
TUGU JOGJA – Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta memperkuat pendidikan berbasis keberlanjutan melalui kolaborasi dengan Gembira Loka Zoo dalam kuliah tamu bertema “Manajemen dan Akreditasi Kebun Binatang Gembira Loka sebagai Institusi Ekowisata dan Konservasi”. Kegiatan yang digelar pada Senin, 18 Mei 2026 di Ruang Kuliah 504 Gedung St. Fransiskus Asisi itu menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran ekoturisme yang menghubungkan teori akademik dengan praktik konservasi di lapangan.
Kuliah tamu tersebut menghadirkan Paramitha Adelia, Asisten Manajer Konservasi Gembira Loka Zoo sekaligus alumni Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY. Kehadiran praktisi yang juga merupakan alumni kampus dinilai memperlihatkan kontribusi nyata lulusan UAJY di sektor konservasi, edukasi lingkungan, dan pengelolaan wisata berbasis keberlanjutan.
Kebun Binatang Modern Tak Lagi Sekadar Tempat Rekreasi
Dalam pemaparannya, Paramitha menjelaskan bahwa konsep kebun binatang modern telah berkembang jauh melampaui fungsi hiburan. Menurutnya, kebun binatang kini berperan sebagai institusi konservasi, pusat edukasi, sekaligus tempat penelitian yang menjalankan sistem pengelolaan profesional dengan standar akreditasi ketat.
Materi yang dibahas dalam kuliah tamu meliputi sistem manajemen kebun binatang, konservasi satwa, edukasi pengunjung, hingga mekanisme akreditasi lembaga konservasi. Penjelasan tersebut memberi gambaran kepada mahasiswa mengenai bagaimana pengelolaan institusi konservasi dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Salah satu topik yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah metode pelatihan satwa menggunakan pendekatan positive reinforcement atau penguatan positif. Metode ini diterapkan untuk membangun kepatuhan satwa tanpa tindakan yang membahayakan.
“Macan tutul sekarang saat menjalani USG tidak perlu dibius lagi karena sudah terbiasa dan patuh terhadap keeper atau pawangnya,” jelas Paramitha saat menjelaskan metode pelatihan satwa berbasis pendekatan positif.
Keeper Satwa Jalani Pelatihan dan Ujian Khusus
Selain membahas pelatihan satwa, Paramitha juga memaparkan bahwa kualitas perawatan hewan di kebun binatang dijaga melalui pelatihan intensif bagi para keeper atau pawang. Para keeper disebut harus mengikuti pelatihan dan ujian khusus agar mampu memahami perilaku satwa sekaligus menjaga keamanan selama proses perawatan berlangsung.
Gembira Loka Zoo, lanjutnya, juga aktif menjalankan fungsi edukasi kepada masyarakat. Program edukasi tersebut banyak menyasar anak-anak sekolah untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa dan lingkungan sejak usia dini.
Pendekatan edukatif itu dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan ekowisata, karena tidak hanya menghadirkan pengalaman rekreasi, tetapi juga mendorong kepedulian publik terhadap konservasi.
Diskusi Mahasiswa Bahas Risiko Penyakit hingga Keselamatan Keeper
Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa. Salah satu isu yang dibahas adalah potensi wabah penyakit pada satwa di kebun binatang.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Paramitha menjelaskan bahwa pernah terjadi kasus gajah mengalami gangguan kesehatan berupa kembung akibat persoalan pakan. Namun kondisi tersebut dapat ditangani melalui sistem pengawasan kesehatan yang ketat.
Mahasiswa juga menanyakan faktor penyebab kematian satwa di kebun binatang. Menurut Paramitha, sebagian besar kematian hewan terjadi akibat faktor usia yang sudah tua.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan dinamika yang dihadapi keeper saat berinteraksi dengan satwa liar. Risiko keselamatan tetap menjadi tantangan yang harus dipahami dalam pengelolaan kebun binatang modern.
“Kadang ada keeper yang dipukul gajah, dan terkadang memang disengaja oleh satwanya,” ujarnya sambil menjelaskan pentingnya pemahaman perilaku hewan dalam sistem perawatan satwa modern.
UAJY Dorong Pendidikan Berbasis Industri dan Keberlanjutan
Melalui kegiatan ini, UAJY menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan isu keberlanjutan global. Kolaborasi dengan Gembira Loka Zoo juga menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan mahasiswa terkait pengelolaan ekowisata dan konservasi berbasis praktik nyata.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pelestarian satwa dan lingkungan, sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang konservasi dan pengelolaan wisata berkelanjutan.