
TUGUJOGJA – Suasana hangat perbincangan warga di sebuah rumah di Padukuhan Wonolopo, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Bantul, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Seorang kakek asal Imogiri, bernama Wakijo (67), tiba-tiba ambruk saat tengah asyik bercengkrama dengan dua rekannya, Kamis malam (21/8/2025).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di rumah Wiyana (72), tetangga sekaligus teman dekat korban. Malam itu, Wakijo datang dengan maksud mengikuti latihan karawitan.
Namun, takdir berkata lain. Belum sempat ia menabuh gamelan, ia justru terjatuh dari kursi setelah sebelumnya sempat berbincang santai dengan dua sahabatnya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan, peristiwa mengejutkan itu bermula sekitar pukul 21.45 WIB. Korban bersama Wiyana dan seorang warga lain, Parman (73), duduk bersila sambil bercakap-cakap ringan.
Dalam suasana yang penuh keakraban itu, Wakijo tiba-tiba kehilangan kesadaran. Tubuhnya lunglai, terhuyung, lalu jatuh dari kursi.
“Dari mulutnya keluar darah yang membuat kedua saksi panik,” ujar dia Jumat (22/8/2025) dinihari.
Wiyana dan Parman yang kalut langsung berusaha menolong. Mereka mengguncang tubuh Wakijo dan berupaya membangunkannya. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil.
Menyadari situasi genting, Wiyana segera meminta bantuan warga sekitar. Seorang warga lalu berinisiatif melapor ke Polsek Jetis.
Tak menunggu lama, warga bersama pihak kepolisian membawa Wakijo ke RS Rahma Husada. Namun sesampainya di rumah sakit, tenaga medis menyatakan Wakijo sudah meninggal dunia.
Polisi Pastikan Tidak Ada Tindak Kekerasan
Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga, Wakijo memang memiliki riwayat penyakit jantung dan masih rutin mengonsumsi obat. Kondisi itu diduga kuat menjadi penyebab ia meninggal mendadak.
“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah juga sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ungkap Iptu Rita.
Polsek Jetis bersama tim medis bergerak cepat setelah menerima laporan. Polisi mendatangi lokasi kejadian, memeriksa tubuh korban, hingga memastikan penyebab kematian.
Setelah selesai, jenazah Wakijo diserahkan kepada pihak keluarga. Putra korban, Purnomo, menerima penyerahan itu dengan penuh keikhlasan.