
TUGUJOGJA – Suasana duka menyelimuti Padukuhan Kamal, Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Warga digemparkan dengan penemuan jasad seorang siswa Sekolah Dasar (SD) yang tenggelam di aliran Sungai Kamal pada Rabu malam (15/10/2025). Korban yang diketahui berinisial GS, masih duduk di bangku kelas 2 SD, dan merupakan warga setempat.
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban mengikuti kegiatan ekstrakurikuler outbond yang diselenggarakan oleh pihak sekolah di sekitar aliran Sungai Kamal pada Rabu siang.
Kegiatan yang seharusnya menjadi ajang pembelajaran dan kebersamaan bagi para siswa justru berubah menjadi tragedi memilukan.
Menurut keterangan Jagabaya Kalurahan Wunung, Agung Kurniawan, sejak kegiatan berlangsung, korban tampak antusias bermain bersama teman-temannya.
Namun, setelah kegiatan berakhir dan para siswa berkumpul untuk bersiap pulang, GS tidak lagi terlihat di antara rombongan.
“Korban sempat dicari oleh warga dan pihak sekolah karena sejak siang tidak diketahui keberadaannya,” ujar Agung Kurniawan saat ditemui di lokasi kejadian.
Kehilangan seorang siswa membuat panik seluruh peserta kegiatan. Guru, warga, dan orang tua siswa segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kegiatan.
Proses pencarian berlangsung dramatis. Warga menyisir pinggiran sungai dengan membawa senter dan alat seadanya, sementara sebagian lain berkoordinasi dengan petugas setempat.
Setelah pencarian selama hampir setengah hari, sekitar pukul 20.00 WIB, warga akhirnya menemukan jasad korban di aliran Sungai Kamal, tidak jauh dari lokasi kegiatan outbond. Suasana tangis pecah ketika tubuh GS diangkat dari air dalam kondisi tidak bernyawa.
“Memang benar telah ditemukan korban tenggelam atas nama GS. Korban ditemukan tak sadarkan diri setelah hilang sekitar setengah hari,” jelas Agung.
Petugas dan warga segera mengevakuasi jasad korban dengan penuh kehati-hatian. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD Wonosari untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat dan menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak agar lebih memperhatikan keamanan dan pengawasan kegiatan luar ruangan bagi anak-anak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti tenggelamnya korban. Beberapa saksi, termasuk guru pendamping dan teman-teman korban, telah dimintai keterangan oleh aparat.
Kapolsek Wonosari Kompol Edy S menyebut, pihaknya akan memeriksa apakah terdapat unsur kelalaian dalam pengawasan selama kegiatan berlangsung. Pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari pihak sekolah dan warga.
“Semua masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Tragedi di Sungai Kamal ini menjadi pelajaran berharga bahwa kegiatan edukatif di alam terbuka harus disertai protokol keselamatan yang ketat, terutama bagi peserta didik di usia sekolah dasar.
Warga berharap kejadian serupa tidak akan terulang kembali di masa mendatang.