
TUGUJOGJA- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus membuka lembaran baru dalam peta investasi daerah dengan langkah strategis yang terukur.
Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemkab secara resmi menawarkan peluang investasi besar di sektor industri manufaktur.
Peluang tersebut melalui industri garmen yang berlokasi di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Kapanewon Semin. Nilai investasi tidak tanggung-tanggung, mencapai Rp51,6 miliar.
Langkah ini tidak muncul tanpa perhitungan matang. Pemerintah daerah membaca dengan cermat dinamika pasar global yang masih memberikan ruang luas bagi produk pakaian jadi.
Industri Garmen Candirejo
Data menunjukkan bahwa ekspor produk garmen mencatatkan rata-rata pertumbuhan sebesar 13,79 persen. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa industri tersebut masih memiliki daya tahan sekaligus peluang ekspansi yang signifikan.
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian, menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal.
Ia menilai permintaan global terhadap produk pakaian jadi terus meningkat, sehingga membuka peluang besar bagi daerah untuk ikut mengambil peran dalam rantai pasok internasional.
โIndustri garmen di Semin memiliki prospek sangat menjanjikan seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk pakaian jadi,โ ujarnya dengan optimisme.
Pemkab Gunungkidul tidak memilih lokasi secara sembarangan. KPI Candirejo di Kapanewon Semin memiliki berbagai keunggulan strategis yang mendukung pengembangan industri.
Kawasan ini menyediakan lahan industri cukup luas, aksesibilitas memadai, serta ketersediaan tenaga kerja lokal yang siap terserap. Selain itu, lingkungan kawasan yang relatif kondusif memberikan jaminan stabilitas bagi kegiatan produksi jangka panjang.
Arif menjelaskan bahwa kombinasi faktor tersebut menjadikan KPI Candirejo sebagai kandidat kuat pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Ia meyakini bahwa kehadiran industri garmen di kawasan ini tidak hanya menciptakan aktivitas ekonomi, tetapi juga akan memicu efek berantai yang mendorong perkembangan sektor lain.
Dari sisi kelayakan investasi, proyek ini menunjukkan indikator yang sangat meyakinkan. Sekretaris DPMPTSP Gunungkidul, Agus Budi Sulistya, memaparkan bahwa tingkat pengembalian investasi atau Return on Investment (ROI) diproyeksikan mencapai 163 persen.
Sementara itu, Internal Rate of Return (IRR) berada di angka 13,71 persen dengan estimasi masa pengembalian modal sekitar tujuh tahun.
Agus juga menegaskan bahwa nilai Net Present Value (NPV) yang positif semakin memperkuat posisi proyek ini sebagai investasi yang layak.
Ia menyebut bahwa kombinasi indikator tersebut menunjukkan potensi keuntungan yang kompetitif dengan tingkat risiko yang masih terukur.
โData tersebut menandakan investasi di sektor ini memiliki potensi keuntungan yang kompetitif dengan tingkat risiko terukur,โ jelasnya.
Dampak Pengembangan Industri
Lebih jauh, pemerintah daerah menilai bahwa dampak dari pengembangan industri ini tidak berhenti pada keuntungan investor semata. Industri garmen di Candirejo berpotensi membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, keberadaan industri ini akan meningkatkan pendapatan asli daerah, mendorong pertumbuhan sektor industri penunjang, serta menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Efek domino tersebut akan memperkuat daya saing produk lokal, baik di pasar nasional maupun internasional. Dengan meningkatnya kapasitas produksi dan kualitas produk, Gunungkidul berpeluang menjadi salah satu pemain penting dalam industri garmen nasional.
Agus menambahkan bahwa Pemkab Gunungkidul juga berkomitmen penuh untuk memberikan kemudahan perizinan, pendampingan bagi investor, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif dan kompetitif.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
โKami mengajak pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk memanfaatkan peluang ini sebagai bagian dari kontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan,โ tandasnya.
Dengan berbagai keunggulan, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, industri garmen di KPI Candirejo kini tidak hanya menjadi rencana di atas kertas.
Ia menjelma menjadi harapan baru, sebuah titik awal transformasi ekonomi Gunungkidul menuju masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi. (ef linangkung)