
TUGUJOGJA – Aksi pencurian kotak infaq kembali mengguncang hati masyarakat. Seorang pemuda berusia belasan tahun nekat membobol dua kotak infaq di Mushola Sunan Kalijogo, Dusun Pelem Sewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, pada Senin (22/9/2025) pagi.
Dengan alasan hendak melaksanakan sholat dhuha, ia masuk ke dalam mushola, namun justru meninggalkan jejak kejahatan yang membuat jamaah geram.
Pagi itu sekitar pukul 07.45 WIB, saksi bernama Darmono melihat seorang pemuda mengendarai sepeda lipat berwarna oranye datang ke mushola.
Pemuda itu masuk dengan langkah tenang seolah benar-benar hendak beribadah. Darmono sempat menegurnya dan menanyakan tujuan. Tanpa ragu, pemuda itu menjawab singkat, “Mau sholat dhuha.”
Awalnya, jawaban itu terdengar meyakinkan. Darmono kemudian meninggalkan mushola. Namun, naluri curiga membuatnya kembali. Saat masuk lagi, ia terperanjat.
Dua kotak infaq di dalam mushola sudah dalam keadaan rusak, bekas congkelan obeng masih terlihat jelas, dan uang yang tersimpan di dalamnya telah raib.
Darmono tidak tinggal diam. Ia mencari jejak pelaku dan menemukannya masuk ke Mushola Aroyan yang masih berada di Dusun Pelem Sewu.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera membantu mengamankan pelaku sebelum kabur lebih jauh. Situasi sempat tegang, namun pemuda itu akhirnya berhasil diamankan dalam kondisi tidak berkutik.
Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga. PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut, pelaku berinisial YTA (18), seorang pelajar asal Bumijo, Jetis, Yogyakarta.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan tindak pidana pencurian. Barang bukti itu berupa:
- Dua kotak infaq berisi uang sekitar Rp415.000
- Satu sepeda lipat berwarna oranye
- Satu tas punggung merek Eiger warna biru abu-abu
- Satu toples plastik bening dengan tutup merah
- Satu obeng berwarna oranye yang diduga dipakai untuk mencongkel kotak infaq
Mushola Sunan Kalijogo menanggung kerugian sekitar Rp415.000 akibat ulah pelaku. Meski jumlahnya tidak besar, tindakan pencurian di rumah ibadah menorehkan luka mendalam bagi jamaah.
Kasus ini kemudian resmi dilaporkan ke Polsek Sewon untuk ditindaklanjuti sesuai hukum.
“Kasus ini sudah kami tangani. Pelaku beserta barang bukti kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas Iptu Rita Hidayanto.
Kabar pembobolan kotak infaq ini menyebar cepat di lingkungan sekitar. Banyak warga merasa marah sekaligus prihatin, terlebih karena pelaku masih berstatus pelajar. Aksi tersebut dianggap merusak kesucian mushola yang seharusnya menjadi tempat menenangkan hati.
Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Kotak infaq sebaiknya dipasang dengan pengamanan tambahan, dan jamaah diminta tidak lengah ketika melihat orang asing masuk ke mushola.