
TUGU JOGJA – Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta kembali menunjukkan perannya dalam pengembangan ilmu hayati dan teknologi modern melalui penyelenggaraan Workshop Life Science Equipment: Akselerasi Inovasi dan Peran Strategis Bioreaktor IKA Habitat dalam Penelitian Mikrobiologi. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026 di Laboratorium Pembelajaran Biologi FTB UAJY tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, hingga praktisi laboratorium dari berbagai institusi nasional untuk membahas pemanfaatan teknologi bioreaktor dalam riset mikrobiologi dan fermentasi.
Workshop ini terselenggara melalui kolaborasi antara FTB UAJY, Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia, dan PT Magenta Lab Science Indonesia. Sebanyak 37 peserta hadir dari berbagai latar belakang institusi, baik dari lingkungan internal maupun eksternal UAJY.
Peserta Datang dari Kampus dan Lembaga Nasional
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset nasional. Beberapa di antaranya berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, Poltekkes Bandung, UNISA, STIKES Notokusumo, hingga tenaga kesehatan dan institusi pendidikan menengah.
Kehadiran peserta lintas institusi memperlihatkan meningkatnya perhatian terhadap pengembangan teknologi mikrobiologi modern di Indonesia. Workshop ini sekaligus menjadi ruang bertemunya dunia akademik, riset, dan industri dalam satu forum kolaboratif.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung terkait penggunaan teknologi bioreaktor modern dalam penelitian mikrobiologi. Selain itu, workshop juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan inovasi berbasis mikroorganisme yang kini semakin relevan dalam sektor kesehatan, pangan, lingkungan, dan industri bioteknologi.
Teknologi Bioreaktor Dinilai Semakin Dibutuhkan
Pembicara dari IKA Works Asia, Dhenny Satio, menjelaskan bahwa teknologi mikrobiologi saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan menjadi perhatian global.
“Saat ini bioreaktor menjadi salah satu teknologi yang semakin dibutuhkan, khususnya dalam bidang mikrobiologi. Jika dahulu banyak inovasi dan pengembangan berfokus pada hal-hal yang terlihat secara langsung, kini perhatian juga semakin besar diarahkan pada ‘yang tidak terlihat’, yaitu mikroorganisme dan berbagai potensi yang dimilikinya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa riset berbasis mikroorganisme kini memiliki posisi strategis dalam pengembangan teknologi masa depan. Pemanfaatan bioreaktor dinilai mampu mendukung percepatan penelitian di berbagai bidang, termasuk fermentasi, pengembangan pangan, kesehatan, hingga inovasi lingkungan berkelanjutan.
Mahasiswa Ikut Mendalami Teknologi Fermentasi Modern
Antusiasme peserta terlihat sepanjang workshop berlangsung. Tidak hanya diikuti oleh dosen dan peneliti dari lembaga nasional, kegiatan ini juga menarik minat mahasiswa sarjana dan magister yang ingin memperdalam pemahaman mengenai perkembangan teknologi fermentasi dan mikrobiologi modern.
Salah satu peserta, Dhimas, menyampaikan bahwa workshop tersebut memberikan pengalaman akademik yang membuka wawasan baru bagi mahasiswa.
“Acara hari ini sangat inspiratif dan menambah wawasan kami mahasiswa dalam perkembangan mikrobiologi, khususnya fermentasi,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah seperti ini dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan sumber daya manusia di bidang life science sekaligus memperkuat koneksi akademik dengan dunia riset dan industri.
UAJY Didorong Menjadi Mitra Strategis Pengembangan Riset Mikrobiologi
Penyelenggaraan workshop ini memperkuat posisi FTB UAJY sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu hayati yang aktif membangun kolaborasi nasional. Kehadiran peserta dari berbagai institusi menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap UAJY sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi riset mikrobiologi.
Melalui kegiatan berbasis kolaborasi tersebut, UAJY turut berkontribusi dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang life science. Pengembangan ekosistem riset yang melibatkan kampus, lembaga penelitian, industri, dan praktisi diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi baru berbasis mikroorganisme yang bermanfaat bagi masyarakat luas.