
TUGUJOGJA – Lima orang warga dilaporkan terjebak di tengah aliran Sungai Progo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (17/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi setelah debit air sungai meningkat secara mendadak saat warga hendak kembali ke tepian usai mencari rumput untuk pakan ternak.
Kejadian bermula ketika lima pria tersebut menyeberangi aliran sungai menuju sebuah pulau kecil yang berada di tengah Sungai Progo.
Berdasarkan informasi di lapangan, saat mereka berangkat menuju lokasi, kondisi aliran sungai terpantau masih relatif aman dan belum menunjukkan adanya peningkatan debit air yang signifikan.
Namun, situasi mengalami perubahan drastis saat para warga tersebut bersiap untuk kembali ke daratan.
Arus sungai dilaporkan mengalir deras disertai kenaikan volume air dalam waktu singkat, sehingga memutus akses penyeberangan dan menyebabkan mereka terisolasi di lokasi tersebut.
Kronologi dan Identitas Warga
Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto, mengonfirmasi bahwa perubahan kondisi air terjadi dengan cepat dan di luar perkiraan para korban. Hal ini menyebabkan kelima pria tersebut tertahan di area tengah sungai karena kondisi fisik sungai yang tidak memungkinkan untuk diseberangi secara manual.
“Awalnya mereka berangkat mencari rumput saat kondisi air belum besar, tetapi saat hendak kembali, debit air sudah naik sehingga mereka tidak bisa menyeberang,” jelas Pipit dalam keterangan resminya.
Kelima warga yang terjebak diidentifikasi sebagai penduduk Dusun Mirisewu, Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Identitas para korban adalah Mukijo, Ponijan, Marsudi, Suryanto, dan Paeran.
Insiden ini mempertegas karakteristik Sungai Progo yang memiliki arus yang fluktuatif. Peningkatan debit air di wilayah ini seringkali terjadi secara mendadak, terutama dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kiriman air dari wilayah hulu sungai.
Merespons laporan tersebut, tim penyelamat dari Basarnas DIY segera dikerahkan menuju lokasi kejadian.
Petugas melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi lapangan guna menyusun strategi evakuasi yang aman, mengingat risiko tinggi yang ditimbulkan oleh derasnya arus sungai saat ini.
Imbauan Kewaspadaan Masyarakat
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang kerap beraktivitas di sepanjang aliran sungai, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kenaikan debit air yang tiba-tiba berpotensi mengancam keselamatan bagi siapa saja yang berada di badan sungai tanpa perlengkapan memadai.
Hingga berita ini dilaporkan, pihak berwenang masih melakukan upaya penanganan dan langkah-langkah darurat di lokasi.
Basarnas mengimbau kepada masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai jika terdapat indikasi potensi kenaikan debit air.