
TUGUJOGJA – Warga Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, gempar dengan aksi perampokan bersenjata tajam yang terjadi di Alfamart Mijahan, Semanu.
Dua orang pelaku menyatroni minimarket tersebut pada Sabtu (7/6) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Dalam kejadian mengerikan itu, mereka menyandera karyawan dan menggondol uang tunai sebesar Rp26 juta dari meja kasir.
Minimarket yang terletak di jalur utama Semanu–Wonosari itu belum lama berdiri. Baru beberapa minggu beroperasi, Alfamart tersebut langsung menjadi sasaran empuk kejahatan.
Rekaman Kejadian Perampokan
Berdasarkan rekaman CCTV yang berhasil diperoleh pihak kepolisian, dua pelaku memasuki toko dengan berpakaian mencurigakan.
Mereka mengenakan hoody berwarna hitam dan masker yang menutupi hampir seluruh wajah. Dengan langkah cepat dan terencana, keduanya langsung menyergap karyawan yang tengah bertugas.
Pelaku membawa senjata tajam jenis pisau yang mereka sembunyikan di balik pakaian. Begitu masuk, mereka mengancam dan menyandera karyawan minimarket. Pegawai yang tidak bisa berbuat banyak hanya bisa menuruti semua perintah para perampok.
Kerugian Perampokan Alfamart Mijahan Semanu
Setelah menguasai situasi, pelaku memaksa karyawan untuk menyerahkan kunci brankas kasir. Mereka lalu mengobrak-abrik laci penyimpanan uang dan menyikat seluruh uang hasil penjualan, yang jumlahnya mencapai Rp26 juta.
“Dari rekaman CCTV, pelaku terlihat sangat tenang dan cepat. Mereka tahu apa yang mereka cari. Salah satu pelaku langsung mengambil uang di meja kasir, sementara yang lain berjaga dengan senjata tajam,” terang Kapolsek Semanu, AKP Pudjojono, saat dikonfirmasi media, Sabtu pagi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karyawan yang menjadi korban penyanderaan mengalami trauma berat. Hingga berita ini tayang, mereka enggan memberikan keterangan kepada awak media. Polisi pun masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan bukti dari tempat kejadian perkara.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Tim sudah mengamankan rekaman CCTV dan sedang melakukan identifikasi terhadap ciri-ciri pelaku,” tambah AKP Pudjojono.
Aksi perampokan brutal ini menyisakan ketakutan bagi warga sekitar. Beberapa warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku panik dan khawatir kejadian serupa bisa terulang.
“Kami minta polisi lebih rutin patroli, apalagi toko itu buka 24 jam dan dekat permukiman,” kata warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan meningkatkan patroli di wilayah-wilayah rawan tindak kriminal. Sementara itu, warga dan pelaku usaha berharap pelaku segera tertangkap dan situasi kembali aman. (ef linangkung)