menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, keberlangsungan usaha menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
“Pengusaha memegang peran kunci; jika industri berhenti dan terjadi PHK massal, maka akan timbul kekacauan sosial, ekonomi, dan politik yang dapat menyebabkan runtuhnya negara,” ujarnya.
Sinergi Asmindo dan Pemerintah Perlu Diperkuat
Lebih lanjut, Abdul Halim Muslih menekankan pentingnya hubungan erat antara Asmindo dan pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa Asmindo merupakan bagian dari “soko guru” perekonomian nasional yang harus terus berkolaborasi dengan pemerintah.
“Pemerintah membutuhkan masukan terus-menerus karena aparat di dinas-dinas (OPD) umumnya tidak memiliki pengalaman praktis dalam ekspor maupun bisnis di lapangan. Melalui komunikasi yang intensif, pemerintah diharapkan dapat melakukan perubahan-perubahan yang berarti demi kelancaran aktivitas bisnis,” katanya.
Menurutnya, dialog yang berkelanjutan antara pelaku usaha dan pemerintah akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Syawalan Jadi Momentum Penguatan Ekosistem Industri
Kegiatan Syawalan Asmindo Komda DIY ini menjadi ruang temu lintas sektor yang tidak hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga memperkuat fondasi kerja sama strategis. Di tengah tekanan global, sinergi dinilai sebagai kunci utama untuk menjaga ketahanan industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan semangat kebersamaan, para pelaku industri di Yogyakarta diharapkan mampu menghadapi tantangan ke depan dan terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***