
TUGUJOGJA – Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Honda Vario dan mobil Mitsubishi Colt di Jalan Jogja–Wonosari Km 24, Dusun Putat Wetan, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, pada Minggu malam (12/10/2025) sekitar pukul 21.40 WIB.
Peristiwa itu melibatkan Rahmad Wibowo (22), warga Umbulharjo, Yogyakarta, pengendara Honda Vario AB-4864-IC, serta Tukimin (66), warga Kebumen, pengemudi Mitsubishi Colt 120SS AA-9232-FJ.
Kedua kendaraan melintas di jalur utama penghubung Gunungkidul–Yogyakarta yang dikenal memiliki banyak tikungan tajam dan kondisi jalan licin pada malam hari.
Kronologi Kecelakaan
Kanit Lantas Polsek Patuk Iptu Paryadi menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Vario melaju dari arah Wonosari menuju Yogyakarta.
Saat melewati tikungan ke kiri di lokasi kejadian, pengendara motor diduga kehilangan kendali dan terlalu mengambil jalur kanan hingga melewati marka jalan yang tidak terputus.
“Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang kendaraan Mitsubishi Colt. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindarkan,” ujar Iptu Paryadi saat dikonfirmasi.
Benturan keras terjadi di tengah tikungan. Akibat tabrakan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan berat. Honda Vario ringsek di bagian depan, sedangkan Mitsubishi Colt penyok parah pada bemper depan dan kaca depannya pecah.
Dua pengendara mengalami luka ringan. Rahmad Wibowo mengalami luka lecet di kaki kanan dan sobek pada dagu, sedangkan Tukimin mengalami luka di dahi dan siku kanan.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun kondisi jalan sempat tersendat karena proses evakuasi kendaraan yang memakan waktu cukup lama.
Penanganan dan Imbauan Polisi
Petugas dari Polsek Patuk yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi. Mereka membantu evakuasi kendaraan, menertibkan lalu lintas yang tersendat, dan mengumpulkan keterangan dari saksi mata. Warga sekitar juga turut membantu membersihkan serpihan kaca dan logam yang berserakan di jalan.
Iptu Paryadi menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Ia menilai faktor kecepatan dan kurangnya kewaspadaan pengendara menjadi penyebab utama.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar berhati-hati, terutama di jalur Patuk yang memiliki banyak tikungan tajam dan marka jalan tidak terputus. Jangan memaksakan kecepatan tinggi di medan menurun atau menikung,” kata Paryadi.
Jalur Jogja–Wonosari, terutama di wilayah Patuk, dikenal memiliki tingkat kecelakaan cukup tinggi. Medan yang menanjak dan berkelok, disertai penerangan yang terbatas pada malam hari, sering kali menjadi faktor risiko tambahan.
Dalam beberapa tahun terakhir, aparat kepolisian telah menambah rambu peringatan dan meningkatkan patroli, namun kasus kecelakaan masih terus terjadi, terutama akibat pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.